• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • SDG 11: KOTA DAN PERMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN
  • SDG 11: KOTA DAN PERMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN
Arsip:

SDG 11: KOTA DAN PERMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN

Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur

Kegiatan Senin, 6 Juli 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kagama) dan Kagama Aceh secara resmi menyerahkan hunian sementara kepada warga Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan serah terima ini merupakan penutup dari rangkaian program Kagama Peduli Bencana yang telah berjalan sejak Maret 2026.

UGM, PP Kagama, dan Kagama Aceh telah membangun sebanyak 26 unit hunian sementara berbahan kayu di Desa Sekumur. Pembangunan huntara ini bertujuan mendukung proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal layak bagi warga terdampak.

Dalam acara serah terima tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan bahwa UGM akan terus mengawal proses pemulihan jangka panjang masyarakat Tamiang, salah satunya melalui pengiriman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). “UGM akan terus berkomitmen untuk mendampingi proses pemulihan masyarakat Tamiang secara berkelanjutan. Melalui program KKN, mahasiswa diharapkan dapat hadir untuk mengkaji kebutuhan di lapangan dan bersama masyarakat mencari solusi terbaik yang memberikan manfaat nyata,” ujar Ova. Pada kesempatan tersebut, Ova juga menyampaikan peluang bagi warga Desa Sekumur untuk melanjutkan pendidikan di UGM melalui program pre-university sebagai jembatan bagi lahirnya generasi muda yang unggul, tangguh, dan memiliki visi kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah asalnya.

Selaras dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA, Nezar Patria, S.Fil., M.Si., M.B.A., turut menekankan pentingnya peningkatan akses komunikasi sebagai bagian dari upaya pemulihan bagi anak-anak dan warga terdampak. “Akses komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung proses pemulihan, terutama agar anak-anak dan warga terdampak dapat kembali terhubung, belajar, dan menjalankan aktivitas dengan lebih baik,” ujar Nezar. Untuk mendukung hal tersebut, PP KAGAMA akan menyegerakan pembangunan access point di Desa Sekumur. Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Aceh, M. Nasir Syamaun, S.I.P., M.P.A., turut menegaskan komitmen KAGAMA Aceh dalam mendukung pemulihan Aceh pascabencana. “KAGAMA Aceh siap mendukung berbagai langkah pemulihan pascabencana, sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan secara terpadu dan berkelanjutan,” ungkap Nasir.

Sebagai tanggapan atas berbagai bentuk dukungan serta komitmen yang telah disampaikan, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H., berharap hasil program Kagama Peduli Bencana ini dapat dirawat, dijaga, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Desa Sekumur, serta menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat warga agar pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Puncak penyerahan hunian sementara ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bukti resmi pengalihan hunian dari UGM, PP Kagama, dan Kagama Aceh kepada Kepala Desa Sekumur beserta perwakilan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, disalurkan pula 10.000 bibit ikan lele sebagai bentuk dukungan bagi pemulihan aktivitas ekonomi warga pascabencana.

Pembangunan hingga serah terima hunian sementara ini tidak hanya menjadi bentuk kolaborasi antara UGM, KAGAMA, pemerintah daerah, dan masyarakat, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi yang berorientasi pada kebutuhan warga, dibangun melalui semangat gotong royong, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemulihan. Kehadiran hunian sementara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sekumur secara bertahap dan berkelanjutan.

UGM dan KAGAMA Terus Dampingi Pemulihan Pascabencana di Sumatra

Kegiatansdgs Selasa, 19 Mei 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Aceh (KAGAMA Aceh) terus memperkuat pendampingan pemulihan masyarakat pasca bencana di wilayah Sumatera. Melalui kunjungan lapangan terbaru, tim UGM dan KAGAMA Aceh kembali mengunjungi Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Desa Geudumbak, Kabupaten Aceh Utara, guna memastikan keberlanjutan program rehabilitasi masyarakat pasca pembangunan hunian sementara (huntara) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain melakukan monitoring terhadap fasilitas yang telah dibangun, tim juga melaksanakan koordinasi dan dialog langsung bersama masyarakat setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan dalam proses pemulihan. read more

UGM Buktikan Komitmen Kebencanaan Lewat Inovasi dan Kontribusi di Pameran Nasional PIT IABI Ke-9

Kegiatan Jumat, 8 Mei 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya penanggulangan bencana melalui partisipasi pada Pameran Kebencanaan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 6–7 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Kebencanaan ke-9 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Partisipasi UGM dalam kegiatan tersebut didukung oleh Biro Manajemen Strategis (BMS) bersama Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM). Melalui booth pameran, UGM memperkenalkan berbagai kontribusi keilmuan, inovasi, serta program pengabdian masyarakat di bidang kebencanaan yang melibatkan sejumlah unit dan fakultas di lingkungan universitas. read more

Menjaga Bumi Tetap Layak Huni: Mengawal Planetary Boundaries Lewat Aksi Kolektif

Kajiansdgs Rabu, 22 April 2026

Momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat penting mengenai urgensi aksi kolektif dalam menjaga stabilitas planet. Di era Antroposen saat ini, aktivitas manusia telah menekan daya dukung lingkungan hingga ke titik yang sangat kritis. Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, narasi ini menekankan bahwa kekuatan terbesar untuk merawat bumi berada pada sinergi komunitas, institusi, hingga kebijakan publik guna memastikan aktivitas pembangunan tetap berada dalam batas aman operasional bumi. read more

UGM Membangun Balai Masjid sebagai Community Center di Desa Geudumbak Langkahan Aceh Utara

Kegiatansdgs Senin, 2 Maret 2026

Sebagai respons atas bencana hidrometeorologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Universitas Gadjah Mada membangun kembali Balai Masjid di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Bangunan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir yang melanda kawasan itu dan mengganggu berbagai aktivitas sosial serta keagamaan warga. Rekonstruksi ini menjadi bagian dari langkah nyata UGM dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak, sekaligus memastikan tersedianya ruang publik yang aman dan representatif bagi masyarakat. read more

Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional

Kajiansdgs Sabtu, 21 Februari 2026

Setiap tanggal 21 Februari, Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi atas tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, pada tahun 2005, yang menelan banyak korban jiwa dan menjadi pengingat pahit bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada bencana kemanusiaan.

Sampah kerap dipandang sebagai persoalan sepele, padahal dampaknya sangat luas. Penumpukan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air, memicu gangguan kesehatan, meningkatkan emisi gas rumah kaca, serta memperbesar risiko bencana lingkungan. Oleh karena itu, sampah bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial dan kesehatan masyarakat.

Kesadaran inilah yang mendasari pentingnya perubahan paradigma: dari “membuang sampah” menjadi “mengelola sampah”. Perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari individu, komunitas, hingga institusi.

Komitmen UGM dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. UGM menerapkan aturan pemilahan sampah yang ketat, di mana setiap sampah yang masuk ke lingkungan kampus harus dipilah sesuai jenisnya. Sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut, sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab bersama. Untuk mendukung kebijakan ini, kampus juga menyediakan infrastruktur pemilahan sampah yang memadai.

Selain itu, UGM mengembangkan pengelolaan sampah terintegrasi secara mandiri melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT). Sampah organik yang telah terpilah diolah menjadi pupuk kompos dan dimanfaatkan kembali untuk tanaman di lingkungan kampus. Sementara itu, sampah nonorganik dikelola bersama mitra pihak ketiga dan diolah menjadi bahan bangunan, sehingga memiliki nilai guna baru dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Edukasi sebagai Kunci Perubahan

Pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku. Oleh karena itu, UGM secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan promosi kesadaran, seperti penyuluhan, workshop, dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa dan tenaga kependidikan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif komunitas akademik sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

 





Konferensi Pers: Kontribusi UGM dalam Percepatan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologis Sumatera

Kegiatan Rabu, 24 Desember 2025

Kolaborasi UGM dan Australian Catholic University Kembangkan Konsep Human Flourishing di DIY

Kegiatan Sabtu, 29 November 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Australian Catholic University (ACU) menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan program berbasis konsep human flourishing atau kesejahteraan manusia yang utuh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Konsep ini menekankan bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga mencakup kesehatan fisik dan mental, kualitas hubungan sosial, rasa bermakna dalam hidup, serta peluang untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam pertemuan antara pimpinan UGM dan delegasi ACU, kedua institusi membahas potensi pengembangan riset dan program kolaboratif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan human flourishing dipandang relevan untuk konteks Indonesia, khususnya DIY, yang dikenal memiliki dinamika menarik antara tantangan ekonomi dan tingginya tingkat kesejahteraan sosial.

Program yang dirancang mencakup tiga fokus utama, yaitu riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Pada aspek riset, UGM dan ACU akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat melalui indikator yang lebih luas dan tidak terbatas pada data ekonomi. Dalam aspek pendidikan, mahasiswa pascasarjana akan terlibat dalam kegiatan riset dan pelatihan untuk memperkuat kapasitas akademik. Sementara itu, pada aspek pengabdian masyarakat, kolaborasi ini akan menginisiasi program-program berbasis komunitas, seperti pengembangan pertanian modern melalui program Tandur Muda bagi generasi muda desa.

DIY dipilih sebagai lokasi implementasi karena wilayah ini menunjukkan fenomena unik: meski memiliki keterbatasan pada indikator ekonomi formal, tingkat kesejahteraan masyarakatnya cenderung tinggi. Melalui kolaborasi ini, tim peneliti berupaya menggali faktor-faktor non-ekonomi yang berperan dalam membentuk kualitas hidup masyarakat, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah mengenai pemahaman kesejahteraan yang lebih holistik.

Inisiatif bersama ini juga bertujuan memperluas studi human flourishing yang sebelumnya banyak berkembang di negara-negara bagian utara, sehingga memperkaya perspektif global dengan konteks Indonesia. Selain itu, program ini memperkuat hubungan antara Pemerintah Victoria dan Pemerintah DIY yang telah terjalin selama ini melalui berbagai kerja sama pendidikan dan penelitian.

Melalui pengembangan program human flourishing, UGM dan ACU berharap dapat menciptakan fondasi baru bagi penelitian dan inovasi sosial yang mendorong masyarakat DIY untuk hidup lebih sehat, lebih sejahtera, dan berkembang secara berkelanjutan. Temuan-temuan dari program ini diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia maupun di tingkat internasional.

Dokumentasi selengkapnya.

Jawab Tantangan Ketersediaan Air, UGM Hadirkan Embung Watu Macan di Blora Jawa Tengah

Kegiatansdgs Jumat, 26 September 2025

Pada 25 September 2025, Universitas Gadjah Mada bersama Pertamina Foundation meresmikan Embung Watu Macan di Desa Megeri, Kradenan, Blora, Jawa Tengah. Embung Watu Macan merupakan hasil kolaborasi antara UGM dan Pertamina Foundation untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa di lahan kritis. Selain sebagai infrastruktur air, embung ini juga menjadi wahana bagi UGM dalam menjalankan fungsi riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.; Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.; Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H.; Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari; dan Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana. Dari Universitas Gadjah Mada, turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi; Dekan Fakultas Kehutanan; Direktur Pengabdian kepada Masyarakat; serta Direktur KHDTK.

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan penyerahan buku berjudul Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Berkelanjutan: Pengalaman dan Refleksi Bekerja Bersama Masyarakat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Blora–Ngawi dari UGM kepada Pertamina. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan program.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Blora dan Komisaris Utama Pertamina, beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM yang memberikan paraf mewakili Rektor UGM sebagai bentuk representasi institusional.

UGM berkomitmen mendampingi keberlanjutan fungsi embung, baik teknis maupun sosial, sebagai dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Embung diharapkan memberi manfaat nyata bagi ketersediaan air, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, baik untuk masa kini maupun masa depan.

Dokumentasi kegiatan.

 

International Day of Clean Energy

Kajian Minggu, 26 Januari 2025

Hari Energi Bersih Internasional, yang diperingati setiap 26 Januari, bertepatan dengan berdirinya International Renewable Energy Agency (IRENA), menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen dunia dalam mempercepat transisi menuju energi bersih. Peringatan ini bertujuan untuk mendukung transisi energi yang adil dan inklusif, sekaligus meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pemerataan akses terhadap energi bersih.

Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan adanya kesenjangan energi yang signifikan di berbagai belahan dunia. Sekitar 50% penduduk di Asia dan Afrika masih bergantung pada bahan bakar tradisional yang tidak efisien dan berisiko bagi kesehatan. Lebih dari 10% penduduk dunia hidup dengan akses listrik yang terbatas, sementara 80% dari populasi tersebut tinggal di wilayah Sub-Sahara Afrika. Kesenjangan ini tidak hanya menghambat pembangunan ekonomi, tetapi juga memperdalam ketidakadilan sosial dan memperlambat upaya mitigasi perubahan iklim.

Dalam konteks ini, peran akademisi menjadi sangat strategis untuk mempercepat tercapainya energi bersih yang inklusif. Melalui riset dan kajian multidisiplin, para akademisi dapat mengembangkan inovasi teknologi yang relevan untuk pemanfaatan energi terbarukan secara merata. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah menjadi penting untuk menyediakan data berbasis bukti yang dapat mendukung penyusunan kebijakan energi berkeadilan. Di sisi lain, peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, kampanye, dan pengembangan usaha berbasis energi bersih juga perlu diperkuat agar transisi energi benar-benar berdampak luas. Terakhir, pemanfaatan potensi energi lokal, seperti tenaga surya, biomassa, atau mikrohidro, dapat menciptakan sumber energi yang terjangkau, efisien, dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Sebagai institusi yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan aktif dalam mewujudkan inklusivitas energi bersih. Melalui program KKN-PPM, UGM mendorong pemerataan pemanfaatan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas masyarakat di berbagai daerah. Dalam bidang penelitian, UGM mengembangkan berbagai alternatif energi seperti biomassa, genting surya (solar roof tile), dan teknologi efisiensi energi lainnya. Tidak hanya itu, UGM juga menjalin kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional untuk memperkuat riset, inovasi, serta implementasi solusi energi bersih yang berkeadilan.

Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal keadilan dan kemanusiaan. Karena itu, sudah sepatutnya kita meyakini bahwa energi bersih adalah hak semua orang, bukan kemewahan untuk segelintir orang.

Penulis: BMS

Foto: BMS

Sumber:

https://www.unescap.org/sites/default/files/Clean_Energy_Report_20190129.pdf

https://unpartnerships.un.org/events/international-day-clean-energy?form=MG0AV3

https://www.undp.org/blog/six-ways-achieve-sustainable-energy-all

12

Recent Posts

  • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
  • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
  • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
  • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
  • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY