Membangun tim berkualitas tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada bagaimana organisasi menetapkan arah, memilih talenta, mengembangkan kompetensi, dan menjaga standar kerja. Dalam Sustainable Future Leader Skill Series, kajian ini membahas lima kerangka strategis untuk menarik, mempertahankan, dan memimpin talenta terbaik guna membangun tim yang mampu menciptakan dampak berkelanjutan.
Kerangka pertama adalah piramida pembangunan tim yang terdiri atas visi, strategi, talenta, dan standar. Visi memberikan arah, strategi memberikan jalan, talenta menjadi kekuatan, sementara standar menjaga kualitas tim. Dalam proses rekrutmen, organisasi juga perlu melihat kemampuan melalui uji kerja nyata, bukan hanya apa yang disampaikan kandidat. Pendekatan ini memungkinkan organisasi menilai cara berpikir, cara bekerja, komunikasi, dan kolaborasi secara lebih konkret sekaligus mengurangi risiko salah rekrut.
Selanjutnya, prinsip “rekrut karakter, latih kompetensi” menekankan pentingnya memilih individu berdasarkan karakter dan potensi yang tepat, sementara kompetensi teknis dapat dikembangkan melalui pelatihan. Prinsip ini dapat diterapkan melalui empat langkah: define the role, screen for character, set standards, dan build the skills. Setelah talenta bergabung, tantangan berikutnya adalah menciptakan lingkungan kepemimpinan yang mendorong mereka untuk terus berkembang, karena orang-orang terbaik tidak hanya meninggalkan pekerjaan, tetapi juga dapat meninggalkan pemimpin yang membuat mereka berhenti berkembang.
Pemimpin juga memiliki peran sebagai penjaga standar dengan menetapkan kriteria yang jelas untuk menentukan apakah seseorang perlu dipertahankan, dikembangkan, atau sudah waktunya dilepas. Pada akhirnya, kekuatan tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas masing-masing individu, tetapi juga oleh bagaimana setiap individu saling memperkuat. Sebagaimana dikatakan Phil Jackson, “The strength of the team is each individual member. The strength of each member is the team.”




