• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • SDG 16: PERDAMAIAN; KEADILAN; DAN KELEMBAGAAN YANG TANGGUH
  • SDG 16: PERDAMAIAN; KEADILAN; DAN KELEMBAGAAN YANG TANGGUH
Arsip:

SDG 16: PERDAMAIAN; KEADILAN; DAN KELEMBAGAAN YANG TANGGUH

Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi

Kajiansdgs Rabu, 15 Juli 2026

Di era kerja yang semakin dinamis, kepemimpinan bukan lagi sekadar simbol kenaikan jabatan, tetapi kemampuan untuk menciptakan dampak positif bagi tim dan organisasi. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu membangun kolaborasi, mengembangkan potensi anggota tim, serta mengambil keputusan yang strategis.

Salah satu tantangan yang sering terjadi dalam organisasi adalah Peter Principle, yaitu kondisi ketika seseorang dipromosikan berdasarkan keberhasilannya di posisi sebelumnya, bukan karena kesiapan menjadi pemimpin. Akibatnya, organisasi berisiko kehilangan kontributor terbaik tanpa memperoleh pemimpin yang efektif. Keberhasilan seorang pemimpin tidak lagi diukur dari pencapaian individu, tetapi dari kemampuannya memberdayakan tim untuk mencapai tujuan bersama. read more

Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas

Kajiansdgs Sabtu, 11 Juli 2026

Setiap tanggal 11 Juli, dunia memperingati World Population Day (Hari Kependudukan Dunia) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa isu kependudukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk, tetapi juga kualitas hidup setiap individu. Sejak diprakarsai oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1989, peringatan ini mengajak seluruh negara untuk menempatkan manusia sebagai pusat dari pembangunan yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika global saat ini, dunia menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari pertumbuhan populasi, ketimpangan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, hingga dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, pembangunan tidak lagi cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, melainkan harus mampu memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang setara untuk hidup sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, mengembangkan potensi diri, dan menentukan masa depannya secara bebas. read more

Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur

Kegiatan Senin, 6 Juli 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kagama) dan Kagama Aceh secara resmi menyerahkan hunian sementara kepada warga Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan serah terima ini merupakan penutup dari rangkaian program Kagama Peduli Bencana yang telah berjalan sejak Maret 2026.

UGM, PP Kagama, dan Kagama Aceh telah membangun sebanyak 26 unit hunian sementara berbahan kayu di Desa Sekumur. Pembangunan huntara ini bertujuan mendukung proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal layak bagi warga terdampak.

Dalam acara serah terima tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan bahwa UGM akan terus mengawal proses pemulihan jangka panjang masyarakat Tamiang, salah satunya melalui pengiriman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). “UGM akan terus berkomitmen untuk mendampingi proses pemulihan masyarakat Tamiang secara berkelanjutan. Melalui program KKN, mahasiswa diharapkan dapat hadir untuk mengkaji kebutuhan di lapangan dan bersama masyarakat mencari solusi terbaik yang memberikan manfaat nyata,” ujar Ova. Pada kesempatan tersebut, Ova juga menyampaikan peluang bagi warga Desa Sekumur untuk melanjutkan pendidikan di UGM melalui program pre-university sebagai jembatan bagi lahirnya generasi muda yang unggul, tangguh, dan memiliki visi kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah asalnya.

Selaras dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA, Nezar Patria, S.Fil., M.Si., M.B.A., turut menekankan pentingnya peningkatan akses komunikasi sebagai bagian dari upaya pemulihan bagi anak-anak dan warga terdampak. “Akses komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung proses pemulihan, terutama agar anak-anak dan warga terdampak dapat kembali terhubung, belajar, dan menjalankan aktivitas dengan lebih baik,” ujar Nezar. Untuk mendukung hal tersebut, PP KAGAMA akan menyegerakan pembangunan access point di Desa Sekumur. Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Aceh, M. Nasir Syamaun, S.I.P., M.P.A., turut menegaskan komitmen KAGAMA Aceh dalam mendukung pemulihan Aceh pascabencana. “KAGAMA Aceh siap mendukung berbagai langkah pemulihan pascabencana, sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan secara terpadu dan berkelanjutan,” ungkap Nasir.

Sebagai tanggapan atas berbagai bentuk dukungan serta komitmen yang telah disampaikan, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H., berharap hasil program Kagama Peduli Bencana ini dapat dirawat, dijaga, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Desa Sekumur, serta menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat warga agar pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Puncak penyerahan hunian sementara ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bukti resmi pengalihan hunian dari UGM, PP Kagama, dan Kagama Aceh kepada Kepala Desa Sekumur beserta perwakilan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, disalurkan pula 10.000 bibit ikan lele sebagai bentuk dukungan bagi pemulihan aktivitas ekonomi warga pascabencana.

Pembangunan hingga serah terima hunian sementara ini tidak hanya menjadi bentuk kolaborasi antara UGM, KAGAMA, pemerintah daerah, dan masyarakat, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi yang berorientasi pada kebutuhan warga, dibangun melalui semangat gotong royong, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemulihan. Kehadiran hunian sementara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sekumur secara bertahap dan berkelanjutan.

Doing More vs Doing the Right Thing: Mengelola Prioritas untuk Mengoptimalkan Hasil

Kajiansdgs Jumat, 26 Juni 2026

Di tengah tuntutan pekerjaan dan kehidupan yang semakin dinamis, produktivitas sering kali diukur dari seberapa banyak aktivitas yang berhasil diselesaikan. Padahal, kesibukan tidak selalu berbanding lurus dengan kemajuan. Banyaknya pekerjaan yang dilakukan belum tentu membawa seseorang lebih dekat pada tujuan yang ingin dicapai.

Konsep “Doing the Right Thing” mengajak kita untuk mengubah cara pandang terhadap produktivitas. Alih-alih berfokus pada kuantitas aktivitas, pendekatan ini menekankan pentingnya memilih dan mengerjakan hal-hal yang benar-benar memberikan dampak terbesar terhadap tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain, menjadi produktif bukan berarti melakukan lebih banyak pekerjaan, melainkan melakukan pekerjaan yang paling tepat. read more

Dari Dialog Akademik hingga Peresmian, UGM Luncurkan Human Flourishing Center Bersama ACU dan KADIN

Kegiatansdgs Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Australian Catholic University (ACU) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan pada Rabu, 23 April 2026. Diawali dengan Dialog Akademik tentang Human Flourishing di Ruang Multimedia Lantai 3 Gedung Pusat UGM, hari tersebut ditutup dengan peresmian Human Flourishing Center (HFC) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada.

Sebagai pembuka rangkaian acara, Biro Manajemen Strategis dan Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM menyelenggarakan Dialog Akademik Human Flourishing yang menghadirkan akademisi dari UGM, ACU, HDSS Sleman, serta perwakilan KADIN. Diskusi dibagi ke dalam dua sesi panel yang membahas berbagai dimensi Human Flourishing dari perspektif lintas disiplin. read more

Leading with Understanding: Memimpin dengan Empati

Kajian Sabtu, 18 April 2026

Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan dan pengalaman orang lain. Bagi seorang pemimpin, keterampilan ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah Core Leadership (keterampilan kepemimpinan inti).

Mengapa demikian? Empati memungkinkan pemimpin untuk melihat berbagai situasi dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini membangun rasa saling percaya dan menjaga sisi manusiawi di dalam tim. Ketika anggota tim merasa didengar dan dipahami, komunikasi menjadi jauh lebih terbuka, dan proses pengambilan keputusan pun berjalan lebih efektif. read more

Kolaborasi Kuat, Kepemimpinan Hebat

Kajian Senin, 2 Maret 2026

Dalam ekosistem organisasi modern, kolaborasi merupakan elemen fundamental yang menentukan tingkat kesuksesan dan keberlanjutan suatu institusi. Meskipun demikian, praktik kolaborasi yang ideal sering kali masih menjadi tantangan nyata di lapangan. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Harvard Business Review (HBR) mengungkapkan bahwa 39% karyawan merasa organisasi mereka tidak memiliki tingkat kolaborasi yang memadai. Data tersebut mengindikasikan bahwa masih banyak figur pemimpin berbakat yang belum mengintegrasikan nilai-nilai kolaborasi sebagai bagian esensial dari gaya kepemimpinan mereka. Tantangan struktural utama yang sering menghambat proses ini meliputi kecenderungan antar-divisi untuk bekerja secara terpisah (67%), ketiadaan visi kolaboratif (32%), serta kuatnya senioritas dalam proses pengambilan keputusan (32%).

Membangun budaya kolaboratif menuntut transformasi personal dari seorang pemimpin. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan seorang pemimpin mengalami kesulitan dalam membangun kolaborasi yang efektif dengan timnya. Sering kali, pemimpin bersikap terlalu kompetitif dan memiliki ketakutan akan kehilangan sorotan (spotlight) atau pencapaian individual. Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang lebih terbiasa menggunakan otoritas “posisi” dibandingkan membuka ruang “diskusi” yang setara. Kesulitan ini juga kerap diperparah oleh orientasi yang terlalu eksklusif pada hasil sehingga mengorbankan relasi, krisis kepercayaan dalam membangun hubungan tim, serta secara mendasar karena kurangnya keterampilan kolaborasi yang memadai.

Perubahan budaya organisasi yang kolaboratif mutlak harus diinisiasi dari tingkat kepemimpinan. Untuk mencapai hal tersebut, seorang pemimpin perlu melakukan transformasi pola pikir (mindset) menjadi seorang kolaborator sejati yang mampu menghargai orang lain secara adil. Pemimpin dituntut untuk menjadi individu yang dapat diandalkan, konsisten dalam berbuat baik, serta senantiasa menjadikan hubungan dan kepercayaan sebagai prioritas utama. Lebih jauh lagi, transformasi ini memerlukan kesediaan pemimpin untuk menurunkan ego dengan menjadi pendengar yang aktif, berani mendistribusikan spotlight dan meminta saran dari orang lain, serta selalu mengedepankan pendekatan empati dibandingkan dominasi kekuasaan.

Menanggapi urgensi dari kompetensi kepemimpinan masa depan tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) secara proaktif mengambil peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kolaborasi. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan kurikulum yang integratif dan lintas disiplin ilmu. Di samping itu, UGM juga memprioritaskan penguatan soft skills mahasiswa seperti kemampuan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan kecerdasan emosional serta mendorong ekosistem kolaborasi riset dan proyek yang bersinergi langsung dengan sektor industri, pemerintah, maupun komunitas masyarakat.

Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia (1–7 Februari 2026)

Kajian Selasa, 3 Februari 2026

Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia (1–7 Februari 2026) menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kehidupan yang inklusif dan toleran. Menjadikan keragaman sebagai dasar relasi sosial yang sehat merupakan langkah penting dalam membangun lingkungan yang damai, adil, dan berkelanjutan. Biro Manajemen Strategis UGM

Memperingati Hari Disabilitas Internasional: Mewujudkan Akses Pendidikan yang Setara

Kajian Kamis, 4 Desember 2025

Setiap tanggal 3 Desember, dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional sebagai momentum untuk menghormati hak serta kesejahteraan penyandang disabilitas. Peringatan ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya akses setara di berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan .

Di Indonesia, komitmen terhadap pendidikan inklusif tercermin melalui sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 yang menjamin akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, serta Permendikbudristek 48 Tahun 2023 yang mempertegas penyediaan fasilitas ramah disabilitas di lingkungan akademik. Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti fasilitas kampus yang belum sepenuhnya mendukung mobilitas mahasiswa disabilitas, keterbatasan bahan ajar dalam format aksesibel, dan stigma sosial mengenai kemampuan penyandang disabilitas .

Komitmen UGM untuk Lingkungan Akademik Inklusif

Universitas Gadjah Mada menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus inklusif, sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis UGM 2022–2027. Upaya ini diwujudkan melalui tiga fokus utama:

1. Pengembangan Pendidikan Transdisiplin yang Inklusif

UGM membangun sistem penerimaan dan proses pembelajaran yang menghargai keberagaman serta ramah disabilitas, sehingga seluruh mahasiswa dapat mengakses pendidikan secara setara .

2. Pengembangan Atmosfer Kampus yang Aksesibel

Kampus terus dikembangkan sebagai ruang akademik yang kondusif melalui penyediaan infrastruktur aksesibel, seperti ramp, handrail, toilet khusus disabilitas, guiding block, hingga fasilitas mobilitas lainnya. Upaya ini memastikan bahwa seluruh mahasiswa dapat bergerak dan beraktivitas dengan aman dan nyaman .

3. Penguatan Budaya Inklusif

UGM menumbuhkan kesadaran toleransi dan solidaritas di lingkungan kampus untuk mendukung terciptanya budaya yang ramah penyandang disabilitas serta bebas dari diskriminasi .

Aksi Nyata UGM dalam Mendukung Penyandang Disabilitas

Berbagai inisiatif nyata telah dijalankan UGM untuk memperkuat layanan inklusif, di antaranya:

  • Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang menyediakan pendampingan dan fasilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

  • Infrastruktur dan layanan ramah disabilitas seperti lift, ramp, tempat parkir khusus, toilet khusus, dan bantuan mobilitas lainnya.

  • Pelatihan Pelayanan Disabilitas bagi sivitas akademika untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan yang inklusif dan humanis .


Hari Disabilitas Internasional memberikan pengingat bahwa pendidikan adalah hak setiap individu, tanpa terkecuali. Melalui komitmen dan upaya berkelanjutan, UGM terus bergerak untuk memastikan seluruh mahasiswa dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan setara.

Narasi: Tuffahati

Ilustrasi: Tim Desain BMS

Kolaborasi UGM dan Australian Catholic University Kembangkan Konsep Human Flourishing di DIY

Kegiatan Sabtu, 29 November 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Australian Catholic University (ACU) menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan program berbasis konsep human flourishing atau kesejahteraan manusia yang utuh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Konsep ini menekankan bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga mencakup kesehatan fisik dan mental, kualitas hubungan sosial, rasa bermakna dalam hidup, serta peluang untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam pertemuan antara pimpinan UGM dan delegasi ACU, kedua institusi membahas potensi pengembangan riset dan program kolaboratif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan human flourishing dipandang relevan untuk konteks Indonesia, khususnya DIY, yang dikenal memiliki dinamika menarik antara tantangan ekonomi dan tingginya tingkat kesejahteraan sosial.

Program yang dirancang mencakup tiga fokus utama, yaitu riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Pada aspek riset, UGM dan ACU akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat melalui indikator yang lebih luas dan tidak terbatas pada data ekonomi. Dalam aspek pendidikan, mahasiswa pascasarjana akan terlibat dalam kegiatan riset dan pelatihan untuk memperkuat kapasitas akademik. Sementara itu, pada aspek pengabdian masyarakat, kolaborasi ini akan menginisiasi program-program berbasis komunitas, seperti pengembangan pertanian modern melalui program Tandur Muda bagi generasi muda desa.

DIY dipilih sebagai lokasi implementasi karena wilayah ini menunjukkan fenomena unik: meski memiliki keterbatasan pada indikator ekonomi formal, tingkat kesejahteraan masyarakatnya cenderung tinggi. Melalui kolaborasi ini, tim peneliti berupaya menggali faktor-faktor non-ekonomi yang berperan dalam membentuk kualitas hidup masyarakat, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah mengenai pemahaman kesejahteraan yang lebih holistik.

Inisiatif bersama ini juga bertujuan memperluas studi human flourishing yang sebelumnya banyak berkembang di negara-negara bagian utara, sehingga memperkaya perspektif global dengan konteks Indonesia. Selain itu, program ini memperkuat hubungan antara Pemerintah Victoria dan Pemerintah DIY yang telah terjalin selama ini melalui berbagai kerja sama pendidikan dan penelitian.

Melalui pengembangan program human flourishing, UGM dan ACU berharap dapat menciptakan fondasi baru bagi penelitian dan inovasi sosial yang mendorong masyarakat DIY untuk hidup lebih sehat, lebih sejahtera, dan berkembang secara berkelanjutan. Temuan-temuan dari program ini diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia maupun di tingkat internasional.

Dokumentasi selengkapnya.

123

Recent Posts

  • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
  • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
  • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
  • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
  • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY