• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Struktur Biro
    • Visi dan Misi
    • Kontak
  • Kegiatan
    • Wanagama Nusantara
    • Forum Diskusi Ilmiah
    • Kajian
    • SDGS
  • PUAPT UGM
  • UGM Campus Tour
  • Galeri
  • Beranda
  • 2025
  • Agustus
Arsip 2025:

Agustus

Sustainable Future Leader Series: Penguatan Peran Strategis UGM dalam Pencapaian Ketahanan Air Global

Kegiatansdgs Sabtu, 16 Agustus 2025

Yogyakarta, 15 Agustus 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan global terkait sumber daya air melalui kegiatan Sustainable Future Leader Series bertema “Penguatan Peran Strategis UGM dalam Pencapaian Ketahanan Air Global.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Gugus Tugas Water Security bekerja sama dengan Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM, dan dihadiri oleh para pakar, peneliti, serta dosen lintas disiplin ilmu yang berfokus pada isu sumber daya air. Diskusi ini menjadi wadah penting bagi UGM untuk mempertegas peran strategisnya dalam membangun ketahanan air, baik di tingkat nasional maupun global.

Ketahanan Air sebagai Isu Strategis Global

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, Ph.D., menekankan bahwa ketahanan air bukan hanya persoalan teknis semata, tetapi juga persoalan strategis yang menyangkut keberlanjutan hidup manusia dan kesejahteraan global.

“Ketahanan air bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan strategis. UGM telah menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat peran di tingkat global melalui pembentukan task force sebagai tindak lanjut dari World Water Forum ke-10 di Bali,”

— Prof. Ova Emilia, Ph.D. (Rektor Universitas Gadjah Mada)

Senada dengan itu, Prof. Dr. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Guru Besar UGM di bidang Sumber Daya Air dan Hidrologi, menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan serius dalam pengelolaan sumber daya air, mulai dari krisis ketersediaan air, distribusi yang tidak merata, hingga penurunan kualitas air dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

“Indonesia menghadapi berbagai tantangan sumber daya air: krisis air, distribusi tidak merata, isu kualitas, dan bencana. UGM telah berkontribusi melalui beragam penelitian dan pengabdian masyarakat, termasuk KKN-PPM,”

— Prof. Dr. Ir. Joko Sujono, M.Eng.

Tantangan Global dan Ancaman Krisis Air

Krisis air menjadi salah satu isu lingkungan paling mendesak di dunia. Saat ini, 2,2 miliar orang di dunia tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman, dan 3,5 miliar orang belum mendapatkan sanitasi layak. Tantangan ini sering disebut sebagai fenomena “too much, too little, too polluted” air yang terlalu banyak (banjir), terlalu sedikit (kekeringan), dan terlalu tercemar.

Menurut Retno Marsudi, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, kondisi global menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: pada tahun 2040, sekitar 40% populasi dunia terancam kekurangan air. Di Indonesia sendiri, kebutuhan air diproyeksikan meningkat hingga 31% pada tahun 2040, yang dapat mengancam pencapaian target Indonesia Emas 2045 jika tidak segera diantisipasi.

Peran Strategis UGM: Inovasi, Regenerasi, dan Kolaborasi

Dalam menjawab tantangan tersebut, UGM berkomitmen memperkuat kontribusinya melalui dua jalur utama:

  1. Inovasi teknologi hemat air dan berbasis alam, seperti pengembangan sistem daur ulang air, teknologi filter air sederhana, irigasi efisien, serta pembelajaran dari praktik-praktik tradisional seperti Subak Bali yang telah terbukti menjaga keseimbangan ekologi dan sosial.

  2. Regenerasi para pakar dan ahli lintas disiplin di bidang air, guna memperkuat kapasitas akademik dan memastikan keberlanjutan kontribusi Indonesia terhadap solusi ketahanan air dunia.

Sesi Diskusi: Perspektif Multidisiplin UGM untuk Ketahanan Air

Dalam sesi diskusi, para dosen dan peneliti UGM dari berbagai fakultas menyampaikan pandangan mereka tentang strategi membangun ketahanan air nasional dan global.

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng., menyoroti pentingnya riset dan pendidikan tinggi dalam memperkuat sumber daya manusia unggul di bidang air.

“UGM mengembangkan riset dan pendidikan bidang sumber daya air, dari teknologi tepat guna hingga program magister, untuk mempercepat penyiapan SDM unggul. Upaya ini mendukung ketahanan air global dan memperkuat peran negara-negara Global South dalam menghadapi tantangan air, pangan, dan iklim,”

— Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D.

Sementara itu, Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM, menekankan hubungan erat antara ketahanan air dan kesehatan manusia.

“Ketahanan air berhubungan langsung dengan kesehatan, karena keseimbangan cairan tubuh sangat vital bagi organ, sehingga diperlukan kontrol penggunaan air, pengelolaan air bersih, dan pemanfaatan teknologi desalinasi untuk keberlanjutan,”

— Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro

Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM, ASEAN Eng., menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan dalam menjaga ketahanan air.

“Ketahanan air hanya bisa dicapai jika seluruh masyarakat terlibat aktif mengatasi masalah air melalui gerakan bersama, misalnya melalui gerakan memanen hujan dan gerakan menjaga sungai,”

— Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono

Dari perspektif tata ruang, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D., menyoroti pentingnya perencanaan kota yang harmonis.

“Pada 2050, 70% penduduk dunia akan tinggal di kota sehingga kebutuhan air meningkat pesat. Karena itu, penataan ruang yang harmonis antara hulu dan hilir menjadi kunci menjaga ketahanan air,”

— Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono

Sementara itu, Prof. Dr. Drs. Eko Haryono, M.Si., menyoroti peran UGM dalam konservasi kawasan karst sebagai sumber air alami.

“UGM berperan dalam konservasi karst, termasuk mengusulkan akuifer Gunung Sewu sebagai warisan penting dunia. Dukungan pemerintah serta UNESCO dibutuhkan untuk memperkuat konservasi karst sebagai aspek penting dalam ketahanan air,”

— Prof. Dr. Drs. Eko Haryono

Komitmen UGM untuk Masa Depan Air yang Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, UGM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis dalam membangun ketahanan air melalui inovasi teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan solusi aplikatif dan kolaboratif guna menjaga keberlanjutan sumber daya air demi kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan hidup generasi mendatang.

Penulis: BMS UGM

Foto: BMS UGM

Dokumentasi kegiatan.

KKN dalam Pandangan José Ramos-Horta: Ruang Tumbuh Pemimpin dan Perubahan Sosial

Kegiatan Jumat, 1 Agustus 2025

KKN dalam Pandangan José Ramos-Horta: Ruang Tumbuh Pemimpin dan Perubahan Sosial
Gagasan dan Harapan Peraih Nobel Perdamaian untuk Generasi Muda Indonesia

 

Menurut Presiden José Ramos-Horta, peraih Nobel Perdamaian, perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan perdamaian positif yang tumbuh dari rumah, sekolah, dan komunitas. Ia menegaskan bahwa perdamaian yang langgeng harus berakar pada rakyat sebagai pusat kebijakan, dengan menjunjung tinggi inklusivitas, keadilan hukum, serta perlindungan konstitusional. Selain itu, penghargaan terhadap keberagaman budaya, agama, dan bahasa, pemberdayaan komunitas lokal, pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, serta peningkatan peran dan kepemimpinan perempuan merupakan kunci dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan.

Bagi Ramos-Horta, kepemimpinan inspiratif adalah kemampuan membangkitkan potensi orang lain dan menggerakkan mereka menuju masa depan yang adil, inklusif, berkelanjutan, dan damai. Kepemimpinan seperti ini berpusat pada komunitas: mendengarkan kebutuhan mereka, menghargai kearifan lokal, serta memberdayakan masyarakat untuk memimpin perubahan. Nilai-nilai utama kepemimpinan inspiratif meliputi empati, ketekunan dan ketahanan, integritas, serta kemampuan menyampaikan visi. Ramos-Horta meyakini bahwa perubahan sosial sejati akan muncul ketika komunitas lokal dan institusi akademik bekerja sama, berdialog, dan menciptakan solusi bersama.

Berdasarkan pengalamannya dalam memimpin Timor Leste, Ramos-Horta menekankan tiga pilar penting perubahan sosial yaitu pendidikan, kewirausahaan sosial, dan perdamaian.
Pendidikan, menurutnya, bukan sekadar akumulasi pengetahuan, tetapi sarana membebaskan pikiran dan kesadaran. Pengetahuan akademik harus keluar dari ruang kelas dan menjadi inkubator bagi usaha mikro dan kecil, bisnis keluarga, serta koperasi yang dapat berkembang di desa, kampung, ladang, dan pasar.
Kewirausahaan sosial dipandang sebagai alat untuk mengubah tantangan sosial menjadi peluang berkelanjutan. Karena itu, pemuda harus dilibatkan sebagai pusat kebijakan melalui berbagai program kepemimpinan.
Sementara itu, pilar perdamaian menjadi fondasi utama bagi pembangunan. Ramos-Horta menegaskan bahwa tanpa perdamaian, tidak akan ada pembangunan; dan rekonsiliasi hanya dapat terwujud melalui keberanian politik, dialog, serta rekonstruksi jaringan sosial.

Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi contoh nyata dari pendidikan yang berpadu dengan pemberdayaan masyarakat. Program ini menciptakan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai kepemimpinan inspiratif dan transformasi sosial. Melalui KKN-PPM, mahasiswa belajar langsung dari komunitas, mendengarkan kebutuhan mereka, memahami kekuatan lokal, dan turut serta dalam proses perubahan sosial yang berkelanjutan.

Ramos-Horta menilai inisiatif UGM melalui KKN-PPM sebagai langkah yang sangat menginspirasi. Ia menyebut bahwa model ini layak diakui dan direplikasi secara global, karena menunjukkan bagaimana universitas dapat memimpin transformasi sosial.

“Jalani KKN dengan sepenuh hati. Kehadiran mahasiswa di masyarakat, dengan mendengar dan bertindak, sangat berharga karena setiap tindakan yang dilakukan akan menciptakan dampak yang abadi. Senantiasa terapkan prinsip kepemimpinan inspiratif: empati, ketahanan, integritas, dan visi dalam dalam setiap tindakan,” pesan Presiden José Ramos-Horta.

Dokumentasi selengkapnya.

Recent Posts

  • Hari Perempuan Sedunia: Perempuan Berdaya, Pendidikan Bermakna, Masa Depan Setara
  • UGM Membangun Balai Masjid sebagai Community Center di Desa Geudumbak Langkahan Aceh Utara
  • Kolaborasi Kuat, Kepemimpinan Hebat
  • Bersatu Bersama Kelola Sampah: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional
  • BMS Mendukung Kegiatan Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan peluncuran Tropical–Polar Interconnection Research Group

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Oktober 2024

Categories

  • Campus Tour
  • Kajian
  • Kegiatan
  • sdgs
Universitas Gadjah Mada

Biro Manajemen Strategis
Universitas Gadjah Mada

Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Barat, Bulaksumur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Email : bms@ugm.ac.id
Whatsapp : 0851-1784-8115

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY