• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • sdgs
Arsip:

sdgs

Dari Dialog Akademik hingga Peresmian, UGM Luncurkan Human Flourishing Center Bersama ACU dan KADIN

Kegiatansdgs Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Australian Catholic University (ACU) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan pada Rabu, 23 April 2026. Diawali dengan Dialog Akademik tentang Human Flourishing di Ruang Multimedia Lantai 3 Gedung Pusat UGM, hari tersebut ditutup dengan peresmian Human Flourishing Center (HFC) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada.

Sebagai pembuka rangkaian acara, Biro Manajemen Strategis dan Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM menyelenggarakan Dialog Akademik Human Flourishing yang menghadirkan akademisi dari UGM, ACU, HDSS Sleman, serta perwakilan KADIN. Diskusi dibagi ke dalam dua sesi panel yang membahas berbagai dimensi Human Flourishing dari perspektif lintas disiplin. read more

UGM Membangun Balai Masjid sebagai Community Center di Desa Geudumbak Langkahan Aceh Utara

Kegiatansdgs Senin, 2 Maret 2026

Sebagai respons atas bencana hidrometeorologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Universitas Gadjah Mada membangun kembali Balai Masjid di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Bangunan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir yang melanda kawasan itu dan mengganggu berbagai aktivitas sosial serta keagamaan warga. Rekonstruksi ini menjadi bagian dari langkah nyata UGM dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak, sekaligus memastikan tersedianya ruang publik yang aman dan representatif bagi masyarakat. read more

Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional

Kajiansdgs Sabtu, 21 Februari 2026

Setiap tanggal 21 Februari, Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi atas tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, pada tahun 2005, yang menelan banyak korban jiwa dan menjadi pengingat pahit bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada bencana kemanusiaan.

Sampah kerap dipandang sebagai persoalan sepele, padahal dampaknya sangat luas. Penumpukan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air, memicu gangguan kesehatan, meningkatkan emisi gas rumah kaca, serta memperbesar risiko bencana lingkungan. Oleh karena itu, sampah bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial dan kesehatan masyarakat.

Kesadaran inilah yang mendasari pentingnya perubahan paradigma: dari “membuang sampah” menjadi “mengelola sampah”. Perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari individu, komunitas, hingga institusi.

Komitmen UGM dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. UGM menerapkan aturan pemilahan sampah yang ketat, di mana setiap sampah yang masuk ke lingkungan kampus harus dipilah sesuai jenisnya. Sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut, sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab bersama. Untuk mendukung kebijakan ini, kampus juga menyediakan infrastruktur pemilahan sampah yang memadai.

Selain itu, UGM mengembangkan pengelolaan sampah terintegrasi secara mandiri melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT). Sampah organik yang telah terpilah diolah menjadi pupuk kompos dan dimanfaatkan kembali untuk tanaman di lingkungan kampus. Sementara itu, sampah nonorganik dikelola bersama mitra pihak ketiga dan diolah menjadi bahan bangunan, sehingga memiliki nilai guna baru dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Edukasi sebagai Kunci Perubahan

Pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku. Oleh karena itu, UGM secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan promosi kesadaran, seperti penyuluhan, workshop, dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa dan tenaga kependidikan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif komunitas akademik sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

 





UGM and BOKU Collaborative Workshop on Teaching, Community Service, and SDGs

Kegiatansdgs Sabtu, 25 Oktober 2025

UGM dan BOKU Gelar Workshop Kolaboratif tentang Pengajaran, Pengabdian Masyarakat, dan SDGs

20 – 24 Oktober 2025

Dalam rangka program Erasmus+ Staff Mobility Training, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna (BOKU) menyelenggarakan workshop kolaboratif selama empat hari yang berfokus pada pengembangan kerja sama strategis di bidang pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini menghadirkan Andreas Bauer, M.Sc, sebagai bagian dari upaya memperkuat pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik antar kedua institusi.

Hari Pertama – 20 Oktober 2025

Workshop hari pertama dibagi ke dalam dua sesi utama, yakni Teaching Philosophy dan Pengabdian Masyarakat.
Pada sesi Teaching Philosophy, peserta membahas pentingnya pemahaman pengajar terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam proses pembelajaran, serta bagaimana membentuk pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa. Sesi ini juga diisi dengan refleksi bersama mengenai nilai-nilai yang mencerminkan sosok pengajar yang baik.

Sementara pada sesi Pengabdian Masyarakat, UGM dan BOKU saling berbagi praktik terbaik dari masing-masing institusi. Di UGM, kegiatan pengabdian masyarakat banyak melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bersifat wajib, sedangkan di BOKU pengabdian lebih banyak diintegrasikan dalam kegiatan riset dan proyek komunitas yang berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan.

Hari Kedua – 21 Oktober 2025

Hari kedua workshop membahas implementasi SDGs di UGM dan BOKU serta tantangan yang dihadapi masing-masing institusi. Diskusi berfokus pada identifikasi peluang kolaborasi untuk memperkuat kontribusi kedua universitas terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk upaya mengintegrasikan SDGs ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hari Ketiga dan Keempat – 23 & 24 Oktober 2025

Pada dua hari terakhir, kegiatan difokuskan pada penyusunan proposal kerja sama antara UGM dan BOKU. Proses ini diawali dengan identifikasi topik-topik relevan berdasarkan keahlian dan bidang prioritas masing-masing institusi, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai struktur proposal dan penyusunan timeline kegiatan untuk tindak lanjut ke depan.

Langkah Kolaborasi untuk Mendukung Program UGM dan PUAPT

Sebagai hasil dari kegiatan ini, disepakati beberapa langkah kolaborasi strategis untuk mendukung program UGM dan Pusat Unggulan Akademik dan Pengabdian Terpadu (PUAPT), antara lain:

  1. Kolaborasi bersama BOKU dan universitas di Afrika dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta implementasi berbagai topik keberlanjutan.

  2. Program Lecture and Staff Mobility untuk memfasilitasi pertukaran akademisi antara UGM dan BOKU dalam rangka pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.

  3. Penjajakan peluang pendanaan melalui proposal bersama, dengan fokus pada isu-isu keberlanjutan dan tema-tema strategis yang menjadi prioritas PUAPT dan UGM.

Kolaborasi antara UGM dan BOKU diharapkan tidak berhenti pada pertemuan ini, melainkan terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang memperkuat peran kedua universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan komitmen bersama terhadap nilai-nilai keberlanjutan, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong implementasi SDGs secara lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat global.

Penulis : BMS

Foto : BMS

Jawab Tantangan Ketersediaan Air, UGM Hadirkan Embung Watu Macan di Blora Jawa Tengah

Kegiatansdgs Jumat, 26 September 2025

Pada 25 September 2025, Universitas Gadjah Mada bersama Pertamina Foundation meresmikan Embung Watu Macan di Desa Megeri, Kradenan, Blora, Jawa Tengah. Embung Watu Macan merupakan hasil kolaborasi antara UGM dan Pertamina Foundation untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa di lahan kritis. Selain sebagai infrastruktur air, embung ini juga menjadi wahana bagi UGM dalam menjalankan fungsi riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.; Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.; Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H.; Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari; dan Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana. Dari Universitas Gadjah Mada, turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi; Dekan Fakultas Kehutanan; Direktur Pengabdian kepada Masyarakat; serta Direktur KHDTK.

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan penyerahan buku berjudul Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Berkelanjutan: Pengalaman dan Refleksi Bekerja Bersama Masyarakat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Blora–Ngawi dari UGM kepada Pertamina. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan program.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Blora dan Komisaris Utama Pertamina, beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM yang memberikan paraf mewakili Rektor UGM sebagai bentuk representasi institusional.

UGM berkomitmen mendampingi keberlanjutan fungsi embung, baik teknis maupun sosial, sebagai dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Embung diharapkan memberi manfaat nyata bagi ketersediaan air, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, baik untuk masa kini maupun masa depan.

Dokumentasi kegiatan.

 

UGM & IOJI Resmi Jalin Kolaborasi untuk Perlindungan Laut dan Lingkungan

Kegiatansdgs Senin, 22 September 2025

Jakarta, 19 September 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dalam upaya memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi serta mendorong perlindungan lingkungan hidup dan ekosistem laut Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua institusi dilaksanakan di Jakarta pada 19 September 2025. Acara ini menandai langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi dan lembaga kebijakan publik dalam menghadapi tantangan lingkungan global, khususnya di era Antroposen.

Acara penandatanganan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pendiri IOJI, termasuk CEO IOJI Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., serta Dr. Hasan Wirajuda, Co-founder IOJI sekaligus Menteri Luar Negeri RI periode 2001–2009. Hadir pula para co-founder IOJI lainnya: Laode M. Syarif, Ph.D.; Andreas Aditya Salim, S.H., LL.M.; Stephanie Juwana, S.H., LL.M.; Aldilla Stephanie, S.H., LL.M.; dan Januar Dwi Putra, S.H., LL.M.

Dari pihak Universitas Gadjah Mada, kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, Ph.D., Dekan Fakultas Hukum, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., serta Kepala Biro Manajemen Strategis, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dan CEO IOJI, Dr. Mas Achmad Santosa, sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi riset, pertukaran akademik, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti untuk perlindungan ekosistem laut dan lingkungan hidup.

Sebagai tindak lanjut konkret dari MoU tersebut, kedua institusi juga menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama (PKS).

  • PKS pertama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Hukum UGM, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., dan CEO IOJI, Dr. Mas Achmad Santosa, dengan fokus pada pengembangan konsep hukum di era Antroposen melalui pendekatan inovatif “Law in the Anthropocene”. Pendekatan ini menekankan pentingnya hukum dalam merespons perubahan sosial dan ekologis akibat aktivitas manusia yang masif terhadap bumi.

  • PKS kedua ditandatangani oleh Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, Dr. Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., bersama CEO IOJI, yang berfokus pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi untuk mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, UGM dan IOJI berkomitmen untuk memperkuat kapasitas akademik, penelitian, dan kebijakan nasional dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup di era modern. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang strategis bagi perluasan jejaring internasional, sekaligus meningkatkan akses terhadap berbagai skema pendanaan global yang berfokus pada isu lingkungan, perubahan iklim, serta tata kelola laut yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sinergi antara UGM dan IOJI menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor antara dunia akademik, pembuat kebijakan, dan masyarakat sipil memegang peranan penting dalam menjaga masa depan bumi dan memastikan keadilan ekologis bagi generasi mendatang.

Penulis: BMS UGM

Foto: UGM Jakarta & IOJI

Dokumentasi kegiatan.

Sustainable Future Leader Series: Penguatan Peran Strategis UGM dalam Pencapaian Ketahanan Air Global

Kegiatansdgs Sabtu, 16 Agustus 2025

Yogyakarta, 15 Agustus 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan global terkait sumber daya air melalui kegiatan Sustainable Future Leader Series bertema “Penguatan Peran Strategis UGM dalam Pencapaian Ketahanan Air Global.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Gugus Tugas Water Security bekerja sama dengan Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM, dan dihadiri oleh para pakar, peneliti, serta dosen lintas disiplin ilmu yang berfokus pada isu sumber daya air. Diskusi ini menjadi wadah penting bagi UGM untuk mempertegas peran strategisnya dalam membangun ketahanan air, baik di tingkat nasional maupun global.

Ketahanan Air sebagai Isu Strategis Global

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, Ph.D., menekankan bahwa ketahanan air bukan hanya persoalan teknis semata, tetapi juga persoalan strategis yang menyangkut keberlanjutan hidup manusia dan kesejahteraan global.

“Ketahanan air bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan strategis. UGM telah menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat peran di tingkat global melalui pembentukan task force sebagai tindak lanjut dari World Water Forum ke-10 di Bali,”

— Prof. Ova Emilia, Ph.D. (Rektor Universitas Gadjah Mada)

Senada dengan itu, Prof. Dr. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Guru Besar UGM di bidang Sumber Daya Air dan Hidrologi, menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan serius dalam pengelolaan sumber daya air, mulai dari krisis ketersediaan air, distribusi yang tidak merata, hingga penurunan kualitas air dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

“Indonesia menghadapi berbagai tantangan sumber daya air: krisis air, distribusi tidak merata, isu kualitas, dan bencana. UGM telah berkontribusi melalui beragam penelitian dan pengabdian masyarakat, termasuk KKN-PPM,”

— Prof. Dr. Ir. Joko Sujono, M.Eng.

Tantangan Global dan Ancaman Krisis Air

Krisis air menjadi salah satu isu lingkungan paling mendesak di dunia. Saat ini, 2,2 miliar orang di dunia tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman, dan 3,5 miliar orang belum mendapatkan sanitasi layak. Tantangan ini sering disebut sebagai fenomena “too much, too little, too polluted” air yang terlalu banyak (banjir), terlalu sedikit (kekeringan), dan terlalu tercemar.

Menurut Retno Marsudi, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, kondisi global menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: pada tahun 2040, sekitar 40% populasi dunia terancam kekurangan air. Di Indonesia sendiri, kebutuhan air diproyeksikan meningkat hingga 31% pada tahun 2040, yang dapat mengancam pencapaian target Indonesia Emas 2045 jika tidak segera diantisipasi.

Peran Strategis UGM: Inovasi, Regenerasi, dan Kolaborasi

Dalam menjawab tantangan tersebut, UGM berkomitmen memperkuat kontribusinya melalui dua jalur utama:

  1. Inovasi teknologi hemat air dan berbasis alam, seperti pengembangan sistem daur ulang air, teknologi filter air sederhana, irigasi efisien, serta pembelajaran dari praktik-praktik tradisional seperti Subak Bali yang telah terbukti menjaga keseimbangan ekologi dan sosial.

  2. Regenerasi para pakar dan ahli lintas disiplin di bidang air, guna memperkuat kapasitas akademik dan memastikan keberlanjutan kontribusi Indonesia terhadap solusi ketahanan air dunia.

Sesi Diskusi: Perspektif Multidisiplin UGM untuk Ketahanan Air

Dalam sesi diskusi, para dosen dan peneliti UGM dari berbagai fakultas menyampaikan pandangan mereka tentang strategi membangun ketahanan air nasional dan global.

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng., menyoroti pentingnya riset dan pendidikan tinggi dalam memperkuat sumber daya manusia unggul di bidang air.

“UGM mengembangkan riset dan pendidikan bidang sumber daya air, dari teknologi tepat guna hingga program magister, untuk mempercepat penyiapan SDM unggul. Upaya ini mendukung ketahanan air global dan memperkuat peran negara-negara Global South dalam menghadapi tantangan air, pangan, dan iklim,”

— Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D.

Sementara itu, Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM, menekankan hubungan erat antara ketahanan air dan kesehatan manusia.

“Ketahanan air berhubungan langsung dengan kesehatan, karena keseimbangan cairan tubuh sangat vital bagi organ, sehingga diperlukan kontrol penggunaan air, pengelolaan air bersih, dan pemanfaatan teknologi desalinasi untuk keberlanjutan,”

— Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro

Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM, ASEAN Eng., menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan dalam menjaga ketahanan air.

“Ketahanan air hanya bisa dicapai jika seluruh masyarakat terlibat aktif mengatasi masalah air melalui gerakan bersama, misalnya melalui gerakan memanen hujan dan gerakan menjaga sungai,”

— Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono

Dari perspektif tata ruang, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D., menyoroti pentingnya perencanaan kota yang harmonis.

“Pada 2050, 70% penduduk dunia akan tinggal di kota sehingga kebutuhan air meningkat pesat. Karena itu, penataan ruang yang harmonis antara hulu dan hilir menjadi kunci menjaga ketahanan air,”

— Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono

Sementara itu, Prof. Dr. Drs. Eko Haryono, M.Si., menyoroti peran UGM dalam konservasi kawasan karst sebagai sumber air alami.

“UGM berperan dalam konservasi karst, termasuk mengusulkan akuifer Gunung Sewu sebagai warisan penting dunia. Dukungan pemerintah serta UNESCO dibutuhkan untuk memperkuat konservasi karst sebagai aspek penting dalam ketahanan air,”

— Prof. Dr. Drs. Eko Haryono

Komitmen UGM untuk Masa Depan Air yang Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, UGM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis dalam membangun ketahanan air melalui inovasi teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan solusi aplikatif dan kolaboratif guna menjaga keberlanjutan sumber daya air demi kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan hidup generasi mendatang.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dokumentasi kegiatan.

UGM Supports Save Soil Movement: Sahil Jha Cycling Across 4 Continents

Kegiatansdgs Sabtu, 14 Juni 2025

Yogyakarta, 13 Juni 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan konservasi tanah dengan berkolaborasi bersama gerakan internasional Save Soil. Dukungan ini diwujudkan melalui kegiatan “Save Soil Movement: Sahil Jha Cycling Across 4 Continents”, sebuah ekspedisi sepeda lintas negara yang diinisiasi oleh Sahil Jha, aktivis muda yang mengampanyekan kesadaran global tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keberlanjutan tanah.

Kegiatan ini diawali dengan penyambutan resmi terhadap Sahil Jha di UGM, sebagai simbol penghormatan dan apresiasi atas dedikasi dan perjuangannya dalam mengedukasi publik tentang isu konservasi tanah. Setelah sesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan para pakar dari UGM dan perwakilan dari Save Soil Movement.

Tanah: Fondasi Kehidupan dan Kunci Keberlanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., selaku Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, menegaskan bahwa tanah merupakan elemen dasar kehidupan yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

“Tanah adalah sumber kehidupan, fondasi sistem pangan, air, dan hutan. Tanah memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyimpan karbon dan mengatur emisi gas rumah kaca,”
— Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D. (Kepala Biro Manajemen Strategis UGM)

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Praveena Shridar, Chief Science & Technology Officer Save Soil Movement, yang menekankan pentingnya peran universitas dan negara agraris seperti Indonesia dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan untuk menahan laju degradasi tanah.

“Universitas dan negara agraris seperti Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan guna menahan laju degradasi tanah,”
— Praveena Shridar (Chief Science & Technology Officer, Save Soil Movement)

Pandangan Akademisi UGM tentang Kesehatan Tanah

Dari sisi akademik, Prof. Benito Heru Purwanto, Dosen Fakultas Pertanian UGM, menegaskan bahwa tanah adalah elemen vital yang sangat rentan terhadap kerusakan. Ia menyoroti pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran publik sebagai langkah awal dalam menjaga keberlanjutan tanah.

“Tanah merupakan elemen vital dalam ekosistem yang sangat rentan terhadap kerusakan dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Edukasi dan peningkatan kesadaran publik harus menjadi prioritas,”
— Prof. Benito Heru Purwanto (Fakultas Pertanian UGM)

Suara Generasi Muda untuk Tanah yang Sehat

Aktivis muda Sahil Jha, yang menjadi figur utama dalam ekspedisi lintas benua ini, mengungkapkan bahwa isu kesehatan tanah harus menjadi perhatian generasi muda di seluruh dunia. Melalui kampanye Save Soil, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tanah sebagai sumber utama kehidupan.

“Tanah yang sehat adalah kunci untuk menghasilkan makanan berkualitas dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Generasi muda perlu menyuarakan isu ini melalui aksi nyata dan media sosial,”
— Sahil Jha (Aktivis Save Soil)

Senada dengan hal tersebut, Raline Shah, yang turut hadir sebagai Duta Save Soil, menekankan bahwa tanah bukan sekadar komponen fisik dari pertanian, melainkan bagian integral dari kehidupan manusia dan keseimbangan alam.

“Tanah bukan sekadar elemen pertanian, melainkan fondasi kehidupan dan kesehatan manusia, serta berperan menunjang ketahanan pangan dan keseimbangan ekosistem,”
— Raline Shah (Duta Save Soil)

Komitmen UGM untuk Konservasi Tanah dan Ketahanan Pangan

Kegiatan kolaboratif ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan pribadi Sahil Jha, tetapi juga mencerminkan komitmen UGM sebagai Centre of Excellence Working Group Food Security dalam memperkuat peran akademisi dan peneliti dalam menghadirkan solusi ilmiah terhadap isu degradasi tanah dan perubahan lingkungan.

Melalui riset, inovasi teknologi, dan advokasi kebijakan, UGM berupaya mengembangkan pendekatan ilmiah dan aplikatif yang dapat memperkuat konservasi tanah, ketahanan pangan, dan keberlanjutan ekosistem.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi lanjutan antara UGM dan Save Soil, yang melibatkan penelitian bersama, advokasi kebijakan lingkungan, serta program edukasi publik di bidang soil security, lingkungan hidup, dan pertanian berkelanjutan.

Dengan langkah nyata ini, UGM terus memperkuat perannya sebagai universitas yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendukung gerakan global untuk menyelamatkan tanah  sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di bumi.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS & Humas UGM

Dokumentasi kegiatan.

Sustainable Future Leader: Enhancing Indonesian Restorative Economy

Kegiatansdgs Kamis, 13 Februari 2025

Agenda pengurangan emisi karbon menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya mitigasi penanganan dampak perubahan iklim. UGM bersama dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari berkomitmen untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan tersebut.

” Penelitian menunjukkan bahwa bambu memiliki daya serap karbon yang tinggi, berkisar antara 16 hingga 128 ton karbon per hektar. Jika dikelola dengan baik, bisa mendorong pengurangan emisi hingga 35%” –Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.,OG(K).,Ph.D.

” Pengembangan agroekologi bambu yang berkelanjutan memerlukan dukungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta sumber daya manusia dan teknologi untuk memastikan kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim dan ekonomi restoratif.” – Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Ditjen PPI KLHK, Irawan Assad, Ph.D

Pada Sesi Panel Inspirasi menghadirkan para pemimpin dan pakar dari berbagai sektor untuk berbagai wawasan, pengalaman nyata, best practice, dan langkah konkret guna mempercepat pemanfaatan bambu dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

Sesi Panel Tematik workshop ini menjadi wadah diskusi yang menarik terkait strategi inovasi dalam pemanfaatan bambu. Serta membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia. 

Melalui workshop ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi berbasis riset dan mengeksplorasi kerangka kebijakan lanjutan untuk memperkuat praktik – praktik baik ke depan.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dokumentasi kegiatan.

Recent Posts

  • UGM dan KAGAMA Terus Dampingi Pemulihan Pascabencana di Sumatra
  • UGM Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan melalui Penandatanganan MoU dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Sinergi Gula Nusantara
  • UGM Buktikan Komitmen Kebencanaan Lewat Inovasi dan Kontribusi di Pameran Nasional PIT IABI Ke-9
  • Dari Dialog Akademik hingga Peresmian, UGM Luncurkan Human Flourishing Center Bersama ACU dan KADIN
  • Hari Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY