• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • 2025
  • hal. 3
Arsip:

2025

Dari Tamansiswa ke Gadjah Mada: Pendidikan Berintegritas bagi Seluruh Calon Pemimpin Bangsa

Kajian Jumat, 2 Mei 2025

Hari Pendidikan yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, menjadi pengingat kita terhadap semangat kebangkitan pendidikan yang diprakarsai oleh Ki Hadjar Dewantara dengan menggerakkan pendirian perguruan Taman Siswa di Yogyakarta. Gerakan tersebut memperjuangkan hak belajar bagi setiap anak bangsa, tanpa memandang status sosial dan latar belakang. Hingga hari ini, semangat itu masih terus kita rayakan, kita rawat, dan kita hidupkan.

Pendidikan memegang peranan penting dalam membangun peradaban dan kemajuan bangsa. Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia (SDM) dapat ditingkatkan, membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan untuk berkontribusi pada pembangunan nasional. Pendidikan juga menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, karena membuka peluang bagi setiap individu untuk meningkatkan taraf hidup dan meraih masa depan yang lebih baik. Lebih dari itu, pendidikan mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan, melahirkan pemimpin dan pemikir yang mampu menghadapi tantangan global secara kreatif dan bertanggung jawab.

Namun, sistem pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah ketimpangan akses pendidikan antarwilayah. Data menunjukkan bahwa Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di DKI Jakarta mencapai 11,49 tahun, sedangkan di Papua Pegunungan hanya 5,1 tahun, menggambarkan kesenjangan yang signifikan. Selain itu, angka putus sekolah masih tinggi, dengan tingkat penyelesaian jenjang SMA hanya sekitar 67,07%. Akses ke pendidikan tinggi pun masih rendah, ditandai dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi sebesar 31,45%, di bawah target Renstra 2020–2024 yaitu 37,63%.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk memperkuat sistem pendidikan nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan kurikulum yang relevan agar lulusan tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, pendidikan karakter dan kepemimpinan perlu diintegrasikan dalam proses belajar agar mahasiswa tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan tangguh menghadapi tantangan global. Perguruan tinggi juga perlu memperluas akses pendidikan melalui beasiswa, pembelajaran daring, serta pemanfaatan teknologi digital, sehingga mahasiswa dari berbagai daerah dapat memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.

Sebagai universitas kerakyatan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab tantangan pendidikan di Indonesia. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari penyediaan beragam beasiswa seperti KIP Kuliah dan beasiswa mitra industri, hingga program peminjaman laptop bagi mahasiswa yang membutuhkan. UGM juga menyediakan akun email universitas dengan akses ke berbagai software pembelajaran dan jurnal internasional, serta perpustakaan pusat modern yang menjadi ruang belajar nyaman dan kaya sumber pengetahuan.

Selain itu, UGM memiliki Pusat Layanan Difabel sebagai ruang aman dan inklusif bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, serta program KKN-PPM yang membumikan ilmu pengetahuan ke berbagai pelosok negeri, memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat. Komitmen terhadap integritas akademik juga ditegakkan melalui sistem anti-plagiarisme dan penerapan kode etik disipliner yang ketat.

Dalam Rencana Strategis UGM, universitas menegaskan langkah-langkah strategis di bidang pendidikan, seperti memperkuat pendidikan transdisiplin yang mendorong kewirausahaan sosial, kemandirian, dan ketangguhan mahasiswa; mengembangkan kurikulum yang komprehensif dan aplikatif; serta memperkuat ekosistem inovasi berbasis kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kebermanfaatan. UGM juga berkomitmen untuk meningkatkan jejaring kerja sama mitra Tridharma, mengakomodasi keberagaman dalam sistem penerimaan mahasiswa, meningkatkan proporsi mahasiswa pascasarjana, serta memperbanyak publikasi ilmiah mahasiswa doktoral.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menegaskan bahwa “Pendidikan sebagai pilar pembangunan tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan, namun juga harus mampu membentuk karakter kepribadian manusia.” Pandangan ini mencerminkan semangat UGM dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama bagi pembangunan manusia Indonesia yang unggul, beretika, dan berdaya saing global.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Pilar Buruh sebagai Jalan Baru Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan dan Berkeadilan

Kajian Kamis, 1 Mei 2025

Perayaan resmi Hari Buruh Internasional di Indonesia diawali pada 1 Mei 1946 yang ditetapkan pada masa pemerintahan Kabinet Sjahrir II. Hari Buruh memiliki arti penting untuk memperjuangkan hak dan menuntut kelayakan penghidupannya.

Di tengah dorongan global untuk pertumbuhan ekonomi tanpa henti, para pekerja/buruh kerap menjadi pihak yang rentan dieksploitasi guna mendapatkan keuntungan lebih. Human Sustainability menjadi relevan untuk membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan berkeadilan.

​Konsep Human Sustainability didefinisikan sebagai pendekatan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan menjaga keseimbangan ekologi agar dapat memastikan kesinambungan dan perkembangan dalam jangka waktu yang panjang

Fokusnya adalah pemberdayaan individu melalui peningkatan kesejahteraan fisik dan mental, penguatan kapasitas karier, hingga pencarian dan pemaknaan tujuan personal. Pendekatan ini menjadi alternatif pendekatan growth-at-all-cost yang hanya fokus pada pertumbuhan cepat tanpa memperhatikan kesejahteraan dan kepekerja berlanjutan perusahaan/organisasi.

Dalam dunia kerja dan organisasi modern, terdapat dua paradigma besar dalam memandang keberhasilan: Growth-at-All-Cost dan Human Sustainability. Keduanya berorientasi pada kemajuan, namun berbeda dalam cara mencapai tujuan tersebut.

Growth-at-All-Cost berfokus pada pertumbuhan dan pendapatan yang cepat, sering kali tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Pendekatan ini mengejar keuntungan jangka pendek, di mana kesejahteraan pekerja kerap diabaikan demi efisiensi dan hasil instan. Model seperti ini mungkin menghasilkan lonjakan kinerja sesaat, tetapi berisiko menimbulkan kelelahan, stres, dan menurunnya loyalitas karyawan, yang pada akhirnya dapat menghambat keberlanjutan organisasi itu sendiri.

Sebaliknya, Human Sustainability menempatkan manusia sebagai pusat dari keberhasilan organisasi. Tujuannya adalah mencapai keberhasilan jangka panjang dengan mempertimbangkan dampak berkelanjutan terhadap individu dan lingkungan kerja. Pendekatan ini memastikan bahwa kesejahteraan fisik dan mental pekerja diperhatikan, karena sumber daya manusia yang sehat, termotivasi, dan berkembang adalah fondasi dari produktivitas yang sejati.

Penerapan Human Sustainability dapat dilakukan melalui beberapa strategi utama. Pertama, perencanaan berbasis SDM, di mana pekerja dipandang sebagai aset utama organisasi. Investasi pada pengembangan keterampilan dan kapasitas menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Kedua, penerapan inklusivitas, yang menciptakan lingkungan kerja harmonis dan produktif dengan memastikan semua anggota merasa dihargai dan menjadi bagian penting dari organisasi. Ketiga, dorongan terhadap produktivitas yang berkelanjutan, yaitu produktivitas yang tidak hanya menekankan hasil kerja, tetapi juga pengembangan kemampuan dan keseimbangan hidup pekerja. Keempat, pengukuran kesejahteraan, dengan menetapkan metrik yang relevan untuk menilai dan meningkatkan kesejahteraan fisik serta mental secara berkala.

Dalam konteks perguruan tinggi, prinsip Human Sustainability juga memiliki relevansi besar. Perguruan tinggi dapat menerapkan perencanaan berbasis SDM dengan mengintegrasikan pengembangan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ke dalam rencana strategis kampus. Proses ini mencakup pemetaan kompetensi dan kebutuhan pengembangan agar setiap individu dapat tumbuh sesuai potensinya.

Selanjutnya, penerapan inklusivitas di lingkungan kampus perlu diwujudkan melalui kebijakan yang ramah bagi semua kalangan, termasuk kelompok minoritas, penyandang disabilitas, dan mahasiswa lintas budaya. Kebijakan nondiskriminatif yang tegas serta sistem pelaporan yang jelas akan memperkuat rasa aman dan kebersamaan.

Aspek produktivitas juga harus diperhatikan dengan menciptakan lingkungan belajar dan bekerja yang sehat, fleksibel, serta mendukung keseimbangan kehidupan akademik dan pribadi. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi administratif dan akademik tanpa membebani SDM.

Terakhir, perguruan tinggi perlu memiliki sistem pengukuran kesejahteraan SDM yang terstruktur. Penetapan indikator kesejahteraan secara periodik serta integrasi survei dan evaluasi ke dalam sistem manajemen mutu dapat membantu kampus memastikan kesejahteraan sivitas akademika terus terjaga dan meningkat.

Dengan mengedepankan Human Sustainability, baik organisasi maupun perguruan tinggi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga membangun ekosistem yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, di mana keberhasilan manusia menjadi inti dari keberhasilan institusi.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Koordinasi Pengelolaan Kunjungan Kampus (Campus Tour) Bersama Fakultas dan Unit Kerja

Campus TourKegiatan Sabtu, 26 April 2025

Tim task force kunjungan kampus (campus tour) yang berada di bawah koordinasi Biro Manajemen Strategis, bersama Biro Transformasi Digital, Direktorat Teknologi Informasi, dan Direktorat Keuangan, mendukung terwujudnya tata kelola kunjungan kampus yang lebih terintegrasi di Universitas Gadjah Mada. Sebagai bagian dari upaya tersebut, diadakan pertemuan koordinasi kunjungan kampus dengan fakultas dan unit kerja terkait.

Dalam koordinasi ini, disampaikan progres penyusunan tata kelola kunjungan kampus UGM, yang direncanakan akan dilakukan dengan mekanisme satu pintu melalui Sekretaris Universitas.

Pada kesempatan yang sama, turut diperkenalkan situs web Unit Layanan Terpadu (ULT) yang akan menjadi platform pendaftaran kunjungan bagi sekolah yang ingin berkunjung ke Universitas Gadjah Mada. Selain penyampaian progres dan pengenalan situs web kunjungan, koordinasi ini juga bertujuan untuk menghimpun masukan, pendapat, dan saran dari fakultas serta unit kerja dalam rangka mengembangkan tata kelola kunjungan kampus yang sesuai dengan kebutuhan semua pihak. 

Tata kelola kunjungan kampus dan situs pendaftaran kunjungan saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Ke depannya diharapkan sistem ini dapat segera diimplementasikan dan dapat mendukung pengelolaan kunjungan yang lebih terstruktur, efisien, serta sesuai dengan standar layanan di Universitas Gadjah Mada.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dokumentasi kegiatan.

 

 

Buku dan Literasi Sebagai Pilar Pemimpin Masa Depan

Kajian Rabu, 23 April 2025

Buku bukan hanya sumber ilmu, melainkan juga sarana untuk membentuk cara berpikir dan karakter. Membaca adalah langkah penting untuk memahami dunia, mengambil keputusan yang bijak, dan menghadapi tantangan dengan perspektif yang lebih luas.

Tingkat literasi di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan membaca pelajar Indonesia memperoleh skor 359, jauh di bawah rata-rata 476, dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 dari 80 negara. Data ini tidak hanya mencerminkan persoalan dalam sistem pendidikan, tetapi juga menjadi alarm bagi masa depan bangsa karena rendahnya literasi berpotensi mengancam kualitas calon pemimpin di masa mendatang.

Padahal, buku memiliki peran penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin. Melalui kegiatan membaca, seseorang dapat mengasah kemampuan refleksi dan berpikir kritis, meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas wawasan untuk pengambilan keputusan yang lebih bijak, serta menumbuhkan empati dan kecerdasan emosional. Semua hal tersebut merupakan fondasi penting dalam menciptakan pemimpin yang visioner, berintegritas, dan berkeadaban.

Untuk memperbaiki kondisi ini, langkah-langkah sederhana namun berdampak bisa dimulai dari diri sendiri—seperti meluangkan waktu membaca setiap hari, mendukung pemerataan akses buku melalui donasi, berpartisipasi dalam program literasi, serta memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan semangat membaca ke audiens yang lebih luas.

Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengambil peran aktif dalam membangun budaya literasi melalui berbagai inisiatif. Program Kelas Literas secara rutin memberikan pelatihan literasi informasi dan akademik, membekali mahasiswa dengan keterampilan riset, penulisan ilmiah, dan etika penggunaan sumber. Selain itu, kegiatan donasi buku yang digerakkan oleh perpustakaan, fakultas, dan program KKN UGM telah menyalurkan ribuan buku ke sekolah, komunitas, dan perpustakaan desa untuk memperluas akses bacaan berkualitas. UGM juga menggelar program bedah dan diskusi buku sebagai ruang untuk mendalami gagasan-gagasan penting, mendorong dialog intelektual, serta memotivasi peserta agar terus membaca dan mengeksplorasi isu-isu aktual.

Melalui upaya kolaboratif antara individu, komunitas, dan institusi pendidikan seperti UGM, diharapkan budaya literasi di Indonesia dapat tumbuh subur dan melahirkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang siap memimpin masa depan bangsa dengan pengetahuan dan kebijaksanaan.

Penulis: BMS 

Foto: BMS

Sumber:

85 Broads. "Why Leaders Must Be Readers." Forbes. August 3, 2012. https://www.forbes.com/sites/85broads/2012/08/03/why-leaders-must-be-readers/

Forbes Business Council. "Nurturing Leadership Through the Power of Reading." Forbes. January 9, 2024. https://www.forbes.com/councils/forbesbusinesscouncil/2024/01/09/nurturing-leadership-through-the-power-of-reading/

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). "Education GPS: Indonesia. https://gpseducation.oecd.org/CountryProfile?primaryCountry=IDN&treshold=10&topic=PI

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). "PISA 2022 Database https://www.oecd.org/en/data/datasets/pisa-2022-database.html

https://lib.ugm.ac.id/en/spreading-knowledge-building-literacy-book-donation-for-smk-pariwisata-bantul/

Langkah Strategis untuk Masa Depan Bumi

Kajian Selasa, 22 April 2025

Bagaimana kabar bumi hari ini? Pertanyaan sederhana ini menyimpan makna yang dalam. Laporan ilmiah menunjukkan bahwa kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu rata-rata global terus meningkat sejak pertengahan abad ke-20, dan diproyeksikan akan naik antara 1,1 hingga 6,4°C pada rentang waktu 1990 hingga 2100. Kenaikan suhu ini memicu berbagai krisis iklim: gelombang panas ekstrem, mencairnya es di kutub, serta meningkatnya risiko kekeringan dan banjir di berbagai belahan dunia.

Masalah lain yang tak kalah genting adalah krisis sampah plastik. Berdasarkan laporan United Nations Environment Programme (UNEP) tahun 2021, produksi plastik global pada tahun 2017 mencapai 438 juta ton, dan sebagian besar di antaranya berakhir di laut atau tempat pembuangan akhir tanpa dikelola dengan baik. Sementara itu, kondisi hutan dunia juga kian mengkhawatirkan. Global Forest Review (2024) mencatat bahwa pada tahun 2023, dunia kehilangan sekitar 3,7 juta hektar hutan primer tropis, yang menghasilkan emisi karbon dioksida sebesar 2,4 gigaton. Kehilangan hutan ini tidak hanya merusak habitat keanekaragaman hayati, tetapi juga mempercepat laju perubahan iklim.

Kenyataan tersebut menuntut kita untuk tidak hanya sekadar sadar, tetapi juga bertindak. Sejak tahun 1970, setiap 22 April diperingati sebagai Hari Bumi yaitu momen refleksi global untuk mengingatkan manusia agar menjaga planet yang menjadi rumah bagi seluruh makhluk hidup. Namun, kesadaran tanpa tindakan tidak akan membawa perubahan. Kita membutuhkan arah yang jelas: Green Strategy.

Green Strategy atau Strategi Hijau merupakan pendekatan yang mengintegrasikan praktik berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Tujuannya adalah mengurangi dampak lingkungan, mengelola sumber daya secara bertanggung jawab, menekan limbah, meningkatkan efisiensi energi, serta memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Menurut simulasi World Resources Institute (WRI) Indonesia (2024), penerapan ekonomi hijau dapat memberi manfaat besar bagi Indonesia, termasuk pertumbuhan PDB rata-rata 6,3% selama 2025–2045 dan penciptaan 1,7 juta lapangan kerja hijau baru pada tahun 2045—setara dengan 38% tambahan angkatan kerja nasional.

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut memainkan peran penting dalam mewujudkan masa depan hijau. Melalui kurikulum berbasis SDGs, UGM mengintegrasikan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan ke dalam berbagai disiplin ilmu, menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab ekologis di kalangan mahasiswa. Di sisi lain, UGM menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah dan berbagai lembaga untuk memperkuat kolaborasi menuju pembangunan berkelanjutan. Dalam aspek operasional kampus, UGM juga menerapkan transportasi ramah lingkungan dengan menghadirkan bus listrik dan fasilitas sepeda kampus untuk mengurangi emisi karbon. Tak ketinggalan, pembangunan gedung-gedung seperti Smart and Green Learning Center menjadi wujud nyata dari penerapan arsitektur hijau yang efisien energi dan memanfaatkan sumber daya terbarukan.

Bumi sedang berbicara melalui panas yang meningkat, hutan yang menipis, dan laut yang penuh sampah. Kini, pertanyaannya kembali pada kita: sudahkah kamu punya strategi hijau versimu?

Penulis: BMS

Foto: BMS

Sumber:

Ainurrohmah, Silfia, and Sudarti Sudarti. “Analisis Perubahan Iklim Dan Global Warming Yang Terjadi Sebagai Fase Kritis .” Jurnal Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Fisika Terapan 8, no. 1 (2022): 1–10.

Environment, UN. “Drowning in Plastics – Marine Litter and Plastic Waste Vital Graphics.” UNEP. https://www.unep.org/resources/report/drowning-plastics-marine-litter-and-plastic-waste-vital-graphics.

“Forest Pulse: Informasi Terkini Tentang Hutan Dunia .” World Resources Institute Research, April 4, 2024. https://gfr.wri.org/id/latest-analysis-deforestation-trends.

IPCC, “Laporan Khusus IPCC tentang Pemanasan Global 1,5°C, Bab 3: Impacts of 1.5°C of Global Warming on Natural and Human Systems”, https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/ sites/2/2019/06/SR15_Chapter3_Low_Res.pdf,

Suarga, Egi, Talitha Dwitiyasih, Hapsari Damayanti, and Sadiid Arifin. “Meninjau Keadaan Ekonomi Hijau Indonesia: Bagaimana Seharusnya Strategi Kita Melangkah Ke Depan?” WRI Indonesia. https://wri-indonesia.org/id/wawasan/meninjau-keadaan-ekonomi-hijau-indonesia-bagaimana-seharusnya-strategi-kita-melangkah-ke-0.

World Class University Universitas Gadjah Mada. “UGM Terima Kunjungan FISIP Green Society Universitas Riau untuk Benchmarking Konsep Kampus Hijau dan Pengelolaan Sampah.” https://wcu.ugm.ac.id/2025/04/17/ugm-terima-kunjungan-fisip-green-society-universitas-riau-untuk-benchmarking-konsep-kampus-hijau-dan-pengelolaan-sampah

Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM. “Green Campus – Kemitraan UGM.” https://kemitraan.ugm.ac.id/tag/green-campus

Siddiq, Nur Abdillah. "Penerapan Konsep Green Campus di Universitas Gadjah Mada: Studi Kasus Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC)." Center for Design, Sustainable Green Building (CeDSGreeB), 7 Maret 2025. https://cedsgreeb.org/trend/smart_and_green_learning_center/.​cedsgreeb.org

Kartini dan Strategi Kepemimpinan Masa Kini

Kajian Senin, 21 April 2025

Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, tetapi juga contoh nyata visionary leader pada zamannya. Berani berpikir jauh ke depan dengan tindakan nyata untuk membuka jalan bagi transformasi sosial.

Tindakan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan merupakan contoh nyata penerapan prinsip kepemimpinan dan manajemen strategis yang relevan hingga saat ini. Kartini memiliki visi yang jelas tentang kesetaraan hak bagi perempuan, terutama dalam bidang pendidikan. Di tengah keterbatasan dan norma sosial yang mengekang perempuan pada masanya, ia mampu melihat jauh ke depan membayangkan masyarakat di mana perempuan dapat belajar, berpikir, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial.

Melalui analisis lingkungan yang tajam, Kartini memahami tantangan yang dihadapi kaumnya. Ia menyadari bahwa sistem sosial dan budaya pada masa itu membatasi ruang gerak perempuan. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, Kartini justru memanfaatkan posisinya sebagai seorang bangsawan untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan. Dengan kecerdasannya, ia mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.

Visi dan gagasannya tidak berhenti pada tulisan dan pemikiran semata. Kartini melakukan implementasi strategi secara nyata melalui langkah-langkah konkret, salah satunya dengan mendirikan sekolah bagi perempuan di Jepara. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan pendidikan perempuan di Indonesia, membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani.

Dari perjuangan Kartini, kita belajar tentang prinsip kepemimpinan visioner yang tetap relevan di era modern. Pemimpin yang visioner harus berorientasi jangka panjang, memiliki pandangan yang melampaui kepentingan sesaat, serta fokus pada manfaat berkelanjutan. Ia juga perlu mengenali kekuatan dan hambatan melalui analisis lingkungan, agar mampu mengoptimalkan potensi dan mengambil keputusan yang tepat. Selain itu, seorang pemimpin visioner harus adaptif, mampu menyesuaikan strategi ketika menghadapi perubahan, dan berani mewujudkan visi dalam bentuk aksi nyata.

Dari Kartini, kita belajar bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan keberanian untuk bermimpi besar dan bertindak nyata. Siapa pun dapat menjadi pemimpin asal memiliki visi, kepekaan terhadap lingkungan, dan tekad untuk menciptakan perubahan yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

Penulis: BMS

Foto: BMS

Pelatihan Kepemanduan Campus Tour Universitas Gadjah Mada

Campus TourKegiatan Jumat, 21 Maret 2025

Tim Pengelola Kunjungan Kampus, di bawah Biro Manajemen Strategis menyelenggarakan Pelatihan Kepemanduan dalam rangka mewujudkan pengalaman kunjungan kampus yang lebih informatif dan profesional. Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa perwakilan dari berbagai fakultas dan sekolah di UGM yang berkomitmen menjadi pemandu dalam kegiatan kunjungan kampus. Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua hari, dimulai dengan sesi materi pengenalan kepemanduan pada hari pertama secara daring.

Pelatihan pada hari kedua berfokus pada aspek teknis, khususnya terkait SOP kepemanduan. Mahasiswa juga berkesempatan mempraktikkan tata cara serta kiat kepemanduan dalam sesi pelatihan yang didampingi oleh praktisi di bidang kepemanduan. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memiliki kapasitas sebagai pemandu dengan keterampilan komunikasi, manajemen kunjungan, serta pemahaman mendalam tentang UGM. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah mewujudkan layanan kunjungan kampus yang lebih profesional, sistematis, dan berkesan bagi setiap pengunjung di UGM.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dokumentasi kegiatan.

 

Adaptasi Goes to Campus: Gerakan Penggerak untuk Aksi Iklim Berkeadilan

Kegiatan Kamis, 13 Maret 2025

Generasi muda memegang peran penting sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui edukasi di komunitas, pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi, serta aktivisme dan advokasi kebijakan keberlanjutan, mereka menjadi kekuatan yang mendorong transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan adil.

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Yayasan Penabulu berkomitmen memperkuat peran generasi muda dalam gerakan iklim melalui program yang menjadi bagian dari inisiatif Voices for Just Climate Action (VCA). Program ini berfokus pada pemberdayaan organisasi masyarakat sipil lokal serta kelompok yang selama ini kurang terwakili seperti perempuan, pemuda, dan masyarakat adat agar mampu berkontribusi secara aktif dalam menciptakan solusi iklim yang inovatif dan berkeadilan.

Dalam rangkaian kegiatan ini, digelar sesi talkshow yang menghadirkan praktisi dan akademisi untuk berbagi pengalaman, wawasan, serta praktik terbaik dalam mengimplementasikan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, sesi Focus Group Discussion (FGD) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, tantangan, serta merumuskan potensi solusi yang dapat diterapkan dalam konteks lokal. Hasil dari diskusi ini kemudian dituangkan dalam Deklarasi Ekspresi Mahasiswa, yang berisi komitmen bersama untuk memperjuangkan keadilan iklim dan memastikan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim dilakukan secara inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mahasiswa UGM diharapkan dapat meneruskan semangat ini melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk nyata kontribusi mereka dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam pembangunan masyarakat.

Melalui kolaborasi strategis antara mahasiswa, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim. Dengan semangat, kreativitas, dan komitmen yang tinggi, generasi muda dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong transisi menuju masa depan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dokumentasi selengkapnya.

Hari Perempuan Internasional

Kajian Sabtu, 8 Maret 2025

Hari Perempuan Internasional tahun 2025 mengusung tema “For All Women and Girls: Rights, Equality, Empowerment” Menekankan pentingnya memastikan hak, kesetaraan, dan pemberdayaan bagi semua perempuan untuk menciptakan masa depan yang inklusif dan adil.

Permasalahan Kesetaraan Gender di Indonesia masih menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian dan aksi nyata dari berbagai pihak. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 401.975 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, mencakup kekerasan psikis, seksual, fisik, hingga ekonomi. Angka ini menggambarkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi perempuan dalam memperoleh rasa aman dan keadilan. Selain itu, budaya patriarki yang masih melekat di sejumlah daerah turut menjadi penghambat partisipasi perempuan dalam pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan, sehingga memperkuat ketimpangan peran gender dalam masyarakat.

Dari sisi ekonomi dan politik, kesenjangan juga masih nyata terlihat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada tahun 2023 hanya 54%, jauh di bawah TPAK laki-laki yang mencapai 84%. Di ranah politik, persentase calon kepala daerah perempuan pada Pilkada 2024 hanya sebesar 10,66%, menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam pengambilan keputusan publik masih sangat terbatas. Kondisi ini menegaskan pentingnya langkah strategis untuk memastikan kesetaraan kesempatan dan perlindungan bagi perempuan di semua bidang kehidupan.

Berbagai aksi strategis dapat dilakukan untuk memperkuat kesetaraan hak perempuan. Di antaranya, dengan mendorong kemudahan akses terhadap pendidikan dan pelatihan, memperkuat kebijakan dan regulasi perlindungan perempuan, serta menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan bebas diskriminasi. Selain itu, penting pula untuk memperkuat organisasi dan sistem perlindungan sosial agar perempuan memiliki ruang aman dan dukungan yang memadai dalam mengembangkan potensinya.

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada nilai-nilai keadilan dan keberagaman, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan aktif dalam mendukung kesetaraan gender. UGM secara konsisten mengadakan seminar, simposium, dan workshop yang mengangkat isu gender untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan sivitas akademika. Melalui program pengabdian masyarakat, KKN-PPM, dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan UGM, universitas juga berkontribusi dalam pelatihan dan pemberdayaan perempuan di berbagai daerah. Komitmen terhadap lingkungan kampus yang inklusif dan tanpa diskriminasi tertuang dalam Rencana Induk Kampus, sementara sistem perlindungan terhadap kekerasan diperkuat melalui Satgas PPKS dan Fisipol Crisis Center yang berfungsi memberikan perlindungan, pendampingan, dan edukasi.

Karena pada akhirnya, kesetaraan bukan hanya tentang perempuan melainkan tentang kemanusiaan. Ketika perempuan berdaya dan haknya setara, maka masa depan yang adil, aman, dan berkelanjutan pun akan tercipta.

Penulis: BMS

Foto: BMS

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjIwMCMy/tingkat-partisipasi-angkatan-kerja-menurut-jenis-kelamin.html

https://komnasperempuan.go.id/download-file/1085

https://sustainabledevelopment.ugm.ac.id/2022/12/31/sdg-5-gender-equality/?form=MG0AV3&form=MG0AV3

https://www.un.org/en/observances/womens-day

https://kumparan.com/kumparannews/37-calon-kepala-daerah-di-jatim-perempuan-jadi-yang-terbanyak-di-indonesia-23e1LsL9TDs/4

Hari Antropologi Sedunia

Kajian Kamis, 20 Februari 2025

Hari Antropologi Sedunia merupakan inisiatif dari American Anthropological Association yang bertujuan untuk mempromosikan pentingnya antropologi dalam ilmu pengetahuan serta meningkatkan kesadaran publik akan peran antropologi dalam memahami manusia dan masyarakat. Peringatan ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa antropologi bukan sekadar kajian tentang kebudayaan, tetapi juga jendela untuk memahami dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membentuk kehidupan manusia.

Mengapa antropologi penting? Karena melalui antropologi, kita memperoleh pemahaman mendalam tentang manusia, budaya, dan masyarakat bagaimana mereka berpikir, berinteraksi, serta membangun makna dalam kehidupan sehari-hari. Antropologi juga membantu kita memahami praktik-praktik sosial masyarakat yang dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik dan pengembangan komunitas yang lebih inklusif. Tak kalah penting, antropologi mengajarkan kita tentang keterkaitan antara manusia dan lingkungan, sebuah relasi yang menjadi kunci keberlanjutan hidup di tengah perubahan global yang cepat.

Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) berkontribusi besar dalam pengembangan ilmu antropologi melalui tiga pilar utama: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dalam bidang pendidikan, UGM memiliki program studi antropologi dari jenjang S-1 hingga S-3, dengan berbagai spesialisasi yang membekali mahasiswa dengan pemahaman teoretis dan keterampilan penelitian lapangan. Dalam bidang penelitian, para akademisi dan peneliti UGM aktif melakukan kajian sosial-budaya yang menghasilkan naskah akademik, laporan penelitian, publikasi ilmiah, serta policy brief yang menjadi rujukan bagi para pembuat kebijakan. Sementara dalam pengabdian masyarakat, UGM turut berperan dalam pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat, pendampingan komunitas, edukasi budaya, serta pelestarian praktik budaya lokal yang memperkuat identitas dan ketahanan sosial bangsa.

Melalui antropologi, kita belajar bahwa setiap manusia dan budaya memiliki nilai dan kisah yang layak dipahami. Karena itu, mari terus membuka diri, menghargai perbedaan, dan memperkaya perspektif kita terhadap dunia. Memahami manusia, membuka wawasan, menghargai keberagaman.

Penulis: BMS
Foto: BMS
Sumber:

https://americananthro.org/learn-teach/what-is-anthropology/ https://antropologi.fib.ugm.ac.id/id/kategori/ringkasan-kebijakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/14611-ugm-menawarkan-resolusi-konflik-lewat-sekolah-budaya/

https://ugm.ac.id/id/berita/14611-ugm-menawarkan-resolusi-konflik-lewat-sekolah-budaya/

 
1234

Recent Posts

  • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
  • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
  • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
  • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
  • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY