• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • SDG 13: PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM
  • SDG 13: PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM
  • hal. 2
Arsip:

SDG 13: PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM

Konferensi Pers: Kontribusi UGM dalam Percepatan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologis Sumatera

Kegiatan Rabu, 24 Desember 2025

Jawab Tantangan Ketersediaan Air, UGM Hadirkan Embung Watu Macan di Blora Jawa Tengah

Kegiatansdgs Jumat, 26 September 2025

Pada 25 September 2025, Universitas Gadjah Mada bersama Pertamina Foundation meresmikan Embung Watu Macan di Desa Megeri, Kradenan, Blora, Jawa Tengah. Embung Watu Macan merupakan hasil kolaborasi antara UGM dan Pertamina Foundation untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa di lahan kritis. Selain sebagai infrastruktur air, embung ini juga menjadi wahana bagi UGM dalam menjalankan fungsi riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.; Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.; Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H.; Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari; dan Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana. Dari Universitas Gadjah Mada, turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi; Dekan Fakultas Kehutanan; Direktur Pengabdian kepada Masyarakat; serta Direktur KHDTK.

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan penyerahan buku berjudul Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Berkelanjutan: Pengalaman dan Refleksi Bekerja Bersama Masyarakat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Blora–Ngawi dari UGM kepada Pertamina. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan program.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Blora dan Komisaris Utama Pertamina, beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM yang memberikan paraf mewakili Rektor UGM sebagai bentuk representasi institusional.

UGM berkomitmen mendampingi keberlanjutan fungsi embung, baik teknis maupun sosial, sebagai dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Embung diharapkan memberi manfaat nyata bagi ketersediaan air, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, baik untuk masa kini maupun masa depan.

Dokumentasi kegiatan.

 

Merawat Alam Merawat Masa Depan

Kajian Senin, 28 Juli 2025

World Nature Conservation Day atau Hari Konservasi Alam Sedunia diperingati setiap 28 Juli untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam seperti hutan, air, tanah, dan satwa liar.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), konservasi adalah kunci keberlanjutan kehidupan karena 100% aktivitas manusia bergantung pada alam mulai dari makanan, air bersih, hingga udara yang kita hirup.Namun eksploitasi berlebihan, pencemaran, dan alih fungsi lahan telah menyebabkan kerusakan yang serius.

Konservasi alam harus menjadi prioritas karena kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. Setiap tahun, sekitar 15 miliar pohon ditebang, menyebabkan hilangnya habitat alami dan menurunkan kemampuan bumi dalam menyerap karbon. Akibatnya, lebih dari 1 juta spesies kini terancam punah (IPBES, 2019), menandakan krisis keanekaragaman hayati yang serius. Di saat yang sama, suhu bumi telah meningkat lebih dari 1,1°C sejak era pra-industri (IPCC, 2023), memperburuk dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan cuaca ekstrem. Tak hanya itu, lebih dari 8 juta ton plastik mencemari lautan setiap tahun (UNESCO, 2022), mengancam ekosistem laut dan rantai makanan manusia. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa konservasi alam bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mendesak untuk memastikan keberlanjutan kehidupan di bumi.





Universitas Gadjah Mada (UGM) berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Melalui pengelolaan Hutan Wanagama di Gunungkidul, UGM menjadikannya sebagai laboratorium alam untuk kegiatan konservasi, pendidikan ekologi, serta rehabilitasi lahan kritis. Dalam bidang inovasi teknologi, UGM telah mengembangkan GATe (Gadjahmada Airport Transporter Electric), kendaraan listrik yang dirancang untuk mendukung transportasi ramah lingkungan di kawasan bandara. Komitmen terhadap energi bersih juga diwujudkan melalui pemanfaatan sistem fotovoltaik (PLTS) pada sejumlah gedung, seperti Fakultas Teknik dan kompleks pertanian (Agrokompleks), guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Selain itu, melalui UGM Green Campus Initiative, universitas ini menerapkan berbagai langkah nyata seperti efisiensi energi, konservasi air, pemilahan sampah, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, menjadikan UGM sebagai salah satu pionir dalam praktik keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.

Setiap orang dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi melalui langkah-langkah kecil yang sederhana namun berdampak besar. Kita bisa mulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan menggunakan botol minum, tas kain, dan tempat makan sendiri, serta biasakan memilah sampah organik dan anorganik untuk mendukung sistem daur ulang. Dalam hal mobilitas, pilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum, dan jika memungkinkan, manfaatkan kendaraan listrik seperti bus kampus yang lebih ramah lingkungan. Saat berbelanja, belilah seperlunya dan hindari produk fast fashion atau barang sekali pakai, karena setiap produk memiliki jejak karbon dan limbah yang memengaruhi bumi. Selain itu, kita dapat memperluas dampak dengan mengikuti seminar, workshop, atau kelas terbuka tentang lingkungan, lalu membagikan pengetahuan tersebut melalui media sosial, komunitas, atau keluarga. Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, kita turut membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Sudahkah kamu berkontribusi untuk bumi hari ini?

Penulis: BMS

Foto: BMS

Hari Mangrove Sedunia: Merawat Akar Kehidupan Pesisir

Kajian Sabtu, 26 Juli 2025

Sebagai sistem transisi antara daratan dan lautan, mangrove memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Ia bukan sekadar barisan pohon di pesisir, melainkan benteng kehidupan yang menyediakan jasa lingkungan esensial bagi manusia dan keanekaragaman hayati.

Namun, di tengah meningkatnya tekanan antropogenik dan perubahan tata guna lahan, hutan mangrove terus menghadapi ancaman degradasi. Untuk itu, Hari Mangrove Sedunia, yang diperingati setiap 26 Juli, menjadi momen penting untuk menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya perlindungan dan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Peran Penting Mangrove bagi Kehidupan

1. Ketahanan Pangan
Mangrove merupakan habitat yang kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi sumber pangan bagi berbagai jenis hewan serta komunitas pesisir yang bergantung padanya untuk kehidupan sehari-hari.

2. Mitigasi Iklim
Ekosistem mangrove dikenal sebagai penyerap karbon (carbon sink) yang sangat efektif. Satu hektar hutan mangrove dapat menyimpan hingga 3.754 ton karbon, menjadikannya salah satu ekosistem paling penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

3. Pertahanan dari Bencana Alam
Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari gelombang badai, tsunami, kenaikan permukaan laut, dan erosi. Sabuk mangrove sepanjang 500 meter bahkan mampu mengurangi tinggi gelombang hingga 50–99%, melindungi kehidupan dan infrastruktur di wilayah pesisir.

Ancaman terhadap Keberlanjutan Hutan Mangrove

  1. Alih Fungsi Lahan
    Konversi lahan untuk budidaya perairan, pembangunan infrastruktur, permukiman, dan pertanian terus menggerus luasan ekosistem mangrove.

  2. Pencemaran
    Aliran limbah dari sungai dan lautmulai dari polusi plastik hingga tumpahan minyak menghambat pertumbuhan mangrove dan mengancam keseimbangan ekosistem.

  3. Pembukaan Lahan Liar
    Aktivitas pembukaan lahan tanpa perencanaan dan pengelolaan yang memadai sering kali mengakibatkan kerusakan habitat alami mangrove.

  4. Eksploitasi Kayu
    Penebangan kayu mangrove untuk industri arang dan kebutuhan ekonomi lainnya menyebabkan degradasi ekologis jangka panjang.

Komitmen UGM terhadap Pelestarian Mangrove

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim, Universitas Gadjah Mada (UGM) aktif berkontribusi dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui berbagai inisiatif nyata:

Penanaman Mangrove di Batam

UGM melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari program KKN-PPM UGM. Inisiatif ini mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pelatihan Pencatatan Stok Karbon Mangrove

UGM juga melatih 80 peneliti dan petugas pencatatan stok karbon dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan ini membekali mereka dengan keahlian teknis dalam mengukur dan memantau serapan karbon mangrove, guna mendukung kebijakan nasional mitigasi iklim berbasis data.

Aksi Nyata UKM UGM di Baros

Melalui kolaborasi antara UKM Renang UGM (SIGMA) dan Organisasi Peradilan Semu Fakultas Hukum UGM (SPARTA UGM), kegiatan Bakti Sosial di Kawasan Mangrove Baros, Bantul menjadi wujud nyata kepedulian sivitas akademika terhadap lingkungan. Kegiatan yang digelar pada 17 Mei 2025 ini menghadirkan dua agenda utama: seminar lingkungan dan penanaman mangrove.

Menumbuhkan Harapan, Menjaga Kehidupan

Melalui edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi lintas disiplin, UGM terus berupaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga mangrove sebagai warisan alam yang menopang kehidupan. Karena menjaga mangrove berarti menjaga masa depan pesisir, iklim, dan generasi yang akan datang.

Penulis: BMS UGM

Gambar: BMS UGM

Source: 

http://unesco.org/en/days/mangrove-ecosystem-conservation

https://www.kompas.id/artikel/plastik-limbah-dan-alih-fungsi-lahan-masih-jadi-ancaman-mangrove

https://ditmawa.ugm.ac.id/2025/05/ukm-renang-ugm-hijaukan-mangrove-baros-aksi-nyata-peduli-lingkungan/

https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-latih-petugas-pencatatan-stok-karbon-mangrove-di-indonesia/

https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-lakukan-penanaman-mangrove-di-kampung-tua-bakau-serip-kota-batam-kepulauan-riau/

Saat Kapasitas Bumi Tidak Lagi Mencukupi: Memahami Earth Overshoot Day

Kajian Kamis, 24 Juli 2025

Earth Overshoot Day menandai tanggal ketika umat manusia telah menggunakan seluruh sumber daya alam yang dapat dipulihkan oleh Bumi dalam satu tahun. Setelah hari itu, kita hidup “berhutang” pada alam  menggunakan cadangan sumber daya dan melampaui kapasitas pemulihan planet ini.

Setiap tahun, hari ini datang lebih awal. Artinya, kita semakin cepat mengonsumsi sumber daya dan menghasilkan emisi yang melebihi batas kemampuan Bumi untuk memulihkannya.

Pada tahun 2025, Earth Overshoot Day jatuh pada 24 Juli. Sejak tanggal tersebut, manusia telah menghabiskan seluruh “jatah” sumber daya alam untuk tahun ini dan sisanya, kita hidup dengan hutang ekologis.

Kondisi ini dapat dianalogikan seperti menguras tabungan.
Bayangkan kita memiliki penghasilan 100 juta rupiah per tahun, tetapi sudah menghabiskannya seluruhnya di bulan Juli. Maka, mulai Agustus hingga Desember, kita harus hidup dari hutang. Begitu pula dengan Bumi, kita mengambil lebih banyak daripada yang bisa ia hasilkan kembali.

Bagaimana Mencegah Overshoot Terjadi Terlalu Awal?

Untuk menunda datangnya Earth Overshoot Day dan menjaga keseimbangan ekologi global, diperlukan perubahan sistemik dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

1. Lindungi dan Pulihkan Ekosistem

Konservasi hutan, mangrove, dan keanekaragaman hayati berperan penting dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan ekologis.

 2. Desain Ulang Kota dan Infrastruktur

Mendorong kota yang lebih padat, hijau, dan ramah pejalan kaki dapat mengurangi kebutuhan transportasi berbahan bakar fosil.

3. Transisi ke Energi Terbarukan dan Efisiensi

Menggantikan bahan bakar fosil dengan panel surya, energi angin, dan biogas, serta meningkatkan efisiensi energi bangunan, dapat menunda Overshoot Day hingga 93 hari.

4. Ubah Pola Konsumsi Makanan

Mengurangi limbah makanan dan beralih ke pola makan berbasis nabati dapat menurunkan tekanan terhadap lahan, air, dan sumber daya alam lainnya.

5. Edukasi dan Pemberdayaan Keluarga

Memberikan akses kesehatan reproduksi, pendidikan bagi perempuan, serta mendorong pilihan keluarga berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap keseimbangan planet di masa depan.

Peran Universitas Gadjah Mada dalam Menjaga Daya Dukung Bumi

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata dalam mendukung transisi menuju kampus rendah emisi dan berkelanjutan.

Transportasi Ramah Lingkungan

UGM telah mengoperasikan bus dan kendaraan listrik di area kampus untuk mengurangi emisi dari aktivitas transportasi harian sivitas akademika.

Energi Terbarukan

Beberapa gedung UGM termasuk Fakultas Teknik, Perpustakaan Pusat, dan Gedung Pusat UGM  telah menggunakan sistem fotovoltaik (solar panel) sebagai bagian dari komitmen menuju energi bersih.

Inovasi Pertanian Berkelanjutan

Melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) di Berbah, Sleman, UGM mengembangkan pertanian cerdas dan efisien: dari produksi sayuran organik, konservasi tanah, hingga teknologi irigasi tetes.

Kampus Hijau dan Ruang Terbuka

UGM menanam ribuan pohon dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan ruang hijau seperti Hutan Kampus (Arboretum), Taman Biologi, dan area interaktif terbuka yang mendukung keseimbangan ekologis.

Komitmen Menuju Net Zero Emission

Melalui Program Net Zero Emission Campus, UGM menargetkan pencapaian emisi nol bersih dengan implementasi keberlanjutan di seluruh aspek kehidupan kampus serta menjalin kerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat aksi iklim global.

Earth Overshoot Day bukan sekadar peringatan, melainkan pengingat moral dan ilmiah bahwa gaya hidup manusia perlu berubah.Melalui kolaborasi, inovasi, dan kesadaran ekologis, kita dapat menunda hari Overshoot Day dan memberi waktu bagi Bumi untuk bernafas kembali.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Source:

https://overshoot.footprintnetwork.org/about-earth-overshoot-day/

https://www.overshootday.org/solutions/planet/

https://www.overshootday.org/solutions/cities/

https://www.overshootday.org/solutions/energy/

https://www.overshootday.org/solutions/food/

https://www.overshootday.org/solutions/population/

https://overshoot.footprintnetwork.org/

https://www.footprintnetwork.org/

UGM Supports Save Soil Movement: Sahil Jha Cycling Across 4 Continents

Kegiatansdgs Sabtu, 14 Juni 2025

Yogyakarta, 13 Juni 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan konservasi tanah dengan berkolaborasi bersama gerakan internasional Save Soil. Dukungan ini diwujudkan melalui kegiatan “Save Soil Movement: Sahil Jha Cycling Across 4 Continents”, sebuah ekspedisi sepeda lintas negara yang diinisiasi oleh Sahil Jha, aktivis muda yang mengampanyekan kesadaran global tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keberlanjutan tanah.

Kegiatan ini diawali dengan penyambutan resmi terhadap Sahil Jha di UGM, sebagai simbol penghormatan dan apresiasi atas dedikasi dan perjuangannya dalam mengedukasi publik tentang isu konservasi tanah. Setelah sesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan para pakar dari UGM dan perwakilan dari Save Soil Movement.

Tanah: Fondasi Kehidupan dan Kunci Keberlanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., selaku Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, menegaskan bahwa tanah merupakan elemen dasar kehidupan yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

“Tanah adalah sumber kehidupan, fondasi sistem pangan, air, dan hutan. Tanah memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyimpan karbon dan mengatur emisi gas rumah kaca,”
— Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D. (Kepala Biro Manajemen Strategis UGM)

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Praveena Shridar, Chief Science & Technology Officer Save Soil Movement, yang menekankan pentingnya peran universitas dan negara agraris seperti Indonesia dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan untuk menahan laju degradasi tanah.

“Universitas dan negara agraris seperti Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan guna menahan laju degradasi tanah,”
— Praveena Shridar (Chief Science & Technology Officer, Save Soil Movement)

Pandangan Akademisi UGM tentang Kesehatan Tanah

Dari sisi akademik, Prof. Benito Heru Purwanto, Dosen Fakultas Pertanian UGM, menegaskan bahwa tanah adalah elemen vital yang sangat rentan terhadap kerusakan. Ia menyoroti pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran publik sebagai langkah awal dalam menjaga keberlanjutan tanah.

“Tanah merupakan elemen vital dalam ekosistem yang sangat rentan terhadap kerusakan dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Edukasi dan peningkatan kesadaran publik harus menjadi prioritas,”
— Prof. Benito Heru Purwanto (Fakultas Pertanian UGM)

Suara Generasi Muda untuk Tanah yang Sehat

Aktivis muda Sahil Jha, yang menjadi figur utama dalam ekspedisi lintas benua ini, mengungkapkan bahwa isu kesehatan tanah harus menjadi perhatian generasi muda di seluruh dunia. Melalui kampanye Save Soil, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tanah sebagai sumber utama kehidupan.

“Tanah yang sehat adalah kunci untuk menghasilkan makanan berkualitas dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Generasi muda perlu menyuarakan isu ini melalui aksi nyata dan media sosial,”
— Sahil Jha (Aktivis Save Soil)

Senada dengan hal tersebut, Raline Shah, yang turut hadir sebagai Duta Save Soil, menekankan bahwa tanah bukan sekadar komponen fisik dari pertanian, melainkan bagian integral dari kehidupan manusia dan keseimbangan alam.

“Tanah bukan sekadar elemen pertanian, melainkan fondasi kehidupan dan kesehatan manusia, serta berperan menunjang ketahanan pangan dan keseimbangan ekosistem,”
— Raline Shah (Duta Save Soil)

Komitmen UGM untuk Konservasi Tanah dan Ketahanan Pangan

Kegiatan kolaboratif ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan pribadi Sahil Jha, tetapi juga mencerminkan komitmen UGM sebagai Centre of Excellence Working Group Food Security dalam memperkuat peran akademisi dan peneliti dalam menghadirkan solusi ilmiah terhadap isu degradasi tanah dan perubahan lingkungan.

Melalui riset, inovasi teknologi, dan advokasi kebijakan, UGM berupaya mengembangkan pendekatan ilmiah dan aplikatif yang dapat memperkuat konservasi tanah, ketahanan pangan, dan keberlanjutan ekosistem.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi lanjutan antara UGM dan Save Soil, yang melibatkan penelitian bersama, advokasi kebijakan lingkungan, serta program edukasi publik di bidang soil security, lingkungan hidup, dan pertanian berkelanjutan.

Dengan langkah nyata ini, UGM terus memperkuat perannya sebagai universitas yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendukung gerakan global untuk menyelamatkan tanah  sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di bumi.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS & Humas UGM

Dokumentasi kegiatan.

Langkah Strategis untuk Masa Depan Bumi

Kajian Selasa, 22 April 2025

Bagaimana kabar bumi hari ini? Pertanyaan sederhana ini menyimpan makna yang dalam. Laporan ilmiah menunjukkan bahwa kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu rata-rata global terus meningkat sejak pertengahan abad ke-20, dan diproyeksikan akan naik antara 1,1 hingga 6,4°C pada rentang waktu 1990 hingga 2100. Kenaikan suhu ini memicu berbagai krisis iklim: gelombang panas ekstrem, mencairnya es di kutub, serta meningkatnya risiko kekeringan dan banjir di berbagai belahan dunia.

Masalah lain yang tak kalah genting adalah krisis sampah plastik. Berdasarkan laporan United Nations Environment Programme (UNEP) tahun 2021, produksi plastik global pada tahun 2017 mencapai 438 juta ton, dan sebagian besar di antaranya berakhir di laut atau tempat pembuangan akhir tanpa dikelola dengan baik. Sementara itu, kondisi hutan dunia juga kian mengkhawatirkan. Global Forest Review (2024) mencatat bahwa pada tahun 2023, dunia kehilangan sekitar 3,7 juta hektar hutan primer tropis, yang menghasilkan emisi karbon dioksida sebesar 2,4 gigaton. Kehilangan hutan ini tidak hanya merusak habitat keanekaragaman hayati, tetapi juga mempercepat laju perubahan iklim.

Kenyataan tersebut menuntut kita untuk tidak hanya sekadar sadar, tetapi juga bertindak. Sejak tahun 1970, setiap 22 April diperingati sebagai Hari Bumi yaitu momen refleksi global untuk mengingatkan manusia agar menjaga planet yang menjadi rumah bagi seluruh makhluk hidup. Namun, kesadaran tanpa tindakan tidak akan membawa perubahan. Kita membutuhkan arah yang jelas: Green Strategy.

Green Strategy atau Strategi Hijau merupakan pendekatan yang mengintegrasikan praktik berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Tujuannya adalah mengurangi dampak lingkungan, mengelola sumber daya secara bertanggung jawab, menekan limbah, meningkatkan efisiensi energi, serta memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Menurut simulasi World Resources Institute (WRI) Indonesia (2024), penerapan ekonomi hijau dapat memberi manfaat besar bagi Indonesia, termasuk pertumbuhan PDB rata-rata 6,3% selama 2025–2045 dan penciptaan 1,7 juta lapangan kerja hijau baru pada tahun 2045—setara dengan 38% tambahan angkatan kerja nasional.

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut memainkan peran penting dalam mewujudkan masa depan hijau. Melalui kurikulum berbasis SDGs, UGM mengintegrasikan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan ke dalam berbagai disiplin ilmu, menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab ekologis di kalangan mahasiswa. Di sisi lain, UGM menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah dan berbagai lembaga untuk memperkuat kolaborasi menuju pembangunan berkelanjutan. Dalam aspek operasional kampus, UGM juga menerapkan transportasi ramah lingkungan dengan menghadirkan bus listrik dan fasilitas sepeda kampus untuk mengurangi emisi karbon. Tak ketinggalan, pembangunan gedung-gedung seperti Smart and Green Learning Center menjadi wujud nyata dari penerapan arsitektur hijau yang efisien energi dan memanfaatkan sumber daya terbarukan.

Bumi sedang berbicara melalui panas yang meningkat, hutan yang menipis, dan laut yang penuh sampah. Kini, pertanyaannya kembali pada kita: sudahkah kamu punya strategi hijau versimu?

Penulis: BMS

Foto: BMS

Sumber:

Ainurrohmah, Silfia, and Sudarti Sudarti. “Analisis Perubahan Iklim Dan Global Warming Yang Terjadi Sebagai Fase Kritis .” Jurnal Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Fisika Terapan 8, no. 1 (2022): 1–10.

Environment, UN. “Drowning in Plastics – Marine Litter and Plastic Waste Vital Graphics.” UNEP. https://www.unep.org/resources/report/drowning-plastics-marine-litter-and-plastic-waste-vital-graphics.

“Forest Pulse: Informasi Terkini Tentang Hutan Dunia .” World Resources Institute Research, April 4, 2024. https://gfr.wri.org/id/latest-analysis-deforestation-trends.

IPCC, “Laporan Khusus IPCC tentang Pemanasan Global 1,5°C, Bab 3: Impacts of 1.5°C of Global Warming on Natural and Human Systems”, https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/ sites/2/2019/06/SR15_Chapter3_Low_Res.pdf,

Suarga, Egi, Talitha Dwitiyasih, Hapsari Damayanti, and Sadiid Arifin. “Meninjau Keadaan Ekonomi Hijau Indonesia: Bagaimana Seharusnya Strategi Kita Melangkah Ke Depan?” WRI Indonesia. https://wri-indonesia.org/id/wawasan/meninjau-keadaan-ekonomi-hijau-indonesia-bagaimana-seharusnya-strategi-kita-melangkah-ke-0.

World Class University Universitas Gadjah Mada. “UGM Terima Kunjungan FISIP Green Society Universitas Riau untuk Benchmarking Konsep Kampus Hijau dan Pengelolaan Sampah.” https://wcu.ugm.ac.id/2025/04/17/ugm-terima-kunjungan-fisip-green-society-universitas-riau-untuk-benchmarking-konsep-kampus-hijau-dan-pengelolaan-sampah

Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM. “Green Campus – Kemitraan UGM.” https://kemitraan.ugm.ac.id/tag/green-campus

Siddiq, Nur Abdillah. “Penerapan Konsep Green Campus di Universitas Gadjah Mada: Studi Kasus Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC).” Center for Design, Sustainable Green Building (CeDSGreeB), 7 Maret 2025. https://cedsgreeb.org/trend/smart_and_green_learning_center/.​cedsgreeb.org

Adaptasi Goes to Campus: Gerakan Penggerak untuk Aksi Iklim Berkeadilan

Kegiatan Kamis, 13 Maret 2025

Generasi muda memegang peran penting sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui edukasi di komunitas, pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi, serta aktivisme dan advokasi kebijakan keberlanjutan, mereka menjadi kekuatan yang mendorong transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan adil.

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Yayasan Penabulu berkomitmen memperkuat peran generasi muda dalam gerakan iklim melalui program yang menjadi bagian dari inisiatif Voices for Just Climate Action (VCA). Program ini berfokus pada pemberdayaan organisasi masyarakat sipil lokal serta kelompok yang selama ini kurang terwakili seperti perempuan, pemuda, dan masyarakat adat agar mampu berkontribusi secara aktif dalam menciptakan solusi iklim yang inovatif dan berkeadilan.





Dalam rangkaian kegiatan ini, digelar sesi talkshow yang menghadirkan praktisi dan akademisi untuk berbagi pengalaman, wawasan, serta praktik terbaik dalam mengimplementasikan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, sesi Focus Group Discussion (FGD) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, tantangan, serta merumuskan potensi solusi yang dapat diterapkan dalam konteks lokal. Hasil dari diskusi ini kemudian dituangkan dalam Deklarasi Ekspresi Mahasiswa, yang berisi komitmen bersama untuk memperjuangkan keadilan iklim dan memastikan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim dilakukan secara inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mahasiswa UGM diharapkan dapat meneruskan semangat ini melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk nyata kontribusi mereka dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam pembangunan masyarakat.

Melalui kolaborasi strategis antara mahasiswa, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim. Dengan semangat, kreativitas, dan komitmen yang tinggi, generasi muda dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong transisi menuju masa depan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dokumentasi selengkapnya.

International Day of Clean Energy

Kajian Minggu, 26 Januari 2025

Hari Energi Bersih Internasional, yang diperingati setiap 26 Januari, bertepatan dengan berdirinya International Renewable Energy Agency (IRENA), menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen dunia dalam mempercepat transisi menuju energi bersih. Peringatan ini bertujuan untuk mendukung transisi energi yang adil dan inklusif, sekaligus meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pemerataan akses terhadap energi bersih.

Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan adanya kesenjangan energi yang signifikan di berbagai belahan dunia. Sekitar 50% penduduk di Asia dan Afrika masih bergantung pada bahan bakar tradisional yang tidak efisien dan berisiko bagi kesehatan. Lebih dari 10% penduduk dunia hidup dengan akses listrik yang terbatas, sementara 80% dari populasi tersebut tinggal di wilayah Sub-Sahara Afrika. Kesenjangan ini tidak hanya menghambat pembangunan ekonomi, tetapi juga memperdalam ketidakadilan sosial dan memperlambat upaya mitigasi perubahan iklim.

Dalam konteks ini, peran akademisi menjadi sangat strategis untuk mempercepat tercapainya energi bersih yang inklusif. Melalui riset dan kajian multidisiplin, para akademisi dapat mengembangkan inovasi teknologi yang relevan untuk pemanfaatan energi terbarukan secara merata. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah menjadi penting untuk menyediakan data berbasis bukti yang dapat mendukung penyusunan kebijakan energi berkeadilan. Di sisi lain, peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, kampanye, dan pengembangan usaha berbasis energi bersih juga perlu diperkuat agar transisi energi benar-benar berdampak luas. Terakhir, pemanfaatan potensi energi lokal, seperti tenaga surya, biomassa, atau mikrohidro, dapat menciptakan sumber energi yang terjangkau, efisien, dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Sebagai institusi yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan aktif dalam mewujudkan inklusivitas energi bersih. Melalui program KKN-PPM, UGM mendorong pemerataan pemanfaatan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas masyarakat di berbagai daerah. Dalam bidang penelitian, UGM mengembangkan berbagai alternatif energi seperti biomassa, genting surya (solar roof tile), dan teknologi efisiensi energi lainnya. Tidak hanya itu, UGM juga menjalin kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional untuk memperkuat riset, inovasi, serta implementasi solusi energi bersih yang berkeadilan.

Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal keadilan dan kemanusiaan. Karena itu, sudah sepatutnya kita meyakini bahwa energi bersih adalah hak semua orang, bukan kemewahan untuk segelintir orang.

Penulis: BMS

Foto: BMS

Sumber:

https://www.unescap.org/sites/default/files/Clean_Energy_Report_20190129.pdf

https://unpartnerships.un.org/events/international-day-clean-energy?form=MG0AV3

https://www.undp.org/blog/six-ways-achieve-sustainable-energy-all

Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Kajian Jumat, 10 Januari 2025

Hari Gerakan Satu Juta Pohon diperingati setiap 10 Januari, bersamaan dengan Hari Lingkungan Hidup Nasional. Gerakan Satu Juta Pohon pertama kali dicanangkan tahun 1993, bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan aksi nyata melestarikan lingkungan, melalui menanam pohon. 

Gerakan Penanaman Pohon di Indonesia telah menjadi simbol nyata komitmen bangsa terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem. Gerakan ini diawali dengan Gerakan Satu Juta Pohon, yang kemudian menjadi inspirasi bagi berbagai inisiatif penghijauan di tahun-tahun berikutnya. Pemerintah secara resmi menetapkan Hari Menanam Pohon Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, sebagai momentum nasional untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam. Selanjutnya, muncul Gerakan One Man One Tree yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor P.20/Menhut-II/2009, diikuti oleh Gerakan Satu Miliar Pohon berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.16/Menhut-II/2012, serta Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Seumur Hidup melalui Instruksi Menteri LHK INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017. Semua gerakan tersebut memiliki satu semangat yang sama: menumbuhkan kembali harapan bagi bumi melalui penghijauan yang berkelanjutan.

Namun, upaya penanaman pohon sering kali menghadapi tantangan dalam keberlanjutan. Banyak pohon yang ditanam tanpa adanya perawatan lanjutan, sehingga pertumbuhannya tidak optimal dan manfaat ekologisnya tidak tercapai. Peran masyarakat lokal pun kerap terabaikan, padahal keterlibatan mereka sangat penting dalam pemeliharaan jangka panjang serta dalam memastikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, ketidaksesuaian antara spesies pohon dan kondisi lokasi penanaman dapat menimbulkan dampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem setempat.

Untuk mewujudkan penanaman pohon yang berkelanjutan, dibutuhkan strategi yang komprehensif. Pertama, penting untuk memilih tanaman lokal yang sesuai dengan karakteristik lahan dan iklim setempat, agar pohon dapat tumbuh dengan baik dan mendukung ekosistem alami. Kedua, prioritaskan penanaman di area yang secara historis merupakan hutan atau wilayah yang sebelumnya ditumbuhi pepohonan, guna memulihkan fungsi ekologis kawasan tersebut. Ketiga, libatkan masyarakat secara aktif dengan memberikan edukasi tentang pentingnya pelestarian dan pemeliharaan tanaman. Terakhir, pastikan adanya rencana pemeliharaan berkelanjutan, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga perlindungan dari hama dan penyakit.

Pada akhirnya, menanam pohon bukan sekadar tentang jumlah bibit yang ditanam, melainkan tentang komitmen untuk merawat dan menjaga kehidupan yang tumbuh dari setiap batang pohon itu sendiri. Karena di setiap pohon yang kita tanam, tersimpan harapan akan udara yang lebih bersih, ekosistem yang lebih sehat, dan masa depan yang lebih hijau bagi generasi mendatang.

Penulis: BMS

Foto: BMS

Sumber:

https://setneg.go.id/baca/index/presiden_canangkan_one_man_one_tree

https://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/901

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/gcb.15498?msockid=29734ee9b4b368b2342e4102b5e56992

https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/3604/merawat-pohon-melestarikan-hutan?lang=1

https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/gerakan-satu-juta-pohon-deforestasi-dan-potret-hutan-di-indonesia

123

Recent Posts

  • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
  • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
  • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
  • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
  • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY