• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • SDG 5: KESETARAAN GENDER
  • SDG 5: KESETARAAN GENDER
Arsip:

SDG 5: KESETARAAN GENDER

Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas

Kajiansdgs Sabtu, 11 Juli 2026

Setiap tanggal 11 Juli, dunia memperingati World Population Day (Hari Kependudukan Dunia) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa isu kependudukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk, tetapi juga kualitas hidup setiap individu. Sejak diprakarsai oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1989, peringatan ini mengajak seluruh negara untuk menempatkan manusia sebagai pusat dari pembangunan yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika global saat ini, dunia menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari pertumbuhan populasi, ketimpangan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, hingga dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, pembangunan tidak lagi cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, melainkan harus mampu memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang setara untuk hidup sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, mengembangkan potensi diri, dan menentukan masa depannya secara bebas. read more

Dari Dialog Akademik hingga Peresmian, UGM Luncurkan Human Flourishing Center Bersama ACU dan KADIN

Kegiatansdgs Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Australian Catholic University (ACU) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan pada Rabu, 23 April 2026. Diawali dengan Dialog Akademik tentang Human Flourishing di Ruang Multimedia Lantai 3 Gedung Pusat UGM, hari tersebut ditutup dengan peresmian Human Flourishing Center (HFC) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada.

Sebagai pembuka rangkaian acara, Biro Manajemen Strategis dan Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM menyelenggarakan Dialog Akademik Human Flourishing yang menghadirkan akademisi dari UGM, ACU, HDSS Sleman, serta perwakilan KADIN. Diskusi dibagi ke dalam dua sesi panel yang membahas berbagai dimensi Human Flourishing dari perspektif lintas disiplin. read more

Hari Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang

Kajian Selasa, 21 April 2026

Perjuangan kesetaraan bukanlah sekadar catatan sejarah yang usang dimakan zaman. Di era modern ini, spirit yang ditinggalkan oleh R.A. Kartini lebih dari seabad lalu tetap relevan dan terus menyala. Menilik kembali sejarah dan menghadapi isu emansipasi masa kini menjadi langkah penting bagi kita untuk memastikan bahwa “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar kiasan, melainkan realitas yang terus diwujudkan.

Keluar dari Kegelapan

Pada era kolonial, pendidikan bagi kaum perempuan ibarat lorong gelap tanpa lentera. Perempuan cenderung dipaksa hanya untuk melayani dan tidak ada akses untuk berkembang, apalagi untuk bersuara. R.A. Kartini hadir mendobrak batasan tersebut melalui pemikiran kritisnya. Korespondensi surat-suratnya yang kemudian dibukukan sebagai Door Duisternis tot Licht atau “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang menjadi tonggak sejarah. Semangat Kartini menjadi simbol perjuangan hak untuk belajar, berpikir kritis, dan pada akhirnya membuka jalan panjang bagi generasi perempuan Indonesia hingga hari ini.

Emansipasi & Kesetaraan

Emansipasi adalah tentang persamaan hak dan kesetaraan gender dalam segala aspek kehidupan. Seperti yang dikemukakan oleh Mustikawati (2015), berkat perjuangan tersebut, wanita saat ini mampu mengenyam pendidikan yang setara dengan laki-laki. Pendidikan harus dimaknai bukan sekadar untuk meraih gelar, melainkan sebagai alat mendasar untuk memanusiakan perempuan dan memberikan otonomi penuh atas dirinya sendiri.

Tantangan yang Belum Usai

Meski akses pendidikan kian terbuka lebar, perjuangan emansipasi nyatanya belum benar-benar usai. Generasi masa kini dihadapkan pada bentuk-bentuk rintangan baru yang lebih kompleks:

  •  Glass Ceiling Sebuah hambatan tak terlihat yang terbentuk dari bias dan stereotip di masyarakat. Hambatan ini sering kali membatasi perempuan untuk menembus posisi-posisi kepemimpinan tertinggi di berbagai sektor.
  • Beban Ganda Ketika perempuan memutuskan untuk berkarier, mereka kerap dituntut untuk berprestasi secara profesional sekaligus harus memikul tanggung jawab domestik (rumah tangga) secara tidak proporsional dibandingkan laki-laki.
  • Kebutuhan Perubahan Sistemik Emansipasi modern tidak lagi hanya menuntut keberanian individu, melainkan menuntut perubahan kebijakan dan budaya kerja secara menyeluruh agar lingkungan menjadi benar-benar setara dan inklusif.
  • read more

    Hari Perempuan Sedunia: Perempuan Berdaya, Pendidikan Bermakna, Masa Depan Setara

    Kajian Senin, 9 Maret 2026

    Setiap 8 Maret, dunia memperingati International Women’s Day (IWD) sebagai momentum untuk merayakan kontribusi perempuan sekaligus merefleksikan bahwa kesetaraan gender adalah fondasi utama bagi kemajuan peradaban. Dalam mewujudkan masa depan yang setara, pendidikan memiliki peran yang sangat strategis. Namun, akses pendidikan harus selalu dibarengi dengan ruang yang aman, penghormatan, dan dukungan nyata agar perempuan dapat belajar, berekspresi, dan berkembang tanpa rasa takut terhadap diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender. read more

    Kartini dan Strategi Kepemimpinan Masa Kini

    Kajian Senin, 21 April 2025

    Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, tetapi juga contoh nyata visionary leader pada zamannya. Berani berpikir jauh ke depan dengan tindakan nyata untuk membuka jalan bagi transformasi sosial.

    Tindakan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan merupakan contoh nyata penerapan prinsip kepemimpinan dan manajemen strategis yang relevan hingga saat ini. Kartini memiliki visi yang jelas tentang kesetaraan hak bagi perempuan, terutama dalam bidang pendidikan. Di tengah keterbatasan dan norma sosial yang mengekang perempuan pada masanya, ia mampu melihat jauh ke depan membayangkan masyarakat di mana perempuan dapat belajar, berpikir, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial.

    Melalui analisis lingkungan yang tajam, Kartini memahami tantangan yang dihadapi kaumnya. Ia menyadari bahwa sistem sosial dan budaya pada masa itu membatasi ruang gerak perempuan. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, Kartini justru memanfaatkan posisinya sebagai seorang bangsawan untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan. Dengan kecerdasannya, ia mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.

    Visi dan gagasannya tidak berhenti pada tulisan dan pemikiran semata. Kartini melakukan implementasi strategi secara nyata melalui langkah-langkah konkret, salah satunya dengan mendirikan sekolah bagi perempuan di Jepara. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan pendidikan perempuan di Indonesia, membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani.

    Dari perjuangan Kartini, kita belajar tentang prinsip kepemimpinan visioner yang tetap relevan di era modern. Pemimpin yang visioner harus berorientasi jangka panjang, memiliki pandangan yang melampaui kepentingan sesaat, serta fokus pada manfaat berkelanjutan. Ia juga perlu mengenali kekuatan dan hambatan melalui analisis lingkungan, agar mampu mengoptimalkan potensi dan mengambil keputusan yang tepat. Selain itu, seorang pemimpin visioner harus adaptif, mampu menyesuaikan strategi ketika menghadapi perubahan, dan berani mewujudkan visi dalam bentuk aksi nyata.

    Dari Kartini, kita belajar bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan keberanian untuk bermimpi besar dan bertindak nyata. Siapa pun dapat menjadi pemimpin asal memiliki visi, kepekaan terhadap lingkungan, dan tekad untuk menciptakan perubahan yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

    Penulis: BMS

    Foto: BMS

    Hari Perempuan Internasional

    Kajian Sabtu, 8 Maret 2025

    Hari Perempuan Internasional tahun 2025 mengusung tema “For All Women and Girls: Rights, Equality, Empowerment” Menekankan pentingnya memastikan hak, kesetaraan, dan pemberdayaan bagi semua perempuan untuk menciptakan masa depan yang inklusif dan adil.

    Permasalahan Kesetaraan Gender di Indonesia masih menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian dan aksi nyata dari berbagai pihak. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 401.975 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, mencakup kekerasan psikis, seksual, fisik, hingga ekonomi. Angka ini menggambarkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi perempuan dalam memperoleh rasa aman dan keadilan. Selain itu, budaya patriarki yang masih melekat di sejumlah daerah turut menjadi penghambat partisipasi perempuan dalam pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan, sehingga memperkuat ketimpangan peran gender dalam masyarakat.

    Dari sisi ekonomi dan politik, kesenjangan juga masih nyata terlihat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada tahun 2023 hanya 54%, jauh di bawah TPAK laki-laki yang mencapai 84%. Di ranah politik, persentase calon kepala daerah perempuan pada Pilkada 2024 hanya sebesar 10,66%, menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam pengambilan keputusan publik masih sangat terbatas. Kondisi ini menegaskan pentingnya langkah strategis untuk memastikan kesetaraan kesempatan dan perlindungan bagi perempuan di semua bidang kehidupan.

    Berbagai aksi strategis dapat dilakukan untuk memperkuat kesetaraan hak perempuan. Di antaranya, dengan mendorong kemudahan akses terhadap pendidikan dan pelatihan, memperkuat kebijakan dan regulasi perlindungan perempuan, serta menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan bebas diskriminasi. Selain itu, penting pula untuk memperkuat organisasi dan sistem perlindungan sosial agar perempuan memiliki ruang aman dan dukungan yang memadai dalam mengembangkan potensinya.

    Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada nilai-nilai keadilan dan keberagaman, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan aktif dalam mendukung kesetaraan gender. UGM secara konsisten mengadakan seminar, simposium, dan workshop yang mengangkat isu gender untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan sivitas akademika. Melalui program pengabdian masyarakat, KKN-PPM, dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan UGM, universitas juga berkontribusi dalam pelatihan dan pemberdayaan perempuan di berbagai daerah. Komitmen terhadap lingkungan kampus yang inklusif dan tanpa diskriminasi tertuang dalam Rencana Induk Kampus, sementara sistem perlindungan terhadap kekerasan diperkuat melalui Satgas PPKS dan Fisipol Crisis Center yang berfungsi memberikan perlindungan, pendampingan, dan edukasi.

    Karena pada akhirnya, kesetaraan bukan hanya tentang perempuan melainkan tentang kemanusiaan. Ketika perempuan berdaya dan haknya setara, maka masa depan yang adil, aman, dan berkelanjutan pun akan tercipta.

    Penulis: BMS

    Foto: BMS

    Sumber:

    https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjIwMCMy/tingkat-partisipasi-angkatan-kerja-menurut-jenis-kelamin.html

    https://komnasperempuan.go.id/download-file/1085

    https://sustainabledevelopment.ugm.ac.id/2022/12/31/sdg-5-gender-equality/?form=MG0AV3&form=MG0AV3

    https://www.un.org/en/observances/womens-day

    https://kumparan.com/kumparannews/37-calon-kepala-daerah-di-jatim-perempuan-jadi-yang-terbanyak-di-indonesia-23e1LsL9TDs/4

    Recent Posts

    • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
    • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
    • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
    • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
    • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Oktober 2024

    Categories

    • Campus Tour
    • Kajian
    • Kegiatan
    • sdgs
    Universitas Gadjah Mada

    Biro Manajemen Strategis
    Universitas Gadjah Mada

    Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
    Email : bms@ugm.ac.id
    Whatsapp : 0851-1784-8115

    © Universitas Gajah Mada

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY