Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya penanggulangan bencana melalui partisipasi pada Pameran Kebencanaan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 6–7 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Kebencanaan ke-9 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).
Partisipasi UGM dalam kegiatan tersebut didukung oleh Biro Manajemen Strategis (BMS) bersama Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM). Melalui booth pameran, UGM memperkenalkan berbagai kontribusi keilmuan, inovasi, serta program pengabdian masyarakat di bidang kebencanaan yang melibatkan sejumlah unit dan fakultas di lingkungan universitas.
Unit dan fakultas tersebut antara lain Disaster Response Unit UGM (DERU), UGM Emergency Response Unit (UGM-ERU), Fakultas Geografi, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK), Fakultas Kehutanan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL). Keterlibatan lintas disiplin ini mencerminkan pendekatan multidisipliner UGM dalam mendukung kesiapsiagaan, respons, hingga pemulihan pascabencana.
Melalui pameran ini, UGM menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai kontributor keilmuan kebencanaan melalui pengembangan pengetahuan, inovasi, dan penerapan hasil riset untuk mendukung percepatan penanganan bencana. Berbagai kontribusi tersebut ditampilkan melalui materi informasi berupa banner, poster, leaflet, serta video interaktif yang menggambarkan keterlibatan universitas dalam berbagai penanganan bencana di Indonesia. Beberapa di antaranya mencakup keterlibatan UGM pada Gempa Bumi Yogyakarta 2006, Bencana Longsor Cisarua 2026, serta penanganan banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada tahun 2025.
Selain menampilkan visualisasi data kebencanaan, booth UGM juga menghadirkan prototipe hunian sementara Rumah Geunira yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik UGM sebagai solusi hunian bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh, serta platform digital spasial kebencanaan yang dikembangkan oleh Fakultas Geografi untuk mendukung tersedianya data dan informasi spasial kebencanaan.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan pameran. Peserta dari berbagai latar belakang aktif berdiskusi dengan tim UGM mengenai mekanisme respons bencana, penguatan kapasitas masyarakat, serta implementasi program pengabdian yang telah dilakukan. Pengunjung juga berkesempatan mencoba demonstrasi Geoportal Informasi Kebencanaan yang dikembangkan oleh Fakultas Geografi yang menampilkan persebaran kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Keikutsertaan UGM dalam PIT IABI ke-9 menegaskan peran universitas sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam penguatan penanganan serta penanggulangan bencana nasional melalui kontribusi keilmuan, inovasi, dan pengabdian berbasis riset. Melalui pameran ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin luas antara perguruan tinggi, pemerintah, praktisi kebencanaan, dan masyarakat dalam pengembangan pengetahuan, teknologi, serta praktik kebencanaan yang adaptif dan berkelanjutan.