Agenda pengurangan emisi karbon menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya mitigasi penanganan dampak perubahan iklim. UGM bersama dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari berkomitmen untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan tersebut.
" Penelitian menunjukkan bahwa bambu memiliki daya serap karbon yang tinggi, berkisar antara 16 hingga 128 ton karbon per hektar. Jika dikelola dengan baik, bisa mendorong pengurangan emisi hingga 35%" -Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.,OG(K).,Ph.D.
" Pengembangan agroekologi bambu yang berkelanjutan memerlukan dukungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta sumber daya manusia dan teknologi untuk memastikan kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim dan ekonomi restoratif." - Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Ditjen PPI KLHK, Irawan Assad, Ph.D
Pada Sesi Panel Inspirasi menghadirkan para pemimpin dan pakar dari berbagai sektor untuk berbagai wawasan, pengalaman nyata, best practice, dan langkah konkret guna mempercepat pemanfaatan bambu dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sesi Panel Tematik workshop ini menjadi wadah diskusi yang menarik terkait strategi inovasi dalam pemanfaatan bambu. Serta membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia.
Melalui workshop ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi berbasis riset dan mengeksplorasi kerangka kebijakan lanjutan untuk memperkuat praktik - praktik baik ke depan.
Penulis: BMS UGM
Foto: BMS UGM
Dokumentasi kegiatan.