Setiap tanggal 2 Juli, Indonesia memperingati Hari Kelautan Nasional sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga dan mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan. Peringatan ini telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1972 sebagai bentuk pengakuan terhadap peran strategis laut bagi kehidupan bangsa.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, lebih dari 70 persen wilayah Indonesia merupakan lautan yang menyimpan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Laut tidak hanya menjadi sumber pangan dan jalur perdagangan, tetapi juga berfungsi sebagai penyerap karbon, pengatur iklim, serta penopang ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Dengan potensi tersebut, keberlanjutan ekosistem laut menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Di balik besarnya potensi tersebut, laut Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Pencemaran laut akibat aktivitas manusia, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, serta tata kelola dan pengawasan wilayah laut menjadi isu yang memerlukan perhatian bersama. Upaya menjaga kesehatan laut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkontribusi melalui berbagai penelitian dan inovasi di bidang kelautan. Beragam riset mengenai biodiversitas laut, bioteknologi kelautan, konservasi pesisir, perikanan berkelanjutan, hingga pengembangan konsep blue economy dilakukan untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan. UGM juga mengembangkan Biomarine Science Research Center and Technopark di Pantai Porok, Gunungkidul sebagai pusat penelitian biomarine dan konservasi sumber daya laut. Selain itu, melalui Pusat Studi Sumberdaya dan Teknologi Kelautan (PUSTEK Kelautan), UGM aktif melaksanakan penelitian, pelatihan, dan pendampingan masyarakat pesisir dalam pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Inovasi pada sektor perikanan juga terus dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah produk akuatik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peringatan Hari Kelautan Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat erat kaitannya dengan keberlanjutan lautnya. Melindungi ekosistem laut bukan hanya menjaga kekayaan alam, tetapi juga memastikan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang. Melalui sinergi antara penelitian, inovasi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat, Indonesia dapat terus memperkuat posisinya sebagai negara maritim yang mampu memanfaatkan potensi laut secara bijaksana, adil, dan berkelanjutan.



