• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • 2025
Arsip:

2025

Konferensi Pers: Kontribusi UGM dalam Percepatan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologis Sumatera

Kegiatan Rabu, 24 Desember 2025

Memperingati Hari Disabilitas Internasional: Mewujudkan Akses Pendidikan yang Setara

Kajian Kamis, 4 Desember 2025

Setiap tanggal 3 Desember, dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional sebagai momentum untuk menghormati hak serta kesejahteraan penyandang disabilitas. Peringatan ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya akses setara di berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan .

Di Indonesia, komitmen terhadap pendidikan inklusif tercermin melalui sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 yang menjamin akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, serta Permendikbudristek 48 Tahun 2023 yang mempertegas penyediaan fasilitas ramah disabilitas di lingkungan akademik. Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti fasilitas kampus yang belum sepenuhnya mendukung mobilitas mahasiswa disabilitas, keterbatasan bahan ajar dalam format aksesibel, dan stigma sosial mengenai kemampuan penyandang disabilitas .

Komitmen UGM untuk Lingkungan Akademik Inklusif

Universitas Gadjah Mada menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus inklusif, sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis UGM 2022–2027. Upaya ini diwujudkan melalui tiga fokus utama:

1. Pengembangan Pendidikan Transdisiplin yang Inklusif

UGM membangun sistem penerimaan dan proses pembelajaran yang menghargai keberagaman serta ramah disabilitas, sehingga seluruh mahasiswa dapat mengakses pendidikan secara setara .

2. Pengembangan Atmosfer Kampus yang Aksesibel

Kampus terus dikembangkan sebagai ruang akademik yang kondusif melalui penyediaan infrastruktur aksesibel, seperti ramp, handrail, toilet khusus disabilitas, guiding block, hingga fasilitas mobilitas lainnya. Upaya ini memastikan bahwa seluruh mahasiswa dapat bergerak dan beraktivitas dengan aman dan nyaman .

3. Penguatan Budaya Inklusif

UGM menumbuhkan kesadaran toleransi dan solidaritas di lingkungan kampus untuk mendukung terciptanya budaya yang ramah penyandang disabilitas serta bebas dari diskriminasi .

Aksi Nyata UGM dalam Mendukung Penyandang Disabilitas

Berbagai inisiatif nyata telah dijalankan UGM untuk memperkuat layanan inklusif, di antaranya:

  • Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang menyediakan pendampingan dan fasilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

  • Infrastruktur dan layanan ramah disabilitas seperti lift, ramp, tempat parkir khusus, toilet khusus, dan bantuan mobilitas lainnya.

  • Pelatihan Pelayanan Disabilitas bagi sivitas akademika untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan yang inklusif dan humanis .


Hari Disabilitas Internasional memberikan pengingat bahwa pendidikan adalah hak setiap individu, tanpa terkecuali. Melalui komitmen dan upaya berkelanjutan, UGM terus bergerak untuk memastikan seluruh mahasiswa dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan setara.

Narasi: Tuffahati

Ilustrasi: Tim Desain BMS

Kolaborasi UGM dan Australian Catholic University Kembangkan Konsep Human Flourishing di DIY

Kegiatan Sabtu, 29 November 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Australian Catholic University (ACU) menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan program berbasis konsep human flourishing atau kesejahteraan manusia yang utuh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Konsep ini menekankan bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga mencakup kesehatan fisik dan mental, kualitas hubungan sosial, rasa bermakna dalam hidup, serta peluang untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam pertemuan antara pimpinan UGM dan delegasi ACU, kedua institusi membahas potensi pengembangan riset dan program kolaboratif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan human flourishing dipandang relevan untuk konteks Indonesia, khususnya DIY, yang dikenal memiliki dinamika menarik antara tantangan ekonomi dan tingginya tingkat kesejahteraan sosial.

Program yang dirancang mencakup tiga fokus utama, yaitu riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Pada aspek riset, UGM dan ACU akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat melalui indikator yang lebih luas dan tidak terbatas pada data ekonomi. Dalam aspek pendidikan, mahasiswa pascasarjana akan terlibat dalam kegiatan riset dan pelatihan untuk memperkuat kapasitas akademik. Sementara itu, pada aspek pengabdian masyarakat, kolaborasi ini akan menginisiasi program-program berbasis komunitas, seperti pengembangan pertanian modern melalui program Tandur Muda bagi generasi muda desa.

DIY dipilih sebagai lokasi implementasi karena wilayah ini menunjukkan fenomena unik: meski memiliki keterbatasan pada indikator ekonomi formal, tingkat kesejahteraan masyarakatnya cenderung tinggi. Melalui kolaborasi ini, tim peneliti berupaya menggali faktor-faktor non-ekonomi yang berperan dalam membentuk kualitas hidup masyarakat, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah mengenai pemahaman kesejahteraan yang lebih holistik.

Inisiatif bersama ini juga bertujuan memperluas studi human flourishing yang sebelumnya banyak berkembang di negara-negara bagian utara, sehingga memperkaya perspektif global dengan konteks Indonesia. Selain itu, program ini memperkuat hubungan antara Pemerintah Victoria dan Pemerintah DIY yang telah terjalin selama ini melalui berbagai kerja sama pendidikan dan penelitian.

Melalui pengembangan program human flourishing, UGM dan ACU berharap dapat menciptakan fondasi baru bagi penelitian dan inovasi sosial yang mendorong masyarakat DIY untuk hidup lebih sehat, lebih sejahtera, dan berkembang secara berkelanjutan. Temuan-temuan dari program ini diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia maupun di tingkat internasional.

Dokumentasi selengkapnya.

Peresmian Penangkaran Rusa UGM-PAMA Eco-Edu Forest

Kegiatan Selasa, 25 November 2025

20 November 2025 – Universitas Gadjah Mada bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) meresmikan kawasan Eco-Edu Forest di Hutan Wanagama Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN). Program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan IKN sebagai Forest City yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem hutan.

Eco-Edu Forest merupakan kawasan konservasi hasil kolaborasi UGM dan PT PAMA yang berfungsi melestarikan keanekaragaman hayati, mulai dari ekosistem, spesies, hingga aspek genetik. Salah satu satwa yang menjadi fokus konservasi adalah Rusa Sambar, satwa endemik Kalimantan yang berstatus rentan (vulnerable). Keberadaan penangkaran ini diharapkan mampu meningkatkan populasi rusa sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Selain sebagai kawasan konservasi, Eco-Edu Forest juga dirancang sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem hutan. Melalui program ini, Wanagama Nusantara berharap dapat mendorong terbentuknya ekosistem yang sehat dan lestari di wilayah IKN.

Peresmian ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Otorita IKN, UGM, PT PAMA, serta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Kepala Otorita IKN, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimoeljono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap program konservasi serta penanaman dapat terus berkembang sebagai inspirasi bagi generasi mendatang.

Wakil Rektor UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dari seluruh pihak agar pengembangan Wanagama Nusantara dapat berjalan optimal dan konsisten. Senada dengan itu, Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyampaikan bahwa dukungan terhadap keanekaragaman hayati merupakan bagian dari kontribusi perusahaan untuk negara.

Dari sisi konservasi, Dirjen KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa penangkaran ini diharapkan mampu memperbanyak populasi rusa sehingga siap dilepasliarkan, sekaligus mendukung terwujudnya konsep Forest City di IKN.

Dengan kerja sama yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri, Eco-Edu Forest menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan menghadirkan model konservasi yang edukatif dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara.

Dokumentasi Lengkapnya.

Malam Apresiasi dan Inspirasi: Irama untuk Bangsa

Kegiatan Senin, 17 November 2025

Yogyakarta, 13 November 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan acara “Malam Apresiasi dan Inspirasi: Irama untuk Bangsa,” sebuah perhelatan besar yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada mitra-mitra yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung nilai inklusivitas dan akses pendidikan bagi mahasiswa UGM.

Acara ini didukung oleh berbagai unit di UGM, termasuk Biro Manajemen Strategis, Direktorat Keuangan, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Kantor Alumni, serta Unit Kegiatan Mahasiswa. Malam ini menjadi simbol komitmen UGM dalam memastikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa saja, tanpa terkecuali.

Malam Apresiasi dan Inspirasi bukan hanya sekadar ajang penghargaan, tetapi juga momentum untuk mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam mendukung kelangsungan studi mahasiswa. UGM berharap semakin banyak mitra yang terlibat dalam memperluas kesempatan belajar, khususnya bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

Salah satu acara utama malam itu adalah talk show inspiratif yang menghadirkan sosok-sosok inspiratif, seperti Onny Hendro Adhiaksono, seorang pengusaha dan alumni UGM, serta Nur Agis Aulia, Wakil Walikota Serang yang juga merupakan penerima beasiswa Tanoto dan alumni UGM. Mereka berbagi pengalaman tentang pentingnya pendidikan dan peran beasiswa dalam membuka akses lebih luas bagi para calon pemimpin masa depan.

Prof. Ova Emilia, Ph.D., Rektor UGM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi. “Kami berharap semangat untuk berbagi, mendukung, dan menginspirasi ini dapat terus tumbuh dan menyebar ke lebih banyak pihak,” ujarnya.

Dr. Arie Sujito, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, juga mengingatkan pentingnya kerjasama untuk mengatasi tantangan pendidikan yang ada.

“Memberi bukanlah pengeluaran, melainkan investasi. Jika banyak mahasiswa yang terbantu dengan beasiswa dan mereka bisa memberikan manfaat, maka akan semakin banyak orang yang merasakan dampaknya,” ujar Onny Hendro Adhiaksono, seorang pengusaha dan pemberi beasiswa di UGM.

Sebagai penerima beasiswa, Nur Agis Aulia juga berbagi pengalamannya: “Saya merasa perlu untuk membantu lebih banyak orang. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan potensi daerah dan memfasilitasi akses beasiswa bagi generasi mendatang.”

UGM terus berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem yang memungkinkan lebih banyak pihak terlibat dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi semua mahasiswa.

Dokumentasi kegiatan.

Refleksi Sumpah Pemuda: Dulu untuk Kemerdekaan, Kini untuk Keberlanjutan

Kajian Selasa, 28 Oktober 2025

Pada 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda menjadi momen penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pemuda dari berbagai daerah menyatukan komitmen, semangat, dan langkah nyata untuk memperjuangkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa yang kemudian menjadi dasar lahirnya gerakan kemerdekaan. Momen Sumpah Pemuda membuktikan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan besar. Kini, peran yang sama dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman seperti krisis iklim, permasalahan lingkungan, hingga ketimpangan sosial. Dengan semangat yang sama, pemuda dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Dalam menghadapi tantangan global tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen menciptakan ruang bagi pemuda untuk tumbuh dan berkontribusi. Komitmen ini diwujudkan melalui tujuan strategis sebagaimana tertuang dalam Renstra UGM 2022–2027. Melalui pendidikan transdisiplin dan inklusif, UGM mendorong pendidikan untuk semua dan pembelajaran lintas disiplin agar mahasiswa dapat mengembangkan talenta, soft skill, dan inovasi. Dalam bidang pengabdian masyarakat berkelanjutan, UGM mengedepankan pendekatan keilmuan dan teknologi tepat guna sebagai ruang kontribusi nyata bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Selain itu, UGM juga berupaya menciptakan atmosfer kampus yang sehat dan berkelanjutan, menjadikan kampus sebagai ruang tumbuh yang mendukung perilaku sehat, ramah lingkungan, serta berbasis teknologi digital untuk memperkuat akuntabilitas sosial dan kolaborasi inovatif mahasiswa.

Sebagai bagian dari upaya membentuk mahasiswa yang sadar akan tantangan global dan lokal, UGM juga menyelenggarakan berbagai program edukasi yang berfokus pada isu-isu strategis seperti keberlanjutan lingkungan, perubahan iklim, dan kesehatan ekosistem. Melalui Save Soil Movement, UGM menghadirkan forum diskusi yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya kesehatan tanah sebagai fondasi keberlanjutan lingkungan serta mendorong peran aktif mereka dalam menjaga ekosistem bumi. Sementara itu, Gerakan Penggerak untuk Aksi Iklim Berkeadilan menjadi wadah edukatif yang mengajak generasi muda memahami isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap masyarakat lokal, sekaligus memperkuat peran mereka dalam advokasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Semangat pemuda juga tercermin melalui program KKN-PPM UGM yang membawa mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, mengenali persoalan yang ada, dan menghadirkan solusi nyata. Mahasiswa sebagai representasi pemuda dan ilmu pengetahuan hadir membawa gagasan, inovasi, dan semangat kolaborasi untuk mendorong perubahan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi lokal. KKN menjadi ruang belajar sekaligus wadah kontribusi nyata bagi pendidikan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat secara langsung.

Dengan semangat yang diwariskan dari Sumpah Pemuda, UGM terus berkomitmen mencetak generasi muda yang berintegritas, berdaya saing global, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dari kampus hingga pelosok negeri, pemuda Indonesia siap melanjutkan perjuangan dengan cara baru yaitu mengabdi, berinovasi, dan menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik.

Penulis: BMS
Foto: BMS

UGM and BOKU Collaborative Workshop on Teaching, Community Service, and SDGs

Kegiatansdgs Sabtu, 25 Oktober 2025

UGM dan BOKU Gelar Workshop Kolaboratif tentang Pengajaran, Pengabdian Masyarakat, dan SDGs

20 – 24 Oktober 2025

Dalam rangka program Erasmus+ Staff Mobility Training, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna (BOKU) menyelenggarakan workshop kolaboratif selama empat hari yang berfokus pada pengembangan kerja sama strategis di bidang pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini menghadirkan Andreas Bauer, M.Sc, sebagai bagian dari upaya memperkuat pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik antar kedua institusi.

Hari Pertama – 20 Oktober 2025

Workshop hari pertama dibagi ke dalam dua sesi utama, yakni Teaching Philosophy dan Pengabdian Masyarakat.
Pada sesi Teaching Philosophy, peserta membahas pentingnya pemahaman pengajar terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam proses pembelajaran, serta bagaimana membentuk pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa. Sesi ini juga diisi dengan refleksi bersama mengenai nilai-nilai yang mencerminkan sosok pengajar yang baik.

Sementara pada sesi Pengabdian Masyarakat, UGM dan BOKU saling berbagi praktik terbaik dari masing-masing institusi. Di UGM, kegiatan pengabdian masyarakat banyak melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bersifat wajib, sedangkan di BOKU pengabdian lebih banyak diintegrasikan dalam kegiatan riset dan proyek komunitas yang berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan.

Hari Kedua – 21 Oktober 2025

Hari kedua workshop membahas implementasi SDGs di UGM dan BOKU serta tantangan yang dihadapi masing-masing institusi. Diskusi berfokus pada identifikasi peluang kolaborasi untuk memperkuat kontribusi kedua universitas terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk upaya mengintegrasikan SDGs ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hari Ketiga dan Keempat – 23 & 24 Oktober 2025

Pada dua hari terakhir, kegiatan difokuskan pada penyusunan proposal kerja sama antara UGM dan BOKU. Proses ini diawali dengan identifikasi topik-topik relevan berdasarkan keahlian dan bidang prioritas masing-masing institusi, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai struktur proposal dan penyusunan timeline kegiatan untuk tindak lanjut ke depan.

Langkah Kolaborasi untuk Mendukung Program UGM dan PUAPT

Sebagai hasil dari kegiatan ini, disepakati beberapa langkah kolaborasi strategis untuk mendukung program UGM dan Pusat Unggulan Akademik dan Pengabdian Terpadu (PUAPT), antara lain:

  1. Kolaborasi bersama BOKU dan universitas di Afrika dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta implementasi berbagai topik keberlanjutan.

  2. Program Lecture and Staff Mobility untuk memfasilitasi pertukaran akademisi antara UGM dan BOKU dalam rangka pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.

  3. Penjajakan peluang pendanaan melalui proposal bersama, dengan fokus pada isu-isu keberlanjutan dan tema-tema strategis yang menjadi prioritas PUAPT dan UGM.

Kolaborasi antara UGM dan BOKU diharapkan tidak berhenti pada pertemuan ini, melainkan terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang memperkuat peran kedua universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan komitmen bersama terhadap nilai-nilai keberlanjutan, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong implementasi SDGs secara lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat global.

Penulis : BMS

Foto : BMS

Leading in VUCA: Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian

Kajian Rabu, 8 Oktober 2025

Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian, peran kepemimpinan menjadi semakin penting. Pemimpin masa kini tidak hanya dituntut untuk mengambil keputusan dengan cepat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan situasi yang tidak menentu dan sering kali tidak memiliki pola yang jelas. Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah VUCA — singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.

Apa Itu VUCA?

VUCA menggambarkan empat tantangan utama yang dihadapi oleh organisasi dan individu dalam konteks dunia modern saat ini:

  • Volatility (Perubahan Cepat): Situasi yang mudah berubah dengan cepat dan sulit diprediksi.

  • Uncertainty (Ketidakpastian): Kurangnya kepastian terhadap arah perkembangan, sehingga keputusan sering diambil tanpa informasi lengkap.

  • Complexity (Kompleksitas): Banyaknya faktor yang saling berkaitan dan memengaruhi hasil, menjadikan analisis situasi semakin rumit.

  • Ambiguity (Ambiguitas): Informasi yang tidak jelas dan dapat ditafsirkan dengan berbagai cara, sehingga pemahaman terhadap situasi sering kali tidak seragam.

Keempat aspek ini mencerminkan dunia yang terus bergerak dan berubah secara dinamis, di mana pendekatan kepemimpinan tradisional sering kali tidak lagi memadai.



Mindset Shift: Low-Data Decision Making

Dalam konteks VUCA, paradigma pengambilan keputusan perlu bergeser. Pemikiran bahwa semakin banyak data akan menghasilkan keputusan yang semakin baik tidak selalu berlaku. Di dunia yang serba cepat dan tidak pasti, data sering kali tidak lengkap, tidak relevan, atau sudah kadaluwarsa sebelum sempat diolah.

Menunda keputusan demi menunggu data yang sempurna justru dapat menimbulkan risiko yang lebih besar. Karena itu, seorang pemimpin perlu memiliki keberanian untuk bertindak dengan informasi yang terbatas, sambil mengandalkan intuisi, kepekaan membaca situasi, serta kemampuan menangkap tanda-tanda peluang atau ancaman.

Keputusan yang cepat dan tepat diambil bukan semata karena data yang banyak, tetapi karena pemimpin mampu memahami konteks dan menilai arah perubahan yang sedang terjadi.


Strategi dalam Low-Data Decision Making: Pendekatan DIET

Untuk membantu pemimpin mengambil keputusan di tengah keterbatasan data, pendekatan DIET dapat menjadi panduan praktis. DIET mencakup empat langkah utama yang saling melengkapi:

  1. Define
    Pahami masalah dan situasi secara mendalam. Lihat akar persoalan dari berbagai sudut pandang agar keputusan yang diambil benar-benar menyentuh inti permasalahan.

  2. Integrate
    Gunakan data yang tersedia secara optimal. Kaitkan pola, sebab-akibat, serta hubungan antar-data untuk membangun gambaran besar yang lebih utuh.

  3. Explore
    Libatkan tim dan dorong mereka untuk meninjau masalah dari berbagai perspektif. Pendekatan kolaboratif akan membantu memunculkan ide-ide baru dan memperkaya alternatif solusi.

  4. Test
    Uji coba ide atau keputusan dalam skala kecil sebelum diterapkan secara menyeluruh. Langkah ini penting untuk menilai efektivitas dan memastikan keputusan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Pendekatan DIET membantu pemimpin tetap gesit dan rasional, meskipun harus bergerak dengan keterbatasan informasi.

Strategi Memimpin di Era VUCA

Untuk dapat bertahan dan unggul dalam dunia VUCA, seorang pemimpin perlu mengembangkan sejumlah kemampuan dan strategi kepemimpinan yang adaptif, di antaranya:

  1. Active Questioning
    Selain kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening), pemimpin juga perlu melatih active questioning — kemampuan menggali pertanyaan yang tepat untuk memahami situasi secara lebih mendalam. Dengan bertanya “apa”, “siapa”, “di mana”, dan “bagaimana”, pemimpin dapat menemukan informasi baru serta memperluas pemahaman terhadap konteks yang sedang dihadapi.

  2. Mengenali Exceptional Information
    Informasi yang tampak menyimpang dari pola umum sering kali menjadi petunjuk penting terhadap peluang besar atau ancaman tersembunyi. Pemimpin yang tanggap terhadap sinyal-sinyal semacam ini akan mampu membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat di tengah ketidakpastian.

  3. Melatih Diri Menjadi Perencana yang Adaptif
    Fokus utama seorang pemimpin di era VUCA bukanlah menciptakan rencana yang sempurna, tetapi kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat. Melatih diri agar lincah menyesuaikan strategi lebih penting daripada membuat rencana yang kaku. Fleksibilitas menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika yang tidak menentu.


Kesimpulan

Era VUCA menuntut pemimpin untuk tanggap terhadap perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas yang melingkupi setiap aspek kehidupan organisasi. Keputusan tetap dapat diambil secara tepat meskipun data terbatas, selama pemimpin mampu mengandalkan kepekaan dalam membaca situasi dan menerapkan strategi yang tepat, seperti pendekatan DIET.

Pemimpin yang sukses di era ini adalah mereka yang peka terhadap perubahan, aktif menggali informasi, serta mampu beradaptasi dengan cepat melalui strategi yang fleksibel dan responsif terhadap situasi yang terus berkembang. Dengan demikian, kepemimpinan di tengah VUCA bukan sekadar soal kontrol, melainkan soal kepekaan, keberanian, dan kemampuan menavigasi ketidakpastian untuk membawa organisasi menuju masa depan yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Jawab Tantangan Ketersediaan Air, UGM Hadirkan Embung Watu Macan di Blora Jawa Tengah

Kegiatansdgs Jumat, 26 September 2025

Pada 25 September 2025, Universitas Gadjah Mada bersama Pertamina Foundation meresmikan Embung Watu Macan di Desa Megeri, Kradenan, Blora, Jawa Tengah. Embung Watu Macan merupakan hasil kolaborasi antara UGM dan Pertamina Foundation untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa di lahan kritis. Selain sebagai infrastruktur air, embung ini juga menjadi wahana bagi UGM dalam menjalankan fungsi riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.; Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.; Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H.; Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari; dan Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana. Dari Universitas Gadjah Mada, turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi; Dekan Fakultas Kehutanan; Direktur Pengabdian kepada Masyarakat; serta Direktur KHDTK.

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan penyerahan buku berjudul Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Berkelanjutan: Pengalaman dan Refleksi Bekerja Bersama Masyarakat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Blora–Ngawi dari UGM kepada Pertamina. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan program.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Blora dan Komisaris Utama Pertamina, beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM yang memberikan paraf mewakili Rektor UGM sebagai bentuk representasi institusional.

UGM berkomitmen mendampingi keberlanjutan fungsi embung, baik teknis maupun sosial, sebagai dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Embung diharapkan memberi manfaat nyata bagi ketersediaan air, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, baik untuk masa kini maupun masa depan.

Dokumentasi kegiatan.

 

Hari Tani Nasional: Dari Lahan Pertanian ke Ketahanan Pangan

Kajian Rabu, 24 September 2025

Diperingati setiap 24 September sejak tahun 1960, Hari Tani Nasional bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA)  tonggak sejarah dalam perjuangan mewujudkan keadilan agraria di Indonesia.
Momentum ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan tanah yang adil dan berkelanjutan, serta menegaskan peran sentral petani dan sektor pertanian dalam menopang ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa.





Permasalahan Aktual Sektor Pertanian

Meskipun menjadi tulang punggung kehidupan dan ekonomi nasional, sektor pertanian Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan serius:

Kesejahteraan Petani yang Rendah

Pendapatan petani masih belum sebanding dengan kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

Alih Fungsi Lahan

Lahan pertanian produktif terus menyusut akibat konversi menjadi kawasan industri, permukiman, dan infrastruktur.

Perubahan Iklim

Cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan menyebabkan penurunan produktivitas serta risiko gagal panen.

Krisis Regenerasi Petani

Semakin sedikit generasi muda yang tertarik bekerja di sektor pertanian, sehingga regenerasi petani menjadi tantangan besar ke depan.

Jika tidak segera diatasi, masalah-masalah ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional sekaligus melemahkan kemandirian pangan Indonesia.

Pertanian dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Isu pertanian nasional memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs).
Penguatan sektor pertanian berarti mempercepat tercapainya tujuan global berikut:

  • SDG 1 – Tanpa Kemiskinan: meningkatkan kesejahteraan petani.

  • SDG 2 – Tanpa Kelaparan: menjamin ketersediaan dan akses pangan bagi semua.

  • SDG 12 – Produksi & Konsumsi Berkelanjutan: membangun sistem pangan yang adil dan efisien.

  • SDG 13 – Aksi Iklim: memperkuat adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim.

  • SDG 15 – Ekosistem Daratan: menjaga kelestarian tanah dan lahan pertanian.

Keterkaitan ini menegaskan bahwa memperkuat pertanian nasional sejalan dengan upaya mencapai pembangunan berkelanjutan menjadikan sektor ini kunci bagi masa depan yang tangguh, adil, dan lestari.





Kontribusi Nyata Universitas Gadjah Mada

Sebagai universitas kerakyatan, Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen mendukung transformasi pertanian Indonesia melalui riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat.

  • Pengembangan Varietas Padi Gamagora

Riset unggulan UGM menghasilkan varietas padi Gamagora, yang tahan penyakit, adaptif terhadap perubahan iklim, hemat air dan pupuk, cepat panen, serta berproduksi tinggi.
Varietas ini menjadi simbol inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

  • Smart Agri Plant Factory

Inovasi Plant Factory UGM mengintegrasikan teknologi hidroponik, otomatisasi, dan kecerdasan buatan untuk menciptakan sistem produksi pangan yang efisien, ramah lingkungan, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

  •  Diseminasi Pengetahuan dan Literasi

UGM secara aktif mendampingi petani melalui pelatihan, penyuluhan iklim, serta penerapan teknologi pertanian sederhana.
Langkah ini memperkuat kapasitas adaptasi dan ketahanan usaha tani di berbagai daerah.

  •  Penguatan Kelembagaan dan Kolaborasi

UGM memperkuat kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) dengan peningkatan kapasitas organisasi, perluasan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan, serta penerapan hasil riset langsung di masyarakat desa untuk mewujudkan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: BMS UGM

Gambar: BMS UGM

Source:

https://tp.ugm.ac.id/id/rilis-berita/2024/6552-pertanian-masa-depan-teknik-pertanian-ugm-luncurkan-smart-agri-plant-factory-inovasi-pertanian-modern-berkelanjutan.html https://ugm.ac.id/id/berita/ftp-ugm-beri-pendampingan-kelompok-wanita-tani-karanganyar/

1234

Recent Posts

  • Hari Perempuan Sedunia: Perempuan Berdaya, Pendidikan Bermakna, Masa Depan Setara
  • UGM Membangun Balai Masjid sebagai Community Center di Desa Geudumbak Langkahan Aceh Utara
  • Kolaborasi Kuat, Kepemimpinan Hebat
  • Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional
  • BMS Mendukung Kegiatan Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY