• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • SDG 12: KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNGJAWAB
  • SDG 12: KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNGJAWAB
Arsip:

SDG 12: KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNGJAWAB

Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional

Kajiansdgs Sabtu, 21 Februari 2026

Setiap tanggal 21 Februari, Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi atas tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, pada tahun 2005, yang menelan banyak korban jiwa dan menjadi pengingat pahit bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada bencana kemanusiaan.

Sampah kerap dipandang sebagai persoalan sepele, padahal dampaknya sangat luas. Penumpukan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air, memicu gangguan kesehatan, meningkatkan emisi gas rumah kaca, serta memperbesar risiko bencana lingkungan. Oleh karena itu, sampah bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial dan kesehatan masyarakat.

Kesadaran inilah yang mendasari pentingnya perubahan paradigma: dari “membuang sampah” menjadi “mengelola sampah”. Perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari individu, komunitas, hingga institusi.

Komitmen UGM dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. UGM menerapkan aturan pemilahan sampah yang ketat, di mana setiap sampah yang masuk ke lingkungan kampus harus dipilah sesuai jenisnya. Sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut, sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab bersama. Untuk mendukung kebijakan ini, kampus juga menyediakan infrastruktur pemilahan sampah yang memadai.

Selain itu, UGM mengembangkan pengelolaan sampah terintegrasi secara mandiri melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT). Sampah organik yang telah terpilah diolah menjadi pupuk kompos dan dimanfaatkan kembali untuk tanaman di lingkungan kampus. Sementara itu, sampah nonorganik dikelola bersama mitra pihak ketiga dan diolah menjadi bahan bangunan, sehingga memiliki nilai guna baru dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Edukasi sebagai Kunci Perubahan

Pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku. Oleh karena itu, UGM secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan promosi kesadaran, seperti penyuluhan, workshop, dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa dan tenaga kependidikan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif komunitas akademik sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

 

Jawab Tantangan Ketersediaan Air, UGM Hadirkan Embung Watu Macan di Blora Jawa Tengah

Kegiatansdgs Jumat, 26 September 2025

Pada 25 September 2025, Universitas Gadjah Mada bersama Pertamina Foundation meresmikan Embung Watu Macan di Desa Megeri, Kradenan, Blora, Jawa Tengah. Embung Watu Macan merupakan hasil kolaborasi antara UGM dan Pertamina Foundation untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa di lahan kritis. Selain sebagai infrastruktur air, embung ini juga menjadi wahana bagi UGM dalam menjalankan fungsi riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.; Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.; Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H.; Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari; dan Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana. Dari Universitas Gadjah Mada, turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi; Dekan Fakultas Kehutanan; Direktur Pengabdian kepada Masyarakat; serta Direktur KHDTK.

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan penyerahan buku berjudul Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Berkelanjutan: Pengalaman dan Refleksi Bekerja Bersama Masyarakat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Blora–Ngawi dari UGM kepada Pertamina. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan program.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Blora dan Komisaris Utama Pertamina, beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM yang memberikan paraf mewakili Rektor UGM sebagai bentuk representasi institusional.

UGM berkomitmen mendampingi keberlanjutan fungsi embung, baik teknis maupun sosial, sebagai dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Embung diharapkan memberi manfaat nyata bagi ketersediaan air, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, baik untuk masa kini maupun masa depan.

Dokumentasi kegiatan.

 

Hari Tani Nasional: Dari Lahan Pertanian ke Ketahanan Pangan

Kajian Rabu, 24 September 2025

Diperingati setiap 24 September sejak tahun 1960, Hari Tani Nasional bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA)  tonggak sejarah dalam perjuangan mewujudkan keadilan agraria di Indonesia.
Momentum ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan tanah yang adil dan berkelanjutan, serta menegaskan peran sentral petani dan sektor pertanian dalam menopang ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa.

Permasalahan Aktual Sektor Pertanian

Meskipun menjadi tulang punggung kehidupan dan ekonomi nasional, sektor pertanian Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan serius:

Kesejahteraan Petani yang Rendah

Pendapatan petani masih belum sebanding dengan kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

Alih Fungsi Lahan

Lahan pertanian produktif terus menyusut akibat konversi menjadi kawasan industri, permukiman, dan infrastruktur.

Perubahan Iklim

Cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan menyebabkan penurunan produktivitas serta risiko gagal panen.

Krisis Regenerasi Petani

Semakin sedikit generasi muda yang tertarik bekerja di sektor pertanian, sehingga regenerasi petani menjadi tantangan besar ke depan.

Jika tidak segera diatasi, masalah-masalah ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional sekaligus melemahkan kemandirian pangan Indonesia.

Pertanian dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Isu pertanian nasional memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs).
Penguatan sektor pertanian berarti mempercepat tercapainya tujuan global berikut:

  • SDG 1 – Tanpa Kemiskinan: meningkatkan kesejahteraan petani.

  • SDG 2 – Tanpa Kelaparan: menjamin ketersediaan dan akses pangan bagi semua.

  • SDG 12 – Produksi & Konsumsi Berkelanjutan: membangun sistem pangan yang adil dan efisien.

  • SDG 13 – Aksi Iklim: memperkuat adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim.

  • SDG 15 – Ekosistem Daratan: menjaga kelestarian tanah dan lahan pertanian.

Keterkaitan ini menegaskan bahwa memperkuat pertanian nasional sejalan dengan upaya mencapai pembangunan berkelanjutan menjadikan sektor ini kunci bagi masa depan yang tangguh, adil, dan lestari.

Kontribusi Nyata Universitas Gadjah Mada

Sebagai universitas kerakyatan, Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen mendukung transformasi pertanian Indonesia melalui riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat.

  • Pengembangan Varietas Padi Gamagora

Riset unggulan UGM menghasilkan varietas padi Gamagora, yang tahan penyakit, adaptif terhadap perubahan iklim, hemat air dan pupuk, cepat panen, serta berproduksi tinggi.
Varietas ini menjadi simbol inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

  • Smart Agri Plant Factory

Inovasi Plant Factory UGM mengintegrasikan teknologi hidroponik, otomatisasi, dan kecerdasan buatan untuk menciptakan sistem produksi pangan yang efisien, ramah lingkungan, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

  •  Diseminasi Pengetahuan dan Literasi

UGM secara aktif mendampingi petani melalui pelatihan, penyuluhan iklim, serta penerapan teknologi pertanian sederhana.
Langkah ini memperkuat kapasitas adaptasi dan ketahanan usaha tani di berbagai daerah.

  •  Penguatan Kelembagaan dan Kolaborasi

UGM memperkuat kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) dengan peningkatan kapasitas organisasi, perluasan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan, serta penerapan hasil riset langsung di masyarakat desa untuk mewujudkan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: BMS UGM

Gambar: BMS UGM

Source:

https://tp.ugm.ac.id/id/rilis-berita/2024/6552-pertanian-masa-depan-teknik-pertanian-ugm-luncurkan-smart-agri-plant-factory-inovasi-pertanian-modern-berkelanjutan.html https://ugm.ac.id/id/berita/ftp-ugm-beri-pendampingan-kelompok-wanita-tani-karanganyar/

International Day of Clean Energy

Kajian Minggu, 26 Januari 2025

Hari Energi Bersih Internasional, yang diperingati setiap 26 Januari, bertepatan dengan berdirinya International Renewable Energy Agency (IRENA), menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen dunia dalam mempercepat transisi menuju energi bersih. Peringatan ini bertujuan untuk mendukung transisi energi yang adil dan inklusif, sekaligus meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pemerataan akses terhadap energi bersih.

Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan adanya kesenjangan energi yang signifikan di berbagai belahan dunia. Sekitar 50% penduduk di Asia dan Afrika masih bergantung pada bahan bakar tradisional yang tidak efisien dan berisiko bagi kesehatan. Lebih dari 10% penduduk dunia hidup dengan akses listrik yang terbatas, sementara 80% dari populasi tersebut tinggal di wilayah Sub-Sahara Afrika. Kesenjangan ini tidak hanya menghambat pembangunan ekonomi, tetapi juga memperdalam ketidakadilan sosial dan memperlambat upaya mitigasi perubahan iklim.

Dalam konteks ini, peran akademisi menjadi sangat strategis untuk mempercepat tercapainya energi bersih yang inklusif. Melalui riset dan kajian multidisiplin, para akademisi dapat mengembangkan inovasi teknologi yang relevan untuk pemanfaatan energi terbarukan secara merata. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah menjadi penting untuk menyediakan data berbasis bukti yang dapat mendukung penyusunan kebijakan energi berkeadilan. Di sisi lain, peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, kampanye, dan pengembangan usaha berbasis energi bersih juga perlu diperkuat agar transisi energi benar-benar berdampak luas. Terakhir, pemanfaatan potensi energi lokal, seperti tenaga surya, biomassa, atau mikrohidro, dapat menciptakan sumber energi yang terjangkau, efisien, dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Sebagai institusi yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan aktif dalam mewujudkan inklusivitas energi bersih. Melalui program KKN-PPM, UGM mendorong pemerataan pemanfaatan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas masyarakat di berbagai daerah. Dalam bidang penelitian, UGM mengembangkan berbagai alternatif energi seperti biomassa, genting surya (solar roof tile), dan teknologi efisiensi energi lainnya. Tidak hanya itu, UGM juga menjalin kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional untuk memperkuat riset, inovasi, serta implementasi solusi energi bersih yang berkeadilan.

Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal keadilan dan kemanusiaan. Karena itu, sudah sepatutnya kita meyakini bahwa energi bersih adalah hak semua orang, bukan kemewahan untuk segelintir orang.

Penulis: BMS

Foto: BMS

Sumber:

https://www.unescap.org/sites/default/files/Clean_Energy_Report_20190129.pdf

https://unpartnerships.un.org/events/international-day-clean-energy?form=MG0AV3

https://www.undp.org/blog/six-ways-achieve-sustainable-energy-all

Recent Posts

  • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
  • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
  • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
  • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
  • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY