Refleksi Sumpah Pemuda: Dulu untuk Kemerdekaan, Kini untuk Keberlanjutan
Kajian Selasa, 28 Oktober 2025
Pada 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda menjadi momen penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pemuda dari berbagai daerah menyatukan komitmen, semangat, dan langkah nyata untuk memperjuangkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa yang kemudian menjadi dasar lahirnya gerakan kemerdekaan. Momen Sumpah Pemuda membuktikan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan besar. Kini, peran yang sama dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman seperti krisis iklim, permasalahan lingkungan, hingga ketimpangan sosial. Dengan semangat yang sama, pemuda dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
Dalam menghadapi tantangan global tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen menciptakan ruang bagi pemuda untuk tumbuh dan berkontribusi. Komitmen ini diwujudkan melalui tujuan strategis sebagaimana tertuang dalam Renstra UGM 2022–2027. Melalui pendidikan transdisiplin dan inklusif, UGM mendorong pendidikan untuk semua dan pembelajaran lintas disiplin agar mahasiswa dapat mengembangkan talenta, soft skill, dan inovasi. Dalam bidang pengabdian masyarakat berkelanjutan, UGM mengedepankan pendekatan keilmuan dan teknologi tepat guna sebagai ruang kontribusi nyata bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Selain itu, UGM juga berupaya menciptakan atmosfer kampus yang sehat dan berkelanjutan, menjadikan kampus sebagai ruang tumbuh yang mendukung perilaku sehat, ramah lingkungan, serta berbasis teknologi digital untuk memperkuat akuntabilitas sosial dan kolaborasi inovatif mahasiswa.
Sebagai bagian dari upaya membentuk mahasiswa yang sadar akan tantangan global dan lokal, UGM juga menyelenggarakan berbagai program edukasi yang berfokus pada isu-isu strategis seperti keberlanjutan lingkungan, perubahan iklim, dan kesehatan ekosistem. Melalui Save Soil Movement, UGM menghadirkan forum diskusi yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya kesehatan tanah sebagai fondasi keberlanjutan lingkungan serta mendorong peran aktif mereka dalam menjaga ekosistem bumi. Sementara itu, Gerakan Penggerak untuk Aksi Iklim Berkeadilan menjadi wadah edukatif yang mengajak generasi muda memahami isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap masyarakat lokal, sekaligus memperkuat peran mereka dalam advokasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Semangat pemuda juga tercermin melalui program KKN-PPM UGM yang membawa mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, mengenali persoalan yang ada, dan menghadirkan solusi nyata. Mahasiswa sebagai representasi pemuda dan ilmu pengetahuan hadir membawa gagasan, inovasi, dan semangat kolaborasi untuk mendorong perubahan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi lokal. KKN menjadi ruang belajar sekaligus wadah kontribusi nyata bagi pendidikan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat secara langsung.
Dengan semangat yang diwariskan dari Sumpah Pemuda, UGM terus berkomitmen mencetak generasi muda yang berintegritas, berdaya saing global, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dari kampus hingga pelosok negeri, pemuda Indonesia siap melanjutkan perjuangan dengan cara baru yaitu mengabdi, berinovasi, dan menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis: BMS
Foto: BMS