Mewujudkan Indonesia Emas tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Kualitas mereka akan menentukan kualitas pemimpin, tenaga kerja, dan warga negara Indonesia di masa depan.
Tahun 2045, Indonesia diprediksi memiliki penduduk usia produktif yang lebih besar. Anak-anak hari ini, akan menjadi bagian dari usia produktif tersebut. Oleh karena itu, memastikan mereka tumbuh dengan akses yang memadai adalah langkah strategis untuk membangun masa depan bangsa yang tangguh dan berdaya saing.
Tantangan Bagi Kualitas Anak Indonesia
- 1 dari 5 anak mengalami stunting (19,8%), berdampak pada perkembangan otak dan produktivitas.
- Lebih dari 4 juta anak usia 7–18 tahun tidak bersekolah dan 57% anak penyandang disabilitas tidak mengakses pendidikan.
- 25,53 juta perempuan menikah sebelum usia 18 tahun, menjadikan Indonesia peringkat ke-4 dunia dalam pernikahan anak.
- Kekerasan terhadap anak masih tinggi, mulai dari fisik, verbal, hingga seksual.
Strategi Kunci:Perlindungan Anak di Berbagai Bidang
Gizi dan Kesehatan
- Optimalisasi pemenuhan gizi pada Seribu Hari Pertama Kehidupan.
- Pencegahan dan penanganan stunting serta gizi buruk.
- Peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap.
- Akses layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas.
Pendidikan
- Perluasan akses pendidikan yang merata dan inklusif.
- Penanganan anak putus sekolah dan anak yang belum terlayani pendidikan formal.
- Pemenuhan hak belajar anak penyandang disabilitas.
Perlindungan Sosial
- Pencegahan kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran anak.
- Penghapusan praktik pernikahan anak.
- Penguatan sistem pelaporan dan penanganan kasus kekerasan.
- Peningkatan kapasitas lembaga dan tenaga pendamping anak.
Peran Universitas
- Program edukasi kesehatan anak, gizi, dan perlindungan sosial melalui KKN dan pengabdian masyarakat.
- Riset terapan dan inovasi di bidang gizi kesehatan untuk mengatasi stunting.
- Advokasi publik untuk mendorong perlindungan anak dalam kebijakan nasional dan lokal.
- Penyusunan rekomendasi kebijakan berdasarkan kajian dan praktik lapangan.
Kontribusi Universitas Gadjah Mada untuk Mendukung Kesejahteraan Anak
Inovasi pangan untuk pemenuhan gizi dan mengatasi stunting
- Pilot project pemberian beras fortifikasi.
- Produk beras Presokazi untuk mengatasi permasalahan kekurangan gizi.
- Sprouted Snack Bar, makanan tambahan berbasis sumberdaya lokal.
Pengabdian Masyarakat dengan Edukasi dan Penguatan Kapasitas
- Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Stunting.
- Sosialisasi dampak pernikahan dini.
- Pendampingan Desa Ramah Anak.
Advokasi Kebijakan
- Penyusunan Policy brief percepatan penurunan stunting.
Penulis: BMS UGM
Gambar: BMS UGM
Source:
https://data.unicef.org/resources/is-an-end-to-child-marriage-within-reach/
https://www.unicef.org/indonesia/id/pendidikan-dan-remaja
https://kemenkopmk.go.id/menuju-indonesia-emas-2045-pemerintah-siapkan-generasi-muda-unggul-dan-berdaya-saing
https://pkgm.fk.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/1080/2022/11/Policy-Brief-Kedaireka-Jogja-ISTIMEWA.pdf