Pancasila lahir pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI melalui pidato Ir. Soekarno. Lima prinsip yang diajukan saat itu adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial yang kemudian dirumuskan menjadi dasar negara Indonesia. Pancasila menjadi nilai yang menentukan arah masa depan bangsa. Seperti halnya bangsa membutuhkan nilai dasar dan ideologi, organisasi pun perlu nilai dasar sebagai pijakan dalam penentuan visi, misi, dan strategi. Nilai dasar penting untuk memberi arah, membentuk identitas, dan memastikan setiap tindakan sesuai dengan nilai yang diyakini.
Pancasila Sebagai Landasan Moral dan Etika
Nilai-nilai dalam Pancasila juga menjadi panduan moral dan etika bagi strategi pembangunan bangsa. Pancasila memastikan bahwa strategi tidak hanya efektif, tetapi juga etis. Nilai moral dan etika dalam Pancasila tercermin dalam sila:
Ketuhanan yang Maha Esa Strategi dan keputusan yang diambil harus selaras dengan nilai moral dan spiritual.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Strategi yang dijalankan menjunjung tinggi martabat manusia, mengedepankan keadilan, kesetaraan, dan perlakuan yang beradab terhadap setiap individu.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Strategi diarahkan untuk menciptakan manfaat yang adil dan merata bagi semua pihak.
Sebagaimana nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai organisasi juga akan lebih bermakna dan berdaya guna jika berpijak pada prinsip etika dan moral dalam merancang serta menjalankan strateginya.
Nilai Pancasila dalam Universitas Gadjah Mada
Nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga menjadi landasan etika dan moral yang diintegrasikan ke dalam strategi, kebijakan, dan praktik nyata di UGM.
Kebijakan Antidiskriminasi dan Antikekerasan UGM memperjuangkan kesetaraan bagi semua orang melalui penghapusan diskriminasi dan kekerasan di lingkungan kampus. Kebijakan ini mencerminkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Layanan dan Fasilitas yang Inklusif UGM berkomitmen menjadi insitusi ramah disabilitas melalui penyediaan layanan dan fasilitas yang inklusif. Langkah ini mencerminkan komitmen UGM untuk mewujudkan kesetaraan dan perlakuan yang bermartabat bagi setiap individu.
Komitmen Sebagai Kampus Ramah Lingkungan UGM juga mewujudkan prinsip etika dan moral pada lingkungan, salah satunya melalui penggunaan energi bersih dan transportasi ramah lingkungan. Hal ini merupakan upaya untuk menciptakan manfaat yang merata, tidak hanya bagi masyarakat saat ini, tetapi juga untuk generasi masa depan.
Penulis: BMS UGM
Gambar: BMS UGM
Source:
- Rencana Strategis Universitas Gadjah Mada 2022 – 2027
- Rochman, R & Grisson, P. (2023). Penerapan Pancasila dalam Etika Bisnis https://jurnal.uns.ac.id/indigenous/article/download/78963/pdf
- Priwardani, A., Monika, A., & Yaasiin, M. (2023). Pancasila Sebagai Sistem Etika https://jurnal.uns.ac.id/indigenous/article/download/79642/pdf
- https://ugm.ac.id/id/berita/22717-ugm-kampus-anti-kekerasan/