Sebagai sistem transisi antara daratan dan lautan, mangrove memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Ia bukan sekadar barisan pohon di pesisir, melainkan benteng kehidupan yang menyediakan jasa lingkungan esensial bagi manusia dan keanekaragaman hayati.
Namun, di tengah meningkatnya tekanan antropogenik dan perubahan tata guna lahan, hutan mangrove terus menghadapi ancaman degradasi. Untuk itu, Hari Mangrove Sedunia, yang diperingati setiap 26 Juli, menjadi momen penting untuk menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya perlindungan dan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Peran Penting Mangrove bagi Kehidupan
1. Ketahanan Pangan
Mangrove merupakan habitat yang kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi sumber pangan bagi berbagai jenis hewan serta komunitas pesisir yang bergantung padanya untuk kehidupan sehari-hari.
2. Mitigasi Iklim
Ekosistem mangrove dikenal sebagai penyerap karbon (carbon sink) yang sangat efektif. Satu hektar hutan mangrove dapat menyimpan hingga 3.754 ton karbon, menjadikannya salah satu ekosistem paling penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
3. Pertahanan dari Bencana Alam
Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari gelombang badai, tsunami, kenaikan permukaan laut, dan erosi. Sabuk mangrove sepanjang 500 meter bahkan mampu mengurangi tinggi gelombang hingga 50–99%, melindungi kehidupan dan infrastruktur di wilayah pesisir.
Ancaman terhadap Keberlanjutan Hutan Mangrove
Alih Fungsi Lahan
Konversi lahan untuk budidaya perairan, pembangunan infrastruktur, permukiman, dan pertanian terus menggerus luasan ekosistem mangrove.Pencemaran
Aliran limbah dari sungai dan lautmulai dari polusi plastik hingga tumpahan minyak menghambat pertumbuhan mangrove dan mengancam keseimbangan ekosistem.Pembukaan Lahan Liar
Aktivitas pembukaan lahan tanpa perencanaan dan pengelolaan yang memadai sering kali mengakibatkan kerusakan habitat alami mangrove.Eksploitasi Kayu
Penebangan kayu mangrove untuk industri arang dan kebutuhan ekonomi lainnya menyebabkan degradasi ekologis jangka panjang.
Komitmen UGM terhadap Pelestarian Mangrove
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim, Universitas Gadjah Mada (UGM) aktif berkontribusi dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui berbagai inisiatif nyata:
Penanaman Mangrove di Batam
UGM melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari program KKN-PPM UGM. Inisiatif ini mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Pelatihan Pencatatan Stok Karbon Mangrove
UGM juga melatih 80 peneliti dan petugas pencatatan stok karbon dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan ini membekali mereka dengan keahlian teknis dalam mengukur dan memantau serapan karbon mangrove, guna mendukung kebijakan nasional mitigasi iklim berbasis data.
Aksi Nyata UKM UGM di Baros
Melalui kolaborasi antara UKM Renang UGM (SIGMA) dan Organisasi Peradilan Semu Fakultas Hukum UGM (SPARTA UGM), kegiatan Bakti Sosial di Kawasan Mangrove Baros, Bantul menjadi wujud nyata kepedulian sivitas akademika terhadap lingkungan. Kegiatan yang digelar pada 17 Mei 2025 ini menghadirkan dua agenda utama: seminar lingkungan dan penanaman mangrove.
Menumbuhkan Harapan, Menjaga Kehidupan
Melalui edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi lintas disiplin, UGM terus berupaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga mangrove sebagai warisan alam yang menopang kehidupan. Karena menjaga mangrove berarti menjaga masa depan pesisir, iklim, dan generasi yang akan datang.
Penulis: BMS UGM
Gambar: BMS UGM
Source:
http://unesco.org/en/days/mangrove-ecosystem-conservation
https://www.kompas.id/artikel/plastik-limbah-dan-alih-fungsi-lahan-masih-jadi-ancaman-mangrove
https://ditmawa.ugm.ac.id/2025/05/ukm-renang-ugm-hijaukan-mangrove-baros-aksi-nyata-peduli-lingkungan/
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-latih-petugas-pencatatan-stok-karbon-mangrove-di-indonesia/
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-lakukan-penanaman-mangrove-di-kampung-tua-bakau-serip-kota-batam-kepulauan-riau/