• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • SDG 15: EKOSISTEM DARATAN
  • SDG 15: EKOSISTEM DARATAN
Arsip:

SDG 15: EKOSISTEM DARATAN

Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Kajian Senin, 29 Juni 2026

Setiap tanggal 29 Juni, dunia memperingati Hari Tropis Internasional (International Day of the Tropics) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya kawasan tropis bagi keberlanjutan kehidupan di bumi. Penetapan hari ini oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus menjadi pengingat bahwa wilayah tropis tidak hanya menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. read more

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UGM Bersama PAMA dan OIKN Lakukan Penanaman Pohon di Wanagama Nusantara

Kegiatansdgs Jumat, 5 Juni 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) menggelar kegiatan “Rooting for Future Penanaman Pohon Bersama Hari Lingkungan Hidup PAMA–UGM–IKN Eco Edu Forest” di Wanagama Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (5/6), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Rektor beserta jajaran pimpinan UGM, Sekretaris Ditjen PDASRH Kementerian Kehutanan, Security & External Relations Department Head PAMA, dan Perwakilan CSR Site PAMA ini diisi dengan penanaman berbagai spesies lokal sebagai upaya mendukung pemulihan ekosistem, pelestarian keanekaragaman hayati, serta penguatan konsep Smart Forest City di kawasan IKN. read more

Menjaga Bumi Tetap Layak Huni: Mengawal Planetary Boundaries Lewat Aksi Kolektif

Kajiansdgs Rabu, 22 April 2026

Momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat penting mengenai urgensi aksi kolektif dalam menjaga stabilitas planet. Di era Antroposen saat ini, aktivitas manusia telah menekan daya dukung lingkungan hingga ke titik yang sangat kritis. Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, narasi ini menekankan bahwa kekuatan terbesar untuk merawat bumi berada pada sinergi komunitas, institusi, hingga kebijakan publik guna memastikan aktivitas pembangunan tetap berada dalam batas aman operasional bumi. read more

Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional

Kajiansdgs Sabtu, 21 Februari 2026

Setiap tanggal 21 Februari, Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi atas tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, pada tahun 2005, yang menelan banyak korban jiwa dan menjadi pengingat pahit bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada bencana kemanusiaan.

Sampah kerap dipandang sebagai persoalan sepele, padahal dampaknya sangat luas. Penumpukan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air, memicu gangguan kesehatan, meningkatkan emisi gas rumah kaca, serta memperbesar risiko bencana lingkungan. Oleh karena itu, sampah bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial dan kesehatan masyarakat.

Kesadaran inilah yang mendasari pentingnya perubahan paradigma: dari “membuang sampah” menjadi “mengelola sampah”. Perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari individu, komunitas, hingga institusi.

Komitmen UGM dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. UGM menerapkan aturan pemilahan sampah yang ketat, di mana setiap sampah yang masuk ke lingkungan kampus harus dipilah sesuai jenisnya. Sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut, sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab bersama. Untuk mendukung kebijakan ini, kampus juga menyediakan infrastruktur pemilahan sampah yang memadai.

Selain itu, UGM mengembangkan pengelolaan sampah terintegrasi secara mandiri melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT). Sampah organik yang telah terpilah diolah menjadi pupuk kompos dan dimanfaatkan kembali untuk tanaman di lingkungan kampus. Sementara itu, sampah nonorganik dikelola bersama mitra pihak ketiga dan diolah menjadi bahan bangunan, sehingga memiliki nilai guna baru dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Edukasi sebagai Kunci Perubahan

Pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku. Oleh karena itu, UGM secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan promosi kesadaran, seperti penyuluhan, workshop, dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa dan tenaga kependidikan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif komunitas akademik sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

 





BMS Mendukung Kegiatan Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group

Kegiatan Kamis, 12 Februari 2026

12 Februari 2026 – Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menjadi bagian dari penguatan agenda strategis Universitas Gadjah Mada dalam memperluas kontribusi akademik pada isu global. Diselenggarakan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga sarana konsolidasi arah kebijakan riset universitas di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, dan diplomasi sains. Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi riset tropik–polar sebagai prioritas institusional yang terintegrasi dalam agenda strategis universitas dan penguatan diplomasi sains Indonesia.

Peran Biro Manajemen Strategis tercermin dalam penguatan koordinasi lintas unit, penyelarasan agenda kelembagaan, serta integrasi program ke dalam peta jalan strategis universitas. Pendekatan ini memastikan bahwa inisiatif riset terhubung langsung dengan target pengembangan pusat keunggulan bertaraf internasional, bukan sekadar kegiatan akademik insidental. Melalui proses tersebut, kapasitas tata kelola strategis universitas ikut diperkuat, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antara akademisi, diplomat, dan pembuat kebijakan yang relevan dengan misi global universitas.

Peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menandai langkah konkret dalam pengembangan klaster riset unggulan yang dikelola melalui kerangka strategis jangka panjang. Inisiatif ini memperkaya portofolio pengembangan riset universitas, mendorong keberlanjutan program, serta meningkatkan visibilitas akademik di tingkat internasional. Secara institusional, kegiatan ini menjadi fondasi untuk membangun model pengelolaan pusat kajian yang adaptif terhadap isu global, memperkuat reputasi universitas, dan membuka peluang kemitraan strategis yang berkelanjutan di masa depan.

Berita selengkapnya.

Highlight Kegiatan

Dari Khatulistiwa Hingga Arktik dan Antartika, Sistem Bumi Saling Terhubung 🌏❄️

Kajian Rabu, 11 Februari 2026













Peresmian Penangkaran Rusa UGM-PAMA Eco-Edu Forest

Kegiatan Selasa, 25 November 2025

20 November 2025 – Universitas Gadjah Mada bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) meresmikan kawasan Eco-Edu Forest di Hutan Wanagama Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN). Program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan IKN sebagai Forest City yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem hutan.

Eco-Edu Forest merupakan kawasan konservasi hasil kolaborasi UGM dan PT PAMA yang berfungsi melestarikan keanekaragaman hayati, mulai dari ekosistem, spesies, hingga aspek genetik. Salah satu satwa yang menjadi fokus konservasi adalah Rusa Sambar, satwa endemik Kalimantan yang berstatus rentan (vulnerable). Keberadaan penangkaran ini diharapkan mampu meningkatkan populasi rusa sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Selain sebagai kawasan konservasi, Eco-Edu Forest juga dirancang sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem hutan. Melalui program ini, Wanagama Nusantara berharap dapat mendorong terbentuknya ekosistem yang sehat dan lestari di wilayah IKN.

Peresmian ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Otorita IKN, UGM, PT PAMA, serta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Kepala Otorita IKN, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimoeljono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap program konservasi serta penanaman dapat terus berkembang sebagai inspirasi bagi generasi mendatang.

Wakil Rektor UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dari seluruh pihak agar pengembangan Wanagama Nusantara dapat berjalan optimal dan konsisten. Senada dengan itu, Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyampaikan bahwa dukungan terhadap keanekaragaman hayati merupakan bagian dari kontribusi perusahaan untuk negara.

Dari sisi konservasi, Dirjen KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa penangkaran ini diharapkan mampu memperbanyak populasi rusa sehingga siap dilepasliarkan, sekaligus mendukung terwujudnya konsep Forest City di IKN.

Dengan kerja sama yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri, Eco-Edu Forest menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan menghadirkan model konservasi yang edukatif dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara.

Dokumentasi Lengkapnya.

Jawab Tantangan Ketersediaan Air, UGM Hadirkan Embung Watu Macan di Blora Jawa Tengah

Kegiatansdgs Jumat, 26 September 2025

Pada 25 September 2025, Universitas Gadjah Mada bersama Pertamina Foundation meresmikan Embung Watu Macan di Desa Megeri, Kradenan, Blora, Jawa Tengah. Embung Watu Macan merupakan hasil kolaborasi antara UGM dan Pertamina Foundation untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa di lahan kritis. Selain sebagai infrastruktur air, embung ini juga menjadi wahana bagi UGM dalam menjalankan fungsi riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.; Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.; Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H.; Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari; dan Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana. Dari Universitas Gadjah Mada, turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi; Dekan Fakultas Kehutanan; Direktur Pengabdian kepada Masyarakat; serta Direktur KHDTK.

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan penyerahan buku berjudul Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Berkelanjutan: Pengalaman dan Refleksi Bekerja Bersama Masyarakat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Blora–Ngawi dari UGM kepada Pertamina. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan program.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Blora dan Komisaris Utama Pertamina, beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM yang memberikan paraf mewakili Rektor UGM sebagai bentuk representasi institusional.

UGM berkomitmen mendampingi keberlanjutan fungsi embung, baik teknis maupun sosial, sebagai dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Embung diharapkan memberi manfaat nyata bagi ketersediaan air, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, baik untuk masa kini maupun masa depan.

Dokumentasi kegiatan.

 

Merawat Alam Merawat Masa Depan

Kajian Senin, 28 Juli 2025

World Nature Conservation Day atau Hari Konservasi Alam Sedunia diperingati setiap 28 Juli untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam seperti hutan, air, tanah, dan satwa liar.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), konservasi adalah kunci keberlanjutan kehidupan karena 100% aktivitas manusia bergantung pada alam mulai dari makanan, air bersih, hingga udara yang kita hirup.Namun eksploitasi berlebihan, pencemaran, dan alih fungsi lahan telah menyebabkan kerusakan yang serius.

Konservasi alam harus menjadi prioritas karena kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. Setiap tahun, sekitar 15 miliar pohon ditebang, menyebabkan hilangnya habitat alami dan menurunkan kemampuan bumi dalam menyerap karbon. Akibatnya, lebih dari 1 juta spesies kini terancam punah (IPBES, 2019), menandakan krisis keanekaragaman hayati yang serius. Di saat yang sama, suhu bumi telah meningkat lebih dari 1,1°C sejak era pra-industri (IPCC, 2023), memperburuk dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan cuaca ekstrem. Tak hanya itu, lebih dari 8 juta ton plastik mencemari lautan setiap tahun (UNESCO, 2022), mengancam ekosistem laut dan rantai makanan manusia. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa konservasi alam bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mendesak untuk memastikan keberlanjutan kehidupan di bumi.





Universitas Gadjah Mada (UGM) berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Melalui pengelolaan Hutan Wanagama di Gunungkidul, UGM menjadikannya sebagai laboratorium alam untuk kegiatan konservasi, pendidikan ekologi, serta rehabilitasi lahan kritis. Dalam bidang inovasi teknologi, UGM telah mengembangkan GATe (Gadjahmada Airport Transporter Electric), kendaraan listrik yang dirancang untuk mendukung transportasi ramah lingkungan di kawasan bandara. Komitmen terhadap energi bersih juga diwujudkan melalui pemanfaatan sistem fotovoltaik (PLTS) pada sejumlah gedung, seperti Fakultas Teknik dan kompleks pertanian (Agrokompleks), guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Selain itu, melalui UGM Green Campus Initiative, universitas ini menerapkan berbagai langkah nyata seperti efisiensi energi, konservasi air, pemilahan sampah, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, menjadikan UGM sebagai salah satu pionir dalam praktik keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.

Setiap orang dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi melalui langkah-langkah kecil yang sederhana namun berdampak besar. Kita bisa mulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan menggunakan botol minum, tas kain, dan tempat makan sendiri, serta biasakan memilah sampah organik dan anorganik untuk mendukung sistem daur ulang. Dalam hal mobilitas, pilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum, dan jika memungkinkan, manfaatkan kendaraan listrik seperti bus kampus yang lebih ramah lingkungan. Saat berbelanja, belilah seperlunya dan hindari produk fast fashion atau barang sekali pakai, karena setiap produk memiliki jejak karbon dan limbah yang memengaruhi bumi. Selain itu, kita dapat memperluas dampak dengan mengikuti seminar, workshop, atau kelas terbuka tentang lingkungan, lalu membagikan pengetahuan tersebut melalui media sosial, komunitas, atau keluarga. Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, kita turut membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Sudahkah kamu berkontribusi untuk bumi hari ini?

Penulis: BMS

Foto: BMS

Saat Kapasitas Bumi Tidak Lagi Mencukupi: Memahami Earth Overshoot Day

Kajian Kamis, 24 Juli 2025

Earth Overshoot Day menandai tanggal ketika umat manusia telah menggunakan seluruh sumber daya alam yang dapat dipulihkan oleh Bumi dalam satu tahun. Setelah hari itu, kita hidup “berhutang” pada alam  menggunakan cadangan sumber daya dan melampaui kapasitas pemulihan planet ini.

Setiap tahun, hari ini datang lebih awal. Artinya, kita semakin cepat mengonsumsi sumber daya dan menghasilkan emisi yang melebihi batas kemampuan Bumi untuk memulihkannya.

Pada tahun 2025, Earth Overshoot Day jatuh pada 24 Juli. Sejak tanggal tersebut, manusia telah menghabiskan seluruh “jatah” sumber daya alam untuk tahun ini dan sisanya, kita hidup dengan hutang ekologis.

Kondisi ini dapat dianalogikan seperti menguras tabungan.
Bayangkan kita memiliki penghasilan 100 juta rupiah per tahun, tetapi sudah menghabiskannya seluruhnya di bulan Juli. Maka, mulai Agustus hingga Desember, kita harus hidup dari hutang. Begitu pula dengan Bumi, kita mengambil lebih banyak daripada yang bisa ia hasilkan kembali.

Bagaimana Mencegah Overshoot Terjadi Terlalu Awal?

Untuk menunda datangnya Earth Overshoot Day dan menjaga keseimbangan ekologi global, diperlukan perubahan sistemik dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

1. Lindungi dan Pulihkan Ekosistem

Konservasi hutan, mangrove, dan keanekaragaman hayati berperan penting dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan ekologis.

 2. Desain Ulang Kota dan Infrastruktur

Mendorong kota yang lebih padat, hijau, dan ramah pejalan kaki dapat mengurangi kebutuhan transportasi berbahan bakar fosil.

3. Transisi ke Energi Terbarukan dan Efisiensi

Menggantikan bahan bakar fosil dengan panel surya, energi angin, dan biogas, serta meningkatkan efisiensi energi bangunan, dapat menunda Overshoot Day hingga 93 hari.

4. Ubah Pola Konsumsi Makanan

Mengurangi limbah makanan dan beralih ke pola makan berbasis nabati dapat menurunkan tekanan terhadap lahan, air, dan sumber daya alam lainnya.

5. Edukasi dan Pemberdayaan Keluarga

Memberikan akses kesehatan reproduksi, pendidikan bagi perempuan, serta mendorong pilihan keluarga berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap keseimbangan planet di masa depan.

Peran Universitas Gadjah Mada dalam Menjaga Daya Dukung Bumi

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata dalam mendukung transisi menuju kampus rendah emisi dan berkelanjutan.

Transportasi Ramah Lingkungan

UGM telah mengoperasikan bus dan kendaraan listrik di area kampus untuk mengurangi emisi dari aktivitas transportasi harian sivitas akademika.

Energi Terbarukan

Beberapa gedung UGM termasuk Fakultas Teknik, Perpustakaan Pusat, dan Gedung Pusat UGM  telah menggunakan sistem fotovoltaik (solar panel) sebagai bagian dari komitmen menuju energi bersih.

Inovasi Pertanian Berkelanjutan

Melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) di Berbah, Sleman, UGM mengembangkan pertanian cerdas dan efisien: dari produksi sayuran organik, konservasi tanah, hingga teknologi irigasi tetes.

Kampus Hijau dan Ruang Terbuka

UGM menanam ribuan pohon dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan ruang hijau seperti Hutan Kampus (Arboretum), Taman Biologi, dan area interaktif terbuka yang mendukung keseimbangan ekologis.

Komitmen Menuju Net Zero Emission

Melalui Program Net Zero Emission Campus, UGM menargetkan pencapaian emisi nol bersih dengan implementasi keberlanjutan di seluruh aspek kehidupan kampus serta menjalin kerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat aksi iklim global.

Earth Overshoot Day bukan sekadar peringatan, melainkan pengingat moral dan ilmiah bahwa gaya hidup manusia perlu berubah.Melalui kolaborasi, inovasi, dan kesadaran ekologis, kita dapat menunda hari Overshoot Day dan memberi waktu bagi Bumi untuk bernafas kembali.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Source:

https://overshoot.footprintnetwork.org/about-earth-overshoot-day/

https://www.overshootday.org/solutions/planet/

https://www.overshootday.org/solutions/cities/

https://www.overshootday.org/solutions/energy/

https://www.overshootday.org/solutions/food/

https://www.overshootday.org/solutions/population/

https://overshoot.footprintnetwork.org/

https://www.footprintnetwork.org/

12

Recent Posts

  • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
  • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
  • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
  • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
  • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY