• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • SDG 17: KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN
  • SDG 17: KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN
  • hal. 2
Arsip:

SDG 17: KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN

BMS Mendukung Kegiatan Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group

Kegiatan Kamis, 12 Februari 2026

12 Februari 2026 - Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menjadi bagian dari penguatan agenda strategis Universitas Gadjah Mada dalam memperluas kontribusi akademik pada isu global. Diselenggarakan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga sarana konsolidasi arah kebijakan riset universitas di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, dan diplomasi sains. Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi riset tropik–polar sebagai prioritas institusional yang terintegrasi dalam agenda strategis universitas dan penguatan diplomasi sains Indonesia.

Peran Biro Manajemen Strategis tercermin dalam penguatan koordinasi lintas unit, penyelarasan agenda kelembagaan, serta integrasi program ke dalam peta jalan strategis universitas. Pendekatan ini memastikan bahwa inisiatif riset terhubung langsung dengan target pengembangan pusat keunggulan bertaraf internasional, bukan sekadar kegiatan akademik insidental. Melalui proses tersebut, kapasitas tata kelola strategis universitas ikut diperkuat, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antara akademisi, diplomat, dan pembuat kebijakan yang relevan dengan misi global universitas.

Peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menandai langkah konkret dalam pengembangan klaster riset unggulan yang dikelola melalui kerangka strategis jangka panjang. Inisiatif ini memperkaya portofolio pengembangan riset universitas, mendorong keberlanjutan program, serta meningkatkan visibilitas akademik di tingkat internasional. Secara institusional, kegiatan ini menjadi fondasi untuk membangun model pengelolaan pusat kajian yang adaptif terhadap isu global, memperkuat reputasi universitas, dan membuka peluang kemitraan strategis yang berkelanjutan di masa depan.

Berita selengkapnya.

Highlight Kegiatan

Dari Khatulistiwa Hingga Arktik dan Antartika, Sistem Bumi Saling Terhubung 🌏❄️

Kajian Rabu, 11 Februari 2026

Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia (1–7 Februari 2026)

Kajian Selasa, 3 Februari 2026

Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia (1–7 Februari 2026) menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kehidupan yang inklusif dan toleran. Menjadikan keragaman sebagai dasar relasi sosial yang sehat merupakan langkah penting dalam membangun lingkungan yang damai, adil, dan berkelanjutan. Biro Manajemen Strategis UGM

Malam Apresiasi dan Inspirasi: Irama untuk Bangsa

Kegiatan Senin, 17 November 2025

Yogyakarta, 13 November 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan acara “Malam Apresiasi dan Inspirasi: Irama untuk Bangsa,” sebuah perhelatan besar yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada mitra-mitra yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung nilai inklusivitas dan akses pendidikan bagi mahasiswa UGM.

Acara ini didukung oleh berbagai unit di UGM, termasuk Biro Manajemen Strategis, Direktorat Keuangan, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Kantor Alumni, serta Unit Kegiatan Mahasiswa. Malam ini menjadi simbol komitmen UGM dalam memastikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa saja, tanpa terkecuali.

Malam Apresiasi dan Inspirasi bukan hanya sekadar ajang penghargaan, tetapi juga momentum untuk mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam mendukung kelangsungan studi mahasiswa. UGM berharap semakin banyak mitra yang terlibat dalam memperluas kesempatan belajar, khususnya bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

Salah satu acara utama malam itu adalah talk show inspiratif yang menghadirkan sosok-sosok inspiratif, seperti Onny Hendro Adhiaksono, seorang pengusaha dan alumni UGM, serta Nur Agis Aulia, Wakil Walikota Serang yang juga merupakan penerima beasiswa Tanoto dan alumni UGM. Mereka berbagi pengalaman tentang pentingnya pendidikan dan peran beasiswa dalam membuka akses lebih luas bagi para calon pemimpin masa depan.

Prof. Ova Emilia, Ph.D., Rektor UGM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi. “Kami berharap semangat untuk berbagi, mendukung, dan menginspirasi ini dapat terus tumbuh dan menyebar ke lebih banyak pihak,” ujarnya.

Dr. Arie Sujito, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, juga mengingatkan pentingnya kerjasama untuk mengatasi tantangan pendidikan yang ada.

“Memberi bukanlah pengeluaran, melainkan investasi. Jika banyak mahasiswa yang terbantu dengan beasiswa dan mereka bisa memberikan manfaat, maka akan semakin banyak orang yang merasakan dampaknya,” ujar Onny Hendro Adhiaksono, seorang pengusaha dan pemberi beasiswa di UGM.

Sebagai penerima beasiswa, Nur Agis Aulia juga berbagi pengalamannya: “Saya merasa perlu untuk membantu lebih banyak orang. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan potensi daerah dan memfasilitasi akses beasiswa bagi generasi mendatang.”

UGM terus berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem yang memungkinkan lebih banyak pihak terlibat dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi semua mahasiswa.

Dokumentasi kegiatan.

Refleksi Sumpah Pemuda: Dulu untuk Kemerdekaan, Kini untuk Keberlanjutan

Kajian Selasa, 28 Oktober 2025

Pada 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda menjadi momen penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pemuda dari berbagai daerah menyatukan komitmen, semangat, dan langkah nyata untuk memperjuangkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa yang kemudian menjadi dasar lahirnya gerakan kemerdekaan. Momen Sumpah Pemuda membuktikan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan besar. Kini, peran yang sama dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman seperti krisis iklim, permasalahan lingkungan, hingga ketimpangan sosial. Dengan semangat yang sama, pemuda dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Dalam menghadapi tantangan global tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen menciptakan ruang bagi pemuda untuk tumbuh dan berkontribusi. Komitmen ini diwujudkan melalui tujuan strategis sebagaimana tertuang dalam Renstra UGM 2022–2027. Melalui pendidikan transdisiplin dan inklusif, UGM mendorong pendidikan untuk semua dan pembelajaran lintas disiplin agar mahasiswa dapat mengembangkan talenta, soft skill, dan inovasi. Dalam bidang pengabdian masyarakat berkelanjutan, UGM mengedepankan pendekatan keilmuan dan teknologi tepat guna sebagai ruang kontribusi nyata bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Selain itu, UGM juga berupaya menciptakan atmosfer kampus yang sehat dan berkelanjutan, menjadikan kampus sebagai ruang tumbuh yang mendukung perilaku sehat, ramah lingkungan, serta berbasis teknologi digital untuk memperkuat akuntabilitas sosial dan kolaborasi inovatif mahasiswa.

Sebagai bagian dari upaya membentuk mahasiswa yang sadar akan tantangan global dan lokal, UGM juga menyelenggarakan berbagai program edukasi yang berfokus pada isu-isu strategis seperti keberlanjutan lingkungan, perubahan iklim, dan kesehatan ekosistem. Melalui Save Soil Movement, UGM menghadirkan forum diskusi yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya kesehatan tanah sebagai fondasi keberlanjutan lingkungan serta mendorong peran aktif mereka dalam menjaga ekosistem bumi. Sementara itu, Gerakan Penggerak untuk Aksi Iklim Berkeadilan menjadi wadah edukatif yang mengajak generasi muda memahami isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap masyarakat lokal, sekaligus memperkuat peran mereka dalam advokasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Semangat pemuda juga tercermin melalui program KKN-PPM UGM yang membawa mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, mengenali persoalan yang ada, dan menghadirkan solusi nyata. Mahasiswa sebagai representasi pemuda dan ilmu pengetahuan hadir membawa gagasan, inovasi, dan semangat kolaborasi untuk mendorong perubahan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi lokal. KKN menjadi ruang belajar sekaligus wadah kontribusi nyata bagi pendidikan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat secara langsung.

Dengan semangat yang diwariskan dari Sumpah Pemuda, UGM terus berkomitmen mencetak generasi muda yang berintegritas, berdaya saing global, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dari kampus hingga pelosok negeri, pemuda Indonesia siap melanjutkan perjuangan dengan cara baru yaitu mengabdi, berinovasi, dan menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik.

Penulis: BMS
Foto: BMS

UGM and BOKU Collaborative Workshop on Teaching, Community Service, and SDGs

Kegiatansdgs Sabtu, 25 Oktober 2025

UGM dan BOKU Gelar Workshop Kolaboratif tentang Pengajaran, Pengabdian Masyarakat, dan SDGs

20 – 24 Oktober 2025

Dalam rangka program Erasmus+ Staff Mobility Training, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna (BOKU) menyelenggarakan workshop kolaboratif selama empat hari yang berfokus pada pengembangan kerja sama strategis di bidang pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini menghadirkan Andreas Bauer, M.Sc, sebagai bagian dari upaya memperkuat pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik antar kedua institusi.

Hari Pertama – 20 Oktober 2025

Workshop hari pertama dibagi ke dalam dua sesi utama, yakni Teaching Philosophy dan Pengabdian Masyarakat.
Pada sesi Teaching Philosophy, peserta membahas pentingnya pemahaman pengajar terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam proses pembelajaran, serta bagaimana membentuk pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa. Sesi ini juga diisi dengan refleksi bersama mengenai nilai-nilai yang mencerminkan sosok pengajar yang baik.

Sementara pada sesi Pengabdian Masyarakat, UGM dan BOKU saling berbagi praktik terbaik dari masing-masing institusi. Di UGM, kegiatan pengabdian masyarakat banyak melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bersifat wajib, sedangkan di BOKU pengabdian lebih banyak diintegrasikan dalam kegiatan riset dan proyek komunitas yang berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan.

Hari Kedua – 21 Oktober 2025

Hari kedua workshop membahas implementasi SDGs di UGM dan BOKU serta tantangan yang dihadapi masing-masing institusi. Diskusi berfokus pada identifikasi peluang kolaborasi untuk memperkuat kontribusi kedua universitas terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk upaya mengintegrasikan SDGs ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hari Ketiga dan Keempat – 23 & 24 Oktober 2025

Pada dua hari terakhir, kegiatan difokuskan pada penyusunan proposal kerja sama antara UGM dan BOKU. Proses ini diawali dengan identifikasi topik-topik relevan berdasarkan keahlian dan bidang prioritas masing-masing institusi, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai struktur proposal dan penyusunan timeline kegiatan untuk tindak lanjut ke depan.

Langkah Kolaborasi untuk Mendukung Program UGM dan PUAPT

Sebagai hasil dari kegiatan ini, disepakati beberapa langkah kolaborasi strategis untuk mendukung program UGM dan Pusat Unggulan Akademik dan Pengabdian Terpadu (PUAPT), antara lain:

  1. Kolaborasi bersama BOKU dan universitas di Afrika dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta implementasi berbagai topik keberlanjutan.

  2. Program Lecture and Staff Mobility untuk memfasilitasi pertukaran akademisi antara UGM dan BOKU dalam rangka pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.

  3. Penjajakan peluang pendanaan melalui proposal bersama, dengan fokus pada isu-isu keberlanjutan dan tema-tema strategis yang menjadi prioritas PUAPT dan UGM.

Kolaborasi antara UGM dan BOKU diharapkan tidak berhenti pada pertemuan ini, melainkan terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang memperkuat peran kedua universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan komitmen bersama terhadap nilai-nilai keberlanjutan, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong implementasi SDGs secara lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat global.

Penulis : BMS

Foto : BMS

UGM & IOJI Resmi Jalin Kolaborasi untuk Perlindungan Laut dan Lingkungan

Kegiatansdgs Senin, 22 September 2025

Jakarta, 19 September 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dalam upaya memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi serta mendorong perlindungan lingkungan hidup dan ekosistem laut Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua institusi dilaksanakan di Jakarta pada 19 September 2025. Acara ini menandai langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi dan lembaga kebijakan publik dalam menghadapi tantangan lingkungan global, khususnya di era Antroposen.

Acara penandatanganan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pendiri IOJI, termasuk CEO IOJI Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., serta Dr. Hasan Wirajuda, Co-founder IOJI sekaligus Menteri Luar Negeri RI periode 2001–2009. Hadir pula para co-founder IOJI lainnya: Laode M. Syarif, Ph.D.; Andreas Aditya Salim, S.H., LL.M.; Stephanie Juwana, S.H., LL.M.; Aldilla Stephanie, S.H., LL.M.; dan Januar Dwi Putra, S.H., LL.M.

Dari pihak Universitas Gadjah Mada, kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, Ph.D., Dekan Fakultas Hukum, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., serta Kepala Biro Manajemen Strategis, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dan CEO IOJI, Dr. Mas Achmad Santosa, sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi riset, pertukaran akademik, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti untuk perlindungan ekosistem laut dan lingkungan hidup.

Sebagai tindak lanjut konkret dari MoU tersebut, kedua institusi juga menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama (PKS).

  • PKS pertama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Hukum UGM, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., dan CEO IOJI, Dr. Mas Achmad Santosa, dengan fokus pada pengembangan konsep hukum di era Antroposen melalui pendekatan inovatif “Law in the Anthropocene”. Pendekatan ini menekankan pentingnya hukum dalam merespons perubahan sosial dan ekologis akibat aktivitas manusia yang masif terhadap bumi.

  • PKS kedua ditandatangani oleh Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, Dr. Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., bersama CEO IOJI, yang berfokus pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi untuk mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, UGM dan IOJI berkomitmen untuk memperkuat kapasitas akademik, penelitian, dan kebijakan nasional dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup di era modern. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang strategis bagi perluasan jejaring internasional, sekaligus meningkatkan akses terhadap berbagai skema pendanaan global yang berfokus pada isu lingkungan, perubahan iklim, serta tata kelola laut yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sinergi antara UGM dan IOJI menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor antara dunia akademik, pembuat kebijakan, dan masyarakat sipil memegang peranan penting dalam menjaga masa depan bumi dan memastikan keadilan ekologis bagi generasi mendatang.

Penulis: BMS UGM

Foto: UGM Jakarta & IOJI

Dokumentasi kegiatan.

UGM Supports Save Soil Movement: Sahil Jha Cycling Across 4 Continents

Kegiatansdgs Sabtu, 14 Juni 2025

Yogyakarta, 13 Juni 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan konservasi tanah dengan berkolaborasi bersama gerakan internasional Save Soil. Dukungan ini diwujudkan melalui kegiatan “Save Soil Movement: Sahil Jha Cycling Across 4 Continents”, sebuah ekspedisi sepeda lintas negara yang diinisiasi oleh Sahil Jha, aktivis muda yang mengampanyekan kesadaran global tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keberlanjutan tanah.

Kegiatan ini diawali dengan penyambutan resmi terhadap Sahil Jha di UGM, sebagai simbol penghormatan dan apresiasi atas dedikasi dan perjuangannya dalam mengedukasi publik tentang isu konservasi tanah. Setelah sesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan para pakar dari UGM dan perwakilan dari Save Soil Movement.

Tanah: Fondasi Kehidupan dan Kunci Keberlanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., selaku Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, menegaskan bahwa tanah merupakan elemen dasar kehidupan yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

“Tanah adalah sumber kehidupan, fondasi sistem pangan, air, dan hutan. Tanah memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyimpan karbon dan mengatur emisi gas rumah kaca,”
— Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D. (Kepala Biro Manajemen Strategis UGM)

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Praveena Shridar, Chief Science & Technology Officer Save Soil Movement, yang menekankan pentingnya peran universitas dan negara agraris seperti Indonesia dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan untuk menahan laju degradasi tanah.

“Universitas dan negara agraris seperti Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan guna menahan laju degradasi tanah,”
— Praveena Shridar (Chief Science & Technology Officer, Save Soil Movement)

Pandangan Akademisi UGM tentang Kesehatan Tanah

Dari sisi akademik, Prof. Benito Heru Purwanto, Dosen Fakultas Pertanian UGM, menegaskan bahwa tanah adalah elemen vital yang sangat rentan terhadap kerusakan. Ia menyoroti pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran publik sebagai langkah awal dalam menjaga keberlanjutan tanah.

“Tanah merupakan elemen vital dalam ekosistem yang sangat rentan terhadap kerusakan dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Edukasi dan peningkatan kesadaran publik harus menjadi prioritas,”
— Prof. Benito Heru Purwanto (Fakultas Pertanian UGM)

Suara Generasi Muda untuk Tanah yang Sehat

Aktivis muda Sahil Jha, yang menjadi figur utama dalam ekspedisi lintas benua ini, mengungkapkan bahwa isu kesehatan tanah harus menjadi perhatian generasi muda di seluruh dunia. Melalui kampanye Save Soil, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tanah sebagai sumber utama kehidupan.

“Tanah yang sehat adalah kunci untuk menghasilkan makanan berkualitas dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Generasi muda perlu menyuarakan isu ini melalui aksi nyata dan media sosial,”
— Sahil Jha (Aktivis Save Soil)

Senada dengan hal tersebut, Raline Shah, yang turut hadir sebagai Duta Save Soil, menekankan bahwa tanah bukan sekadar komponen fisik dari pertanian, melainkan bagian integral dari kehidupan manusia dan keseimbangan alam.

“Tanah bukan sekadar elemen pertanian, melainkan fondasi kehidupan dan kesehatan manusia, serta berperan menunjang ketahanan pangan dan keseimbangan ekosistem,”
— Raline Shah (Duta Save Soil)

Komitmen UGM untuk Konservasi Tanah dan Ketahanan Pangan

Kegiatan kolaboratif ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan pribadi Sahil Jha, tetapi juga mencerminkan komitmen UGM sebagai Centre of Excellence Working Group Food Security dalam memperkuat peran akademisi dan peneliti dalam menghadirkan solusi ilmiah terhadap isu degradasi tanah dan perubahan lingkungan.

Melalui riset, inovasi teknologi, dan advokasi kebijakan, UGM berupaya mengembangkan pendekatan ilmiah dan aplikatif yang dapat memperkuat konservasi tanah, ketahanan pangan, dan keberlanjutan ekosistem.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi lanjutan antara UGM dan Save Soil, yang melibatkan penelitian bersama, advokasi kebijakan lingkungan, serta program edukasi publik di bidang soil security, lingkungan hidup, dan pertanian berkelanjutan.

Dengan langkah nyata ini, UGM terus memperkuat perannya sebagai universitas yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendukung gerakan global untuk menyelamatkan tanah  sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di bumi.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS & Humas UGM

Dokumentasi kegiatan.

Mengenal Strategic Sparring Session

Kajian Kamis, 15 Mei 2025

Strategic Sparring Session adalah sebuah metode diskusi yang menekankan partisipasi aktif dari seluruh anggota untuk mengumpulkan data, menguji asumsi, dan mencapai konsensus strategis yang matang. Tidak seperti rapat pada umumnya yang cenderung berfokus pada penyampaian informasi satu arah, strategic sparring session menuntut setiap peserta untuk terlibat secara aktif dalam dialog dua arah, berbagi pandangan yang didukung oleh data, serta berperan dalam memperkuat arah strategi bersama.

Perbedaannya dengan rapat biasa cukup jelas. Jika rapat atau diskusi umumnya bertujuan untuk berbagi informasi dan membuat kesepakatan umum dengan partisipasi yang sering kali terbatas oleh hierarki, maka strategic sparring session berorientasi pada pembangunan konsensus strategis melalui diskusi berbasis data dan keterlibatan aktif semua anggota. Hasil dari sesi ini bukan sekadar kesimpulan, melainkan arah strategi yang lebih kuat dan teruji.





Metode ini penting karena dapat menghasilkan keputusan yang lebih matang, terutama dalam menentukan langkah strategis untuk masa depan. Dengan menyiapkan data, menguji asumsi, dan membuka ruang diskusi yang setara, sesi ini membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih rasional dan terarah. Selain itu, strategic sparring session mendorong diskusi yang inklusif, di mana setiap peserta tidak hanya hadir, tetapi juga berkontribusi aktif dengan pandangan berbasis data. Pendekatan ini juga membantu mengatasi bias dan groupthink, melalui teknik seperti walk the line yang dirancang untuk menumbuhkan keterbukaan dan keberanian dalam berpendapat.

Agar berjalan efektif, terdapat beberapa prinsip utama yang perlu diterapkan. Pertama, diskusi harus diarahkan secara inklusif, menghindari pola presentasi satu arah. Kedua, setiap argumen harus berbasis data terbaru, meski data tersebut belum sepenuhnya sempurna. Ketiga, fokus diskusi diarahkan pada asumsi, bukan opini pribadi, agar pembahasan tetap objektif. Keempat, keterbukaan menjadi kunci utama, sehingga anggota dapat mendalami isu dengan perspektif yang lebih luas dan mendalam.

Dengan mengedepankan partisipasi aktif, keterbukaan, dan analisis berbasis data, strategic sparring session membantu organisasi menghasilkan strategi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dari Tamansiswa ke Gadjah Mada: Pendidikan Berintegritas bagi Seluruh Calon Pemimpin Bangsa

Kajian Jumat, 2 Mei 2025

Hari Pendidikan yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, menjadi pengingat kita terhadap semangat kebangkitan pendidikan yang diprakarsai oleh Ki Hadjar Dewantara dengan menggerakkan pendirian perguruan Taman Siswa di Yogyakarta. Gerakan tersebut memperjuangkan hak belajar bagi setiap anak bangsa, tanpa memandang status sosial dan latar belakang. Hingga hari ini, semangat itu masih terus kita rayakan, kita rawat, dan kita hidupkan.

Pendidikan memegang peranan penting dalam membangun peradaban dan kemajuan bangsa. Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia (SDM) dapat ditingkatkan, membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan untuk berkontribusi pada pembangunan nasional. Pendidikan juga menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, karena membuka peluang bagi setiap individu untuk meningkatkan taraf hidup dan meraih masa depan yang lebih baik. Lebih dari itu, pendidikan mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan, melahirkan pemimpin dan pemikir yang mampu menghadapi tantangan global secara kreatif dan bertanggung jawab.

Namun, sistem pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah ketimpangan akses pendidikan antarwilayah. Data menunjukkan bahwa Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di DKI Jakarta mencapai 11,49 tahun, sedangkan di Papua Pegunungan hanya 5,1 tahun, menggambarkan kesenjangan yang signifikan. Selain itu, angka putus sekolah masih tinggi, dengan tingkat penyelesaian jenjang SMA hanya sekitar 67,07%. Akses ke pendidikan tinggi pun masih rendah, ditandai dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi sebesar 31,45%, di bawah target Renstra 2020–2024 yaitu 37,63%.





Dalam menghadapi tantangan tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk memperkuat sistem pendidikan nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan kurikulum yang relevan agar lulusan tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, pendidikan karakter dan kepemimpinan perlu diintegrasikan dalam proses belajar agar mahasiswa tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan tangguh menghadapi tantangan global. Perguruan tinggi juga perlu memperluas akses pendidikan melalui beasiswa, pembelajaran daring, serta pemanfaatan teknologi digital, sehingga mahasiswa dari berbagai daerah dapat memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.

Sebagai universitas kerakyatan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab tantangan pendidikan di Indonesia. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari penyediaan beragam beasiswa seperti KIP Kuliah dan beasiswa mitra industri, hingga program peminjaman laptop bagi mahasiswa yang membutuhkan. UGM juga menyediakan akun email universitas dengan akses ke berbagai software pembelajaran dan jurnal internasional, serta perpustakaan pusat modern yang menjadi ruang belajar nyaman dan kaya sumber pengetahuan.

Selain itu, UGM memiliki Pusat Layanan Difabel sebagai ruang aman dan inklusif bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, serta program KKN-PPM yang membumikan ilmu pengetahuan ke berbagai pelosok negeri, memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat. Komitmen terhadap integritas akademik juga ditegakkan melalui sistem anti-plagiarisme dan penerapan kode etik disipliner yang ketat.

Dalam Rencana Strategis UGM, universitas menegaskan langkah-langkah strategis di bidang pendidikan, seperti memperkuat pendidikan transdisiplin yang mendorong kewirausahaan sosial, kemandirian, dan ketangguhan mahasiswa; mengembangkan kurikulum yang komprehensif dan aplikatif; serta memperkuat ekosistem inovasi berbasis kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kebermanfaatan. UGM juga berkomitmen untuk meningkatkan jejaring kerja sama mitra Tridharma, mengakomodasi keberagaman dalam sistem penerimaan mahasiswa, meningkatkan proporsi mahasiswa pascasarjana, serta memperbanyak publikasi ilmiah mahasiswa doktoral.





Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menegaskan bahwa “Pendidikan sebagai pilar pembangunan tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan, namun juga harus mampu membentuk karakter kepribadian manusia.” Pandangan ini mencerminkan semangat UGM dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama bagi pembangunan manusia Indonesia yang unggul, beretika, dan berdaya saing global.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

123

Recent Posts

  • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
  • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
  • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
  • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
  • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY