YOGYAKARTA — Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) Working Group Water Security UGM bersama Laboratorium Penginderaan Jauh Fakultas Geografi UGM terus memperkuat peran dan riset penginderaan jauh terapan melalui serangkaian kegiatan akademis dan kolaborasi strategis. Pada Jumat (10/7/2026), digelar kuliah umum bertajuk “Understanding Disasters Through SAR Satellite Imagery” dengan menghadirkan Junse Oh, B.S., M.S., peneliti dari Stellarvision Inc., Korea Selatan.
Dalam kuliah umum tersebut, dibahas secara mendalam potensi pemanfaatan citra Synthetic Aperture Radar (SAR) dalam pengkajian bencana, mulai dari pemantauan kondisi pra-bencana, saat kejadian, hingga pascabencana. Selain itu, dipaparkan pula pengembangan teknologi SAR terkini seperti Interferometric SAR (InSAR), Polarimetric SAR (PolSAR), serta metode dekomposisi untuk analisis geospasial.
Sebagai wujud tindak lanjut dan implementasi nyata dari teknologi penginderaan jauh terapan, pada Senin (13/7/2026) dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Proof of Concept (PoC) antara pihak UGM dan Stellarvision Inc.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan teknologi FluidVision—sebuah solusi deteksi kebocoran air bawah tanah berbasis satelit radar (SAR)—melalui eksperimen kebocoran terkendali yang dilaksanakan di lokasi uji coba Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Sleman, Yogyakarta.
Melalui kolaborasi antara akademisi, penyedia teknologi, dan praktisi lapangan ini, PUAPT UGM dan para mitra berkomitmen mendukung langkah Indonesia menuju era Smart Water Management guna meningkatkan efisiensi serta keandalan pengelolaan sumber daya air.






Dokumentasi: Biro Manajemen Strategis & Humas Fakultas Geografi