• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • 2025
  • Juli
Arsip 2025:

Juli

Merawat Alam Merawat Masa Depan

Kajian Senin, 28 Juli 2025

World Nature Conservation Day atau Hari Konservasi Alam Sedunia diperingati setiap 28 Juli untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam seperti hutan, air, tanah, dan satwa liar.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), konservasi adalah kunci keberlanjutan kehidupan karena 100% aktivitas manusia bergantung pada alam mulai dari makanan, air bersih, hingga udara yang kita hirup.Namun eksploitasi berlebihan, pencemaran, dan alih fungsi lahan telah menyebabkan kerusakan yang serius.

Konservasi alam harus menjadi prioritas karena kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. Setiap tahun, sekitar 15 miliar pohon ditebang, menyebabkan hilangnya habitat alami dan menurunkan kemampuan bumi dalam menyerap karbon. Akibatnya, lebih dari 1 juta spesies kini terancam punah (IPBES, 2019), menandakan krisis keanekaragaman hayati yang serius. Di saat yang sama, suhu bumi telah meningkat lebih dari 1,1°C sejak era pra-industri (IPCC, 2023), memperburuk dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan cuaca ekstrem. Tak hanya itu, lebih dari 8 juta ton plastik mencemari lautan setiap tahun (UNESCO, 2022), mengancam ekosistem laut dan rantai makanan manusia. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa konservasi alam bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mendesak untuk memastikan keberlanjutan kehidupan di bumi.

Universitas Gadjah Mada (UGM) berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Melalui pengelolaan Hutan Wanagama di Gunungkidul, UGM menjadikannya sebagai laboratorium alam untuk kegiatan konservasi, pendidikan ekologi, serta rehabilitasi lahan kritis. Dalam bidang inovasi teknologi, UGM telah mengembangkan GATe (Gadjahmada Airport Transporter Electric), kendaraan listrik yang dirancang untuk mendukung transportasi ramah lingkungan di kawasan bandara. Komitmen terhadap energi bersih juga diwujudkan melalui pemanfaatan sistem fotovoltaik (PLTS) pada sejumlah gedung, seperti Fakultas Teknik dan kompleks pertanian (Agrokompleks), guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Selain itu, melalui UGM Green Campus Initiative, universitas ini menerapkan berbagai langkah nyata seperti efisiensi energi, konservasi air, pemilahan sampah, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, menjadikan UGM sebagai salah satu pionir dalam praktik keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.

Setiap orang dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi melalui langkah-langkah kecil yang sederhana namun berdampak besar. Kita bisa mulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan menggunakan botol minum, tas kain, dan tempat makan sendiri, serta biasakan memilah sampah organik dan anorganik untuk mendukung sistem daur ulang. Dalam hal mobilitas, pilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum, dan jika memungkinkan, manfaatkan kendaraan listrik seperti bus kampus yang lebih ramah lingkungan. Saat berbelanja, belilah seperlunya dan hindari produk fast fashion atau barang sekali pakai, karena setiap produk memiliki jejak karbon dan limbah yang memengaruhi bumi. Selain itu, kita dapat memperluas dampak dengan mengikuti seminar, workshop, atau kelas terbuka tentang lingkungan, lalu membagikan pengetahuan tersebut melalui media sosial, komunitas, atau keluarga. Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, kita turut membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Sudahkah kamu berkontribusi untuk bumi hari ini?

Penulis: BMS

Foto: BMS

Hari Mangrove Sedunia: Merawat Akar Kehidupan Pesisir

Kajian Sabtu, 26 Juli 2025

Sebagai sistem transisi antara daratan dan lautan, mangrove memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Ia bukan sekadar barisan pohon di pesisir, melainkan benteng kehidupan yang menyediakan jasa lingkungan esensial bagi manusia dan keanekaragaman hayati.

Namun, di tengah meningkatnya tekanan antropogenik dan perubahan tata guna lahan, hutan mangrove terus menghadapi ancaman degradasi. Untuk itu, Hari Mangrove Sedunia, yang diperingati setiap 26 Juli, menjadi momen penting untuk menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya perlindungan dan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Peran Penting Mangrove bagi Kehidupan

1. Ketahanan Pangan
Mangrove merupakan habitat yang kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi sumber pangan bagi berbagai jenis hewan serta komunitas pesisir yang bergantung padanya untuk kehidupan sehari-hari.

2. Mitigasi Iklim
Ekosistem mangrove dikenal sebagai penyerap karbon (carbon sink) yang sangat efektif. Satu hektar hutan mangrove dapat menyimpan hingga 3.754 ton karbon, menjadikannya salah satu ekosistem paling penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

3. Pertahanan dari Bencana Alam
Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari gelombang badai, tsunami, kenaikan permukaan laut, dan erosi. Sabuk mangrove sepanjang 500 meter bahkan mampu mengurangi tinggi gelombang hingga 50–99%, melindungi kehidupan dan infrastruktur di wilayah pesisir.

Ancaman terhadap Keberlanjutan Hutan Mangrove

  1. Alih Fungsi Lahan
    Konversi lahan untuk budidaya perairan, pembangunan infrastruktur, permukiman, dan pertanian terus menggerus luasan ekosistem mangrove.

  2. Pencemaran
    Aliran limbah dari sungai dan lautmulai dari polusi plastik hingga tumpahan minyak menghambat pertumbuhan mangrove dan mengancam keseimbangan ekosistem.

  3. Pembukaan Lahan Liar
    Aktivitas pembukaan lahan tanpa perencanaan dan pengelolaan yang memadai sering kali mengakibatkan kerusakan habitat alami mangrove.

  4. Eksploitasi Kayu
    Penebangan kayu mangrove untuk industri arang dan kebutuhan ekonomi lainnya menyebabkan degradasi ekologis jangka panjang.

Komitmen UGM terhadap Pelestarian Mangrove

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim, Universitas Gadjah Mada (UGM) aktif berkontribusi dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui berbagai inisiatif nyata:

Penanaman Mangrove di Batam

UGM melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari program KKN-PPM UGM. Inisiatif ini mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pelatihan Pencatatan Stok Karbon Mangrove

UGM juga melatih 80 peneliti dan petugas pencatatan stok karbon dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan ini membekali mereka dengan keahlian teknis dalam mengukur dan memantau serapan karbon mangrove, guna mendukung kebijakan nasional mitigasi iklim berbasis data.

Aksi Nyata UKM UGM di Baros

Melalui kolaborasi antara UKM Renang UGM (SIGMA) dan Organisasi Peradilan Semu Fakultas Hukum UGM (SPARTA UGM), kegiatan Bakti Sosial di Kawasan Mangrove Baros, Bantul menjadi wujud nyata kepedulian sivitas akademika terhadap lingkungan. Kegiatan yang digelar pada 17 Mei 2025 ini menghadirkan dua agenda utama: seminar lingkungan dan penanaman mangrove.

Menumbuhkan Harapan, Menjaga Kehidupan

Melalui edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi lintas disiplin, UGM terus berupaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga mangrove sebagai warisan alam yang menopang kehidupan. Karena menjaga mangrove berarti menjaga masa depan pesisir, iklim, dan generasi yang akan datang.

Penulis: BMS UGM

Gambar: BMS UGM

Source: 

http://unesco.org/en/days/mangrove-ecosystem-conservation

https://www.kompas.id/artikel/plastik-limbah-dan-alih-fungsi-lahan-masih-jadi-ancaman-mangrove

https://ditmawa.ugm.ac.id/2025/05/ukm-renang-ugm-hijaukan-mangrove-baros-aksi-nyata-peduli-lingkungan/

https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-latih-petugas-pencatatan-stok-karbon-mangrove-di-indonesia/

https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-lakukan-penanaman-mangrove-di-kampung-tua-bakau-serip-kota-batam-kepulauan-riau/

Saat Kapasitas Bumi Tidak Lagi Mencukupi: Memahami Earth Overshoot Day

Kajian Kamis, 24 Juli 2025

Earth Overshoot Day menandai tanggal ketika umat manusia telah menggunakan seluruh sumber daya alam yang dapat dipulihkan oleh Bumi dalam satu tahun. Setelah hari itu, kita hidup “berhutang” pada alam  menggunakan cadangan sumber daya dan melampaui kapasitas pemulihan planet ini.

Setiap tahun, hari ini datang lebih awal. Artinya, kita semakin cepat mengonsumsi sumber daya dan menghasilkan emisi yang melebihi batas kemampuan Bumi untuk memulihkannya.

Pada tahun 2025, Earth Overshoot Day jatuh pada 24 Juli. Sejak tanggal tersebut, manusia telah menghabiskan seluruh “jatah” sumber daya alam untuk tahun ini dan sisanya, kita hidup dengan hutang ekologis.

Kondisi ini dapat dianalogikan seperti menguras tabungan.
Bayangkan kita memiliki penghasilan 100 juta rupiah per tahun, tetapi sudah menghabiskannya seluruhnya di bulan Juli. Maka, mulai Agustus hingga Desember, kita harus hidup dari hutang. Begitu pula dengan Bumi, kita mengambil lebih banyak daripada yang bisa ia hasilkan kembali.

Bagaimana Mencegah Overshoot Terjadi Terlalu Awal?

Untuk menunda datangnya Earth Overshoot Day dan menjaga keseimbangan ekologi global, diperlukan perubahan sistemik dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

1. Lindungi dan Pulihkan Ekosistem

Konservasi hutan, mangrove, dan keanekaragaman hayati berperan penting dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan ekologis.

 2. Desain Ulang Kota dan Infrastruktur

Mendorong kota yang lebih padat, hijau, dan ramah pejalan kaki dapat mengurangi kebutuhan transportasi berbahan bakar fosil.

3. Transisi ke Energi Terbarukan dan Efisiensi

Menggantikan bahan bakar fosil dengan panel surya, energi angin, dan biogas, serta meningkatkan efisiensi energi bangunan, dapat menunda Overshoot Day hingga 93 hari.

4. Ubah Pola Konsumsi Makanan

Mengurangi limbah makanan dan beralih ke pola makan berbasis nabati dapat menurunkan tekanan terhadap lahan, air, dan sumber daya alam lainnya.

5. Edukasi dan Pemberdayaan Keluarga

Memberikan akses kesehatan reproduksi, pendidikan bagi perempuan, serta mendorong pilihan keluarga berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap keseimbangan planet di masa depan.

Peran Universitas Gadjah Mada dalam Menjaga Daya Dukung Bumi

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata dalam mendukung transisi menuju kampus rendah emisi dan berkelanjutan.

Transportasi Ramah Lingkungan

UGM telah mengoperasikan bus dan kendaraan listrik di area kampus untuk mengurangi emisi dari aktivitas transportasi harian sivitas akademika.

Energi Terbarukan

Beberapa gedung UGM termasuk Fakultas Teknik, Perpustakaan Pusat, dan Gedung Pusat UGM  telah menggunakan sistem fotovoltaik (solar panel) sebagai bagian dari komitmen menuju energi bersih.

Inovasi Pertanian Berkelanjutan

Melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) di Berbah, Sleman, UGM mengembangkan pertanian cerdas dan efisien: dari produksi sayuran organik, konservasi tanah, hingga teknologi irigasi tetes.

Kampus Hijau dan Ruang Terbuka

UGM menanam ribuan pohon dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan ruang hijau seperti Hutan Kampus (Arboretum), Taman Biologi, dan area interaktif terbuka yang mendukung keseimbangan ekologis.

Komitmen Menuju Net Zero Emission

Melalui Program Net Zero Emission Campus, UGM menargetkan pencapaian emisi nol bersih dengan implementasi keberlanjutan di seluruh aspek kehidupan kampus serta menjalin kerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat aksi iklim global.

Earth Overshoot Day bukan sekadar peringatan, melainkan pengingat moral dan ilmiah bahwa gaya hidup manusia perlu berubah.Melalui kolaborasi, inovasi, dan kesadaran ekologis, kita dapat menunda hari Overshoot Day dan memberi waktu bagi Bumi untuk bernafas kembali.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Source:

https://overshoot.footprintnetwork.org/about-earth-overshoot-day/

https://www.overshootday.org/solutions/planet/

https://www.overshootday.org/solutions/cities/

https://www.overshootday.org/solutions/energy/

https://www.overshootday.org/solutions/food/

https://www.overshootday.org/solutions/population/

https://overshoot.footprintnetwork.org/

https://www.footprintnetwork.org/

Generasi Anak Berkualitas: Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Kajian Rabu, 23 Juli 2025

Mewujudkan Indonesia Emas tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Kualitas mereka akan menentukan kualitas pemimpin, tenaga kerja, dan warga negara Indonesia di masa depan.

Tahun 2045, Indonesia diprediksi memiliki penduduk usia produktif yang lebih besar. Anak-anak hari ini, akan menjadi bagian dari usia produktif tersebut. Oleh karena itu, memastikan mereka tumbuh dengan akses yang memadai adalah langkah strategis untuk membangun masa depan bangsa yang tangguh dan berdaya saing.

Tantangan Bagi Kualitas Anak Indonesia

  1. 1 dari 5 anak mengalami stunting (19,8%), berdampak pada perkembangan otak dan produktivitas.
  2. Lebih dari 4 juta anak usia 7–18 tahun tidak bersekolah dan 57% anak penyandang disabilitas tidak mengakses pendidikan.
  3. 25,53 juta perempuan menikah sebelum usia 18 tahun, menjadikan Indonesia peringkat ke-4 dunia dalam pernikahan anak.
  4. Kekerasan terhadap anak masih tinggi, mulai dari fisik, verbal, hingga seksual.

Strategi Kunci:Perlindungan Anak di Berbagai Bidang

Gizi dan Kesehatan

  • Optimalisasi pemenuhan gizi pada Seribu Hari Pertama Kehidupan.
  • Pencegahan dan penanganan stunting serta gizi buruk.
  • Peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap.
  • Akses layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas.

Pendidikan

  • Perluasan akses pendidikan yang merata dan inklusif.
  • Penanganan anak putus sekolah dan anak yang belum terlayani pendidikan formal.
  • Pemenuhan hak belajar anak penyandang disabilitas.

Perlindungan Sosial

  • Pencegahan kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran anak.
  • Penghapusan praktik pernikahan anak.
  • Penguatan sistem pelaporan dan penanganan kasus kekerasan.
  • Peningkatan kapasitas lembaga dan tenaga pendamping anak.

Peran Universitas

  1. Program edukasi kesehatan anak, gizi, dan perlindungan sosial melalui KKN dan pengabdian masyarakat.
  2. Riset terapan dan inovasi di bidang gizi kesehatan untuk mengatasi stunting.
  3. Advokasi publik untuk mendorong perlindungan anak dalam kebijakan nasional dan lokal.
  4. Penyusunan rekomendasi kebijakan berdasarkan kajian dan praktik lapangan.

Kontribusi Universitas Gadjah Mada untuk Mendukung Kesejahteraan Anak

Inovasi pangan untuk pemenuhan gizi dan mengatasi stunting

  • Pilot project pemberian beras fortifikasi.
  • Produk beras Presokazi untuk mengatasi permasalahan kekurangan gizi.
  • Sprouted Snack Bar, makanan tambahan berbasis sumberdaya lokal.

Pengabdian Masyarakat dengan Edukasi dan Penguatan Kapasitas

  • Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Stunting.
  • Sosialisasi dampak pernikahan dini.
  • Pendampingan Desa Ramah Anak.

Advokasi Kebijakan

  • Penyusunan Policy brief percepatan penurunan stunting.

 

Penulis: BMS UGM

Gambar: BMS UGM

Source:

https://data.unicef.org/resources/is-an-end-to-child-marriage-within-reach/

https://www.unicef.org/indonesia/id/pendidikan-dan-remaja

https://kemenkopmk.go.id/menuju-indonesia-emas-2045-pemerintah-siapkan-generasi-muda-unggul-dan-berdaya-saing

https://pkgm.fk.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/1080/2022/11/Policy-Brief-Kedaireka-Jogja-ISTIMEWA.pdf

Recent Posts

  • UGM dan KAGAMA Terus Dampingi Pemulihan Pascabencana di Sumatra
  • UGM Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan melalui Penandatanganan MoU dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Sinergi Gula Nusantara
  • UGM Buktikan Komitmen Kebencanaan Lewat Inovasi dan Kontribusi di Pameran Nasional PIT IABI Ke-9
  • Dari Dialog Akademik hingga Peresmian, UGM Luncurkan Human Flourishing Center Bersama ACU dan KADIN
  • Hari Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY