• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
    • Tentang
    • Working Group Food Security
    • Working Group Health Autonomy
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • 2026
  • hal. 2
Arsip:

2026

Dari Dialog Akademik hingga Peresmian, UGM Luncurkan Human Flourishing Center Bersama ACU dan KADIN

Kegiatansdgs Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta, 23 April 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Australian Catholic University (ACU) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan pada Rabu, 23 April 2026. Diawali dengan Dialog Akademik tentang Human Flourishing di Ruang Multimedia Lantai 3 Gedung Pusat UGM, hari tersebut ditutup dengan peresmian Human Flourishing Center (HFC) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada.

Sebagai pembuka rangkaian acara, Biro Manajemen Strategis dan Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM menyelenggarakan Dialog Akademik Human Flourishing yang menghadirkan akademisi dari UGM, ACU, HDSS Sleman, serta perwakilan KADIN. Diskusi dibagi ke dalam dua sesi panel yang membahas berbagai dimensi Human Flourishing dari perspektif lintas disiplin. read more

Menjaga Bumi Tetap Layak Huni: Mengawal Planetary Boundaries Lewat Aksi Kolektif

Kajiansdgs Rabu, 22 April 2026

Momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat penting mengenai urgensi aksi kolektif dalam menjaga stabilitas planet. Di era Antroposen saat ini, aktivitas manusia telah menekan daya dukung lingkungan hingga ke titik yang sangat kritis. Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, narasi ini menekankan bahwa kekuatan terbesar untuk merawat bumi berada pada sinergi komunitas, institusi, hingga kebijakan publik guna memastikan aktivitas pembangunan tetap berada dalam batas aman operasional bumi. read more

Hari Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang

Kajian Selasa, 21 April 2026

Perjuangan kesetaraan bukanlah sekadar catatan sejarah yang usang dimakan zaman. Di era modern ini, spirit yang ditinggalkan oleh R.A. Kartini lebih dari seabad lalu tetap relevan dan terus menyala. Menilik kembali sejarah dan menghadapi isu emansipasi masa kini menjadi langkah penting bagi kita untuk memastikan bahwa “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar kiasan, melainkan realitas yang terus diwujudkan.

Keluar dari Kegelapan

Pada era kolonial, pendidikan bagi kaum perempuan ibarat lorong gelap tanpa lentera. Perempuan cenderung dipaksa hanya untuk melayani dan tidak ada akses untuk berkembang, apalagi untuk bersuara. R.A. Kartini hadir mendobrak batasan tersebut melalui pemikiran kritisnya. Korespondensi surat-suratnya yang kemudian dibukukan sebagai Door Duisternis tot Licht atau “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang menjadi tonggak sejarah. Semangat Kartini menjadi simbol perjuangan hak untuk belajar, berpikir kritis, dan pada akhirnya membuka jalan panjang bagi generasi perempuan Indonesia hingga hari ini.

Emansipasi & Kesetaraan

Emansipasi adalah tentang persamaan hak dan kesetaraan gender dalam segala aspek kehidupan. Seperti yang dikemukakan oleh Mustikawati (2015), berkat perjuangan tersebut, wanita saat ini mampu mengenyam pendidikan yang setara dengan laki-laki. Pendidikan harus dimaknai bukan sekadar untuk meraih gelar, melainkan sebagai alat mendasar untuk memanusiakan perempuan dan memberikan otonomi penuh atas dirinya sendiri.

Tantangan yang Belum Usai

Meski akses pendidikan kian terbuka lebar, perjuangan emansipasi nyatanya belum benar-benar usai. Generasi masa kini dihadapkan pada bentuk-bentuk rintangan baru yang lebih kompleks:

  •  Glass Ceiling Sebuah hambatan tak terlihat yang terbentuk dari bias dan stereotip di masyarakat. Hambatan ini sering kali membatasi perempuan untuk menembus posisi-posisi kepemimpinan tertinggi di berbagai sektor.
  • Beban Ganda Ketika perempuan memutuskan untuk berkarier, mereka kerap dituntut untuk berprestasi secara profesional sekaligus harus memikul tanggung jawab domestik (rumah tangga) secara tidak proporsional dibandingkan laki-laki.
  • Kebutuhan Perubahan Sistemik Emansipasi modern tidak lagi hanya menuntut keberanian individu, melainkan menuntut perubahan kebijakan dan budaya kerja secara menyeluruh agar lingkungan menjadi benar-benar setara dan inklusif.
  • read more

    Leading with Understanding: Memimpin dengan Empati

    Kajian Sabtu, 18 April 2026

    Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan dan pengalaman orang lain. Bagi seorang pemimpin, keterampilan ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah Core Leadership (keterampilan kepemimpinan inti).

    Mengapa demikian? Empati memungkinkan pemimpin untuk melihat berbagai situasi dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini membangun rasa saling percaya dan menjaga sisi manusiawi di dalam tim. Ketika anggota tim merasa didengar dan dipahami, komunikasi menjadi jauh lebih terbuka, dan proses pengambilan keputusan pun berjalan lebih efektif. read more

    Penerimaan Rekrutmen Tenaga Mahasiswa Paruh Waktu Tahun 2026 Biro Manajemen Strategis Universitas Gadjah Mada

    Kegiatan Selasa, 7 April 2026

    Biro Manajemen Strategis (BMS) Universitas Gadjah Mada membuka kesempatan bagi mahasiswa aktif UGM untuk bergabung sebagai Tenaga Mahasiswa Paruh Waktu Tahun 2026. Rekrutmen ini ditujukan untuk mengisi posisi Tim Asisten Pengelolaan Data dan Kreatif sebanyak 2 (dua) orang.

    Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang pengelolaan data, analisis informasi, serta kreativitas digital dalam lingkungan kerja profesional. Kandidat yang terpilih akan terlibat dalam berbagai kegiatan strategis BMS, termasuk pengolahan data, penyusunan informasi, serta produksi konten kreatif.

    Mahasiswa yang berminat diharapkan memenuhi persyaratan umum, antara lain berstatus aktif minimal semester 6 (S1), memiliki IPK minimal 3,00, serta mampu bekerja secara fleksibel dengan komitmen waktu minimal 4 jam per hari. Selain itu, pelamar diharapkan memiliki kemampuan dalam pengolahan data, penggunaan perangkat lunak perkantoran, serta nilai tambah dalam desain grafis, fotografi, maupun videografi. read more

    Hari Perempuan Sedunia: Perempuan Berdaya, Pendidikan Bermakna, Masa Depan Setara

    Kajian Senin, 9 Maret 2026

    Setiap 8 Maret, dunia memperingati International Women’s Day (IWD) sebagai momentum untuk merayakan kontribusi perempuan sekaligus merefleksikan bahwa kesetaraan gender adalah fondasi utama bagi kemajuan peradaban. Dalam mewujudkan masa depan yang setara, pendidikan memiliki peran yang sangat strategis. Namun, akses pendidikan harus selalu dibarengi dengan ruang yang aman, penghormatan, dan dukungan nyata agar perempuan dapat belajar, berekspresi, dan berkembang tanpa rasa takut terhadap diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender. read more

    UGM Membangun Balai Masjid sebagai Community Center di Desa Geudumbak Langkahan Aceh Utara

    Kegiatansdgs Senin, 2 Maret 2026

    Sebagai respons atas bencana hidrometeorologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Universitas Gadjah Mada membangun kembali Balai Masjid di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Bangunan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir yang melanda kawasan itu dan mengganggu berbagai aktivitas sosial serta keagamaan warga. Rekonstruksi ini menjadi bagian dari langkah nyata UGM dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak, sekaligus memastikan tersedianya ruang publik yang aman dan representatif bagi masyarakat. read more

    Kolaborasi Kuat, Kepemimpinan Hebat

    Kajian Senin, 2 Maret 2026

    Dalam ekosistem organisasi modern, kolaborasi merupakan elemen fundamental yang menentukan tingkat kesuksesan dan keberlanjutan suatu institusi. Meskipun demikian, praktik kolaborasi yang ideal sering kali masih menjadi tantangan nyata di lapangan. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Harvard Business Review (HBR) mengungkapkan bahwa 39% karyawan merasa organisasi mereka tidak memiliki tingkat kolaborasi yang memadai. Data tersebut mengindikasikan bahwa masih banyak figur pemimpin berbakat yang belum mengintegrasikan nilai-nilai kolaborasi sebagai bagian esensial dari gaya kepemimpinan mereka. Tantangan struktural utama yang sering menghambat proses ini meliputi kecenderungan antar-divisi untuk bekerja secara terpisah (67%), ketiadaan visi kolaboratif (32%), serta kuatnya senioritas dalam proses pengambilan keputusan (32%).

    Membangun budaya kolaboratif menuntut transformasi personal dari seorang pemimpin. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan seorang pemimpin mengalami kesulitan dalam membangun kolaborasi yang efektif dengan timnya. Sering kali, pemimpin bersikap terlalu kompetitif dan memiliki ketakutan akan kehilangan sorotan (spotlight) atau pencapaian individual. Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang lebih terbiasa menggunakan otoritas “posisi” dibandingkan membuka ruang “diskusi” yang setara. Kesulitan ini juga kerap diperparah oleh orientasi yang terlalu eksklusif pada hasil sehingga mengorbankan relasi, krisis kepercayaan dalam membangun hubungan tim, serta secara mendasar karena kurangnya keterampilan kolaborasi yang memadai.

    Perubahan budaya organisasi yang kolaboratif mutlak harus diinisiasi dari tingkat kepemimpinan. Untuk mencapai hal tersebut, seorang pemimpin perlu melakukan transformasi pola pikir (mindset) menjadi seorang kolaborator sejati yang mampu menghargai orang lain secara adil. Pemimpin dituntut untuk menjadi individu yang dapat diandalkan, konsisten dalam berbuat baik, serta senantiasa menjadikan hubungan dan kepercayaan sebagai prioritas utama. Lebih jauh lagi, transformasi ini memerlukan kesediaan pemimpin untuk menurunkan ego dengan menjadi pendengar yang aktif, berani mendistribusikan spotlight dan meminta saran dari orang lain, serta selalu mengedepankan pendekatan empati dibandingkan dominasi kekuasaan.

    Menanggapi urgensi dari kompetensi kepemimpinan masa depan tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) secara proaktif mengambil peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kolaborasi. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan kurikulum yang integratif dan lintas disiplin ilmu. Di samping itu, UGM juga memprioritaskan penguatan soft skills mahasiswa seperti kemampuan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan kecerdasan emosional serta mendorong ekosistem kolaborasi riset dan proyek yang bersinergi langsung dengan sektor industri, pemerintah, maupun komunitas masyarakat.

    Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional

    Kajiansdgs Sabtu, 21 Februari 2026

    Setiap tanggal 21 Februari, Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi atas tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, pada tahun 2005, yang menelan banyak korban jiwa dan menjadi pengingat pahit bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada bencana kemanusiaan.

    Sampah kerap dipandang sebagai persoalan sepele, padahal dampaknya sangat luas. Penumpukan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air, memicu gangguan kesehatan, meningkatkan emisi gas rumah kaca, serta memperbesar risiko bencana lingkungan. Oleh karena itu, sampah bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial dan kesehatan masyarakat.

    Kesadaran inilah yang mendasari pentingnya perubahan paradigma: dari “membuang sampah” menjadi “mengelola sampah”. Perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari individu, komunitas, hingga institusi.

    Komitmen UGM dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

    Sebagai institusi pendidikan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. UGM menerapkan aturan pemilahan sampah yang ketat, di mana setiap sampah yang masuk ke lingkungan kampus harus dipilah sesuai jenisnya. Sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut, sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab bersama. Untuk mendukung kebijakan ini, kampus juga menyediakan infrastruktur pemilahan sampah yang memadai.

    Selain itu, UGM mengembangkan pengelolaan sampah terintegrasi secara mandiri melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT). Sampah organik yang telah terpilah diolah menjadi pupuk kompos dan dimanfaatkan kembali untuk tanaman di lingkungan kampus. Sementara itu, sampah nonorganik dikelola bersama mitra pihak ketiga dan diolah menjadi bahan bangunan, sehingga memiliki nilai guna baru dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

    Edukasi sebagai Kunci Perubahan

    Pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku. Oleh karena itu, UGM secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan promosi kesadaran, seperti penyuluhan, workshop, dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa dan tenaga kependidikan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

    Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif komunitas akademik sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

     





    BMS Mendukung Kegiatan Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group

    Kegiatan Kamis, 12 Februari 2026

    12 Februari 2026 – Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menjadi bagian dari penguatan agenda strategis Universitas Gadjah Mada dalam memperluas kontribusi akademik pada isu global. Diselenggarakan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga sarana konsolidasi arah kebijakan riset universitas di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, dan diplomasi sains. Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi riset tropik–polar sebagai prioritas institusional yang terintegrasi dalam agenda strategis universitas dan penguatan diplomasi sains Indonesia.

    Peran Biro Manajemen Strategis tercermin dalam penguatan koordinasi lintas unit, penyelarasan agenda kelembagaan, serta integrasi program ke dalam peta jalan strategis universitas. Pendekatan ini memastikan bahwa inisiatif riset terhubung langsung dengan target pengembangan pusat keunggulan bertaraf internasional, bukan sekadar kegiatan akademik insidental. Melalui proses tersebut, kapasitas tata kelola strategis universitas ikut diperkuat, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antara akademisi, diplomat, dan pembuat kebijakan yang relevan dengan misi global universitas.

    Peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group menandai langkah konkret dalam pengembangan klaster riset unggulan yang dikelola melalui kerangka strategis jangka panjang. Inisiatif ini memperkaya portofolio pengembangan riset universitas, mendorong keberlanjutan program, serta meningkatkan visibilitas akademik di tingkat internasional. Secara institusional, kegiatan ini menjadi fondasi untuk membangun model pengelolaan pusat kajian yang adaptif terhadap isu global, memperkuat reputasi universitas, dan membuka peluang kemitraan strategis yang berkelanjutan di masa depan.

    Berita selengkapnya.

    Highlight Kegiatan

    123

    Recent Posts

    • Pemimpin Strategis Berdampak: Kepemimpinan yang Menciptakan Nilai bagi Organisasi
    • Hari Kependudukan Dunia 2026: Membangun Manusia untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas
    • Dukung Pemulihan Pascabencana, UGM dan KAGAMA Serahkan Hunian Sementara bagi Warga Sekumur
    • Hari Kelautan Nasional 2026: Laut Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
    • Hari Tropis Internasional 2026: Meneguhkan Peran Wilayah Tropis untuk Masa Depan Bumi

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Oktober 2024

    Categories

    • Campus Tour
    • Kajian
    • Kegiatan
    • sdgs
    Universitas Gadjah Mada

    Biro Manajemen Strategis
    Universitas Gadjah Mada

    Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
    Email : bms@ugm.ac.id
    Whatsapp : 0851-1784-8115

    © Universitas Gajah Mada

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY