Setiap 8 Maret, dunia memperingati International Women’s Day (IWD) sebagai momentum untuk merayakan kontribusi perempuan sekaligus merefleksikan bahwa kesetaraan gender adalah fondasi utama bagi kemajuan peradaban. Dalam mewujudkan masa depan yang setara, pendidikan memiliki peran yang sangat strategis. Namun, akses pendidikan harus selalu dibarengi dengan ruang yang aman, penghormatan, dan dukungan nyata agar perempuan dapat belajar, berekspresi, dan berkembang tanpa rasa takut terhadap diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender.





Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen kuat untuk menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif dan ramah perempuan. Peringatan IWD di UGM diisi dengan berbagai ruang dialog, seminar, dan kampanye kesadaran untuk mendorong solidaritas serta pemahaman kolektif di lingkungan kampus. Melalui kebijakan dan budaya yang menjunjung tinggi kesetaraan, UGM terus mendorong perempuan untuk mengambil peran dalam pendidikan, riset, dan kepemimpinan secara bermartabat dan berkelanjutan.

Komitmen dan ekosistem kampus yang aman ini telah melahirkan banyak tokoh inspiratif dari masa ke masa. Sejarah mencatat nama Prof. Hj. Siti Baroroh Baried sebagai Guru Besar Perempuan Pertama di Indonesia. Di era modern, dedikasi tersebut diteruskan oleh jajaran srikandi UGM yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist seperti apt. Eka Noviana, Ph.D., Prof. drg. Ika Dewi Ana, Prof. dr. Adi Utarini, Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, dan dr. Rina Triasih, serta mahasiswa berprestasi nasional seperti Elsa Firlyani. Kiprah luar biasa mereka menjadi bukti nyata bahwa ketika perempuan aman dan berdaya, pendidikan menjadi jauh lebih bermakna. Selamat Hari Perempuan Sedunia!
Penulis: Tuffahati Nadhifa
Desain: Vanya