Sekitar 120 peneliti dari 19 negara, yang terdiri dari negara Australia, Tiongkok, Indonesia, Belanda, Rusia, Afrika Selatan dan beberapa negara di Benua Amerika serta Eropa, menghadiri konferensi internasional Pedometrics 2026 di Novotel Bali Ubud Resort, Bali, pada 14–18 September 2026. Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) Working Group Soil Security menjadi tuan rumah konferensi ini. Melalui kolaborasi dengan University of Sydney, konferensi Pedometrics ini untuk pertama kalinya digelar di Asia Tenggara.
Konferensi ini mengusung tema “Pedometrics in Climate Change Research: Intelligence, Integration, and Innovation in Soil Science”. Ketua Pedometrics Commission IUSS, Alexandre Wadoux, menilai tema ini relevan dengan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial. Ia berharap konferensi menjadi ruang diskusi metode, dataset, dan aplikasi baru dalam ilmu tanah, sekaligus membuka ruang bagi kemungkinan-kemungkinan baru untuk penelitian topik ini kedepannya.
Dalam merespons tantangan tata kelola lahan global akibat perubahan iklim, Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., menegaskan pentingnya integrasi mutakhir antara ilmu tanah, geografi, dan teknologi penginderaan jauh. Melalui Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) UGM Working Group Soil Security, memposisikan diri sebagai pionir inovasi pada bidang tersebut, bukan sekadar fasilitator. Keunggulan ini direpresentasikan oleh WG Soil Security yang secara aktif memimpin agenda riset strategis terkait pengelolaan lahan dan air, adaptasi iklim, pengembangan wilayah, dan penilaian karbon. Portofolio inovasi ini didesain selaras dengan komitmen institusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
Sebagai wujud nyata diseminasi riset, forum Pedometrics 2026 menjadi platform bagi PUAPT UGM untuk mengonversi kepakaran ilmiah menjadi pijakan kebijakan berskala nasional dan global. Koordinator PUAPT UGM sekaligus ketua Pedometrics 2026, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., menegaskan: “Langkah ini menjadi bagian dari upaya UGM untuk memperkuat perannya dalam ekosistem riset global dan membuka lebih banyak ruang bagi peneliti Indonesia untuk terhubung dengan komunitas akademik internasional.” Guna merealisasikan visi tersebut, UGM mengonsolidasikan kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan ranah akademik, pemerintah, dan industri. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran figur strategis seperti Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati dari Badan Geologi Kementerian ESDM, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini dari Universitas Udayana, serta Joseph Sudiro mewakili Pertamina Foundation. Kemitraan strategis dengan pakar dari 19 negara ini ditargetkan bermuara pada pembentukan konsorsium penelitian lanjutan, hilirisasi teknologi geospasial, dan peningkatan serapan pendanaan riset internasional bagi UGM.
Selama 14–18 September, peserta mengikuti berbagai macam kegiatan, seperti diseminasi hasil riset baik secara oral mupun poster, pre-conference training (workshop), gala dinner, dan field trip. Konferensi ini menghadirkan sembilan keynote speaker: tiga dari Indonesia (Badan Geologi Kementerian ESDM, Universitas Udayana, dan Pertamina Foundation), serta enam dari peneliti terkait ilmu tanah di berbagai negara. Acara ditutup dengan field trip pada 18 September yang berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) ke kawasan Gunung Batur, Pura Besakih, Pos Pengamatan Gunung Agung, Gunung Kawi, dan Air Terjun Kanto Lampo.
Sekedar informasi, kegiatan konferensi internasional ini didukung oleh PT Sinar Mas Agro Resource and Technology (SMART), PT Paragon Technology and lnovation, Pertamina Foundation, dan Stellarvision. Pedometrics 2026 juga didukung oleh European Journal of Soil Science (EJSS), Soil Advances, dan Jurnal Sains Tanah sebagai journal partner.
Penyelenggaraan Pedometrics 2026 menjadi salah satu langkah besar dalam memperluas jejaring ilmu di ranah internasional. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa UGM akan selalu berkomitmen mengembangkan jejaring yang terbangun dari konferensi ini menjadi kerja sama penelitian berkelanjutan dengan mitra dari berbagai negara.