Sebagai respons atas bencana hidrometeorologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Universitas Gadjah Mada membangun kembali Balai Masjid di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Bangunan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir yang melanda kawasan itu dan mengganggu berbagai aktivitas sosial serta keagamaan warga. Rekonstruksi ini menjadi bagian dari langkah nyata UGM dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak, sekaligus memastikan tersedianya ruang publik yang aman dan representatif bagi masyarakat.
Pembangunan Balai Masjid dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Peduli Bencana (KKN PB) UGM dan masyarakat setempat. Program KKN PB dan pembangunan Balai Masjid didukung oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada Aceh (KAGAMA Aceh) dan Keluarga Alumni Teknik Sipil Gadjah Mada 1996 (Katsgama 1996). Dengan memanfaatkan kayu hanyutan, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong selama kurang lebih dua minggu.
Saat ini, Balai Masjid telah difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat (community centre). Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari pertemuan warga hingga layanan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN. Pada bulan Ramadhan, keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya karena menjadi ruang berkumpul bagi warga untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial secara bersama-sama. Kehadiran balai ini turut menghidupkan kembali dinamika sosial masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.
Pembangunan Balai Masjid merupakan bagian dari rangkaian dukungan UGM pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Desa Geudumbak. Sejak Januari 2026, UGM telah membangun hunian sementara (huntara) guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga terdampak. Selain itu, UGM juga menyelenggarakan pelatihan bagi tukang dan warga setempat untuk meningkatkan kapasitas teknis dan memungkinkan proses pembangunan yang berkelanjutan. Hingga kini, sebanyak 103 unit rumah huntara papan yang diberi nama Rumah Geunira, telah terbangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Bersamaan dengan penarikan mahasiswa KKN, Balai Masjid secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Geudumbak pada Jumat, 28 Februari 2026. Prosesi serah terima tersebut dihadiri oleh Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., Kepala Biro Manajemen Strategis serta Ir. Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D., Peneliti Fakultas Teknik UGM, mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada. Momentum ini juga menjadi titik transisi pengelolaan Balai Masjid kepada pemerintah desa dan masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan sesuai kebutuhan lokal.
Ke depan, Balai Masjid diharapkan terus berfungsi sebagai ruang bersama yang memperkuat kohesi sosial dan mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. UGM menegaskan komitmennya untuk memperluas inisiatif serupa dengan kolaborasi berbagai pihak, baik melalui pembangunan infrastruktur dasar maupun melalui penguatan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi pemulihan dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis: Tuffahati Nadhifa
Dokumentasi: Tim UGM Emergency Response Unit dan KKN UGM