BMS Mendukung Kegiatan Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group
Kegiatan Kamis, 12 Februari 2026
12 Februari 2026 - Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menjadi bagian dari penguatan agenda strategis Universitas Gadjah Mada dalam memperluas kontribusi akademik pada isu global. Diselenggarakan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga sarana konsolidasi arah kebijakan riset universitas di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, dan diplomasi sains. Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi riset tropik–polar sebagai prioritas institusional yang terintegrasi dalam agenda strategis universitas dan penguatan diplomasi sains Indonesia.
Peran Biro Manajemen Strategis tercermin dalam penguatan koordinasi lintas unit, penyelarasan agenda kelembagaan, serta integrasi program ke dalam peta jalan strategis universitas. Pendekatan ini memastikan bahwa inisiatif riset terhubung langsung dengan target pengembangan pusat keunggulan bertaraf internasional, bukan sekadar kegiatan akademik insidental. Melalui proses tersebut, kapasitas tata kelola strategis universitas ikut diperkuat, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antara akademisi, diplomat, dan pembuat kebijakan yang relevan dengan misi global universitas.
Peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menandai langkah konkret dalam pengembangan klaster riset unggulan yang dikelola melalui kerangka strategis jangka panjang. Inisiatif ini memperkaya portofolio pengembangan riset universitas, mendorong keberlanjutan program, serta meningkatkan visibilitas akademik di tingkat internasional. Secara institusional, kegiatan ini menjadi fondasi untuk membangun model pengelolaan pusat kajian yang adaptif terhadap isu global, memperkuat reputasi universitas, dan membuka peluang kemitraan strategis yang berkelanjutan di masa depan.
Berita selengkapnya.
Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia (1–7 Februari 2026) menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kehidupan yang inklusif dan toleran.
Menjadikan keragaman sebagai dasar relasi sosial yang sehat merupakan langkah penting dalam membangun lingkungan yang damai, adil, dan berkelanjutan.
Biro Manajemen Strategis
UGM





