• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • Kajian
  • Hari Mangrove Sedunia: Merawat Akar Kehidupan Pesisir

Hari Mangrove Sedunia: Merawat Akar Kehidupan Pesisir

  • Kajian
  • 26 Juli 2025, 09.43
  • Oleh: vanyaputridamayanti
  • 0

Sebagai sistem transisi antara daratan dan lautan, mangrove memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Ia bukan sekadar barisan pohon di pesisir, melainkan benteng kehidupan yang menyediakan jasa lingkungan esensial bagi manusia dan keanekaragaman hayati.

Namun, di tengah meningkatnya tekanan antropogenik dan perubahan tata guna lahan, hutan mangrove terus menghadapi ancaman degradasi. Untuk itu, Hari Mangrove Sedunia, yang diperingati setiap 26 Juli, menjadi momen penting untuk menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya perlindungan dan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Peran Penting Mangrove bagi Kehidupan

1. Ketahanan Pangan
Mangrove merupakan habitat yang kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi sumber pangan bagi berbagai jenis hewan serta komunitas pesisir yang bergantung padanya untuk kehidupan sehari-hari.

2. Mitigasi Iklim
Ekosistem mangrove dikenal sebagai penyerap karbon (carbon sink) yang sangat efektif. Satu hektar hutan mangrove dapat menyimpan hingga 3.754 ton karbon, menjadikannya salah satu ekosistem paling penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

3. Pertahanan dari Bencana Alam
Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari gelombang badai, tsunami, kenaikan permukaan laut, dan erosi. Sabuk mangrove sepanjang 500 meter bahkan mampu mengurangi tinggi gelombang hingga 50–99%, melindungi kehidupan dan infrastruktur di wilayah pesisir.

Ancaman terhadap Keberlanjutan Hutan Mangrove

  1. Alih Fungsi Lahan
    Konversi lahan untuk budidaya perairan, pembangunan infrastruktur, permukiman, dan pertanian terus menggerus luasan ekosistem mangrove.

  2. Pencemaran
    Aliran limbah dari sungai dan lautmulai dari polusi plastik hingga tumpahan minyak menghambat pertumbuhan mangrove dan mengancam keseimbangan ekosistem.

  3. Pembukaan Lahan Liar
    Aktivitas pembukaan lahan tanpa perencanaan dan pengelolaan yang memadai sering kali mengakibatkan kerusakan habitat alami mangrove.

  4. Eksploitasi Kayu
    Penebangan kayu mangrove untuk industri arang dan kebutuhan ekonomi lainnya menyebabkan degradasi ekologis jangka panjang.

Komitmen UGM terhadap Pelestarian Mangrove

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim, Universitas Gadjah Mada (UGM) aktif berkontribusi dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui berbagai inisiatif nyata:

Penanaman Mangrove di Batam

UGM melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari program KKN-PPM UGM. Inisiatif ini mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pelatihan Pencatatan Stok Karbon Mangrove

UGM juga melatih 80 peneliti dan petugas pencatatan stok karbon dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan ini membekali mereka dengan keahlian teknis dalam mengukur dan memantau serapan karbon mangrove, guna mendukung kebijakan nasional mitigasi iklim berbasis data.

Aksi Nyata UKM UGM di Baros

Melalui kolaborasi antara UKM Renang UGM (SIGMA) dan Organisasi Peradilan Semu Fakultas Hukum UGM (SPARTA UGM), kegiatan Bakti Sosial di Kawasan Mangrove Baros, Bantul menjadi wujud nyata kepedulian sivitas akademika terhadap lingkungan. Kegiatan yang digelar pada 17 Mei 2025 ini menghadirkan dua agenda utama: seminar lingkungan dan penanaman mangrove.

Menumbuhkan Harapan, Menjaga Kehidupan

Melalui edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi lintas disiplin, UGM terus berupaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga mangrove sebagai warisan alam yang menopang kehidupan. Karena menjaga mangrove berarti menjaga masa depan pesisir, iklim, dan generasi yang akan datang.

Penulis: BMS UGM

Gambar: BMS UGM

Source: 

http://unesco.org/en/days/mangrove-ecosystem-conservation

https://www.kompas.id/artikel/plastik-limbah-dan-alih-fungsi-lahan-masih-jadi-ancaman-mangrove

https://ditmawa.ugm.ac.id/2025/05/ukm-renang-ugm-hijaukan-mangrove-baros-aksi-nyata-peduli-lingkungan/

https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-latih-petugas-pencatatan-stok-karbon-mangrove-di-indonesia/

https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-lakukan-penanaman-mangrove-di-kampung-tua-bakau-serip-kota-batam-kepulauan-riau/

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Recent Posts

  • Hari Perempuan Sedunia: Perempuan Berdaya, Pendidikan Bermakna, Masa Depan Setara
  • UGM Membangun Balai Masjid sebagai Community Center di Desa Geudumbak Langkahan Aceh Utara
  • Kolaborasi Kuat, Kepemimpinan Hebat
  • Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional
  • BMS Mendukung Kegiatan Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY